Istana Damnah, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau

Istana Damnah – Bangunan – bangunan kuno di Indonesia, tepatnya wilayah Kep. Riau cukup mudah dijumpai. Hal ini bisa dipahami, karena pada masa lampau, Riau merupakan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh kesultanan Melayu.

Bahkan, pada masa penjajahan Belanda, beberapa kerajaan Melayu di Riau turut mendukung pemerintah Indonesia untuk melawan kolonial. Salah satu peninggalan yang masih bisa ditemui hingga kini adalah Istana Damnah.

Lokasi Istana Damnah

Berwisata ke Kabupaten Lingga, tak ada salahnya mampir ke salah satu situs bersejarah disini, misalnya saja Istana Damnah. Bangunan yang kini menjadi cagar budaya tersebut terletak di Desa Damnah, Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Apa Saja Yang Ada di Istana Damnah?

Istana Damnah dibangun oleh Yang Dipertuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, beliau juga sebagai perancang istana di kawasan ini pada abad ke 19. Istana Damnah adalah satu dari tiga istana untuk urusan pemerintahan. Dua istana lainnya ialah Istana Kenanga dan Istana Kedaton.  Istana Damnah juga sekaligus menjadi tempat tinggal dari Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II yang rupanya pernah berkuasa di sekitar kawasan ini. Kemudian Istana Damnah ini juga ditempati pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Muzaffar.

Baca juga: 3 Air Terjun di Kabupaten Lingga yang Wajib Dikunjungi

Menurut informasi, bangunan Istana Damnah ini tidak diselesaikan secara menyeluruh dengan alasan pada masa itu Sultan Mahmud Muzaffar tidak lagi berkuasa di Kesultanan Lingga. Meski bangunan Istana Damnah ini merupakan bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi dan termasuk ke dalam cagar budaya, namun pada kenyataannya hanya sedikit yang tersisa dari situs-situs peninggalan sejarah Raja Melayu Riau Lingga tersebut. Kesultanan Lingga merupakan Kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Lingga, Kepulauan Riau, Indonesia. 

Kompleks Istana Damnah

Kompleks Istana Damnah luasnya 100 x 150 meter berbentuk segi empat memanjang ke belakang dan mempunyai dua bangunan utama. Yang masih tersisa hanya beberapa puing seperti tiang yang dahulunya digunakan sebagai penopang bangunan istana, bangunan pagar yang terbuat dari batu bata, serta beberapa buah anak tangga yang letaknya berada di depan istana. Seiring berjalannya waktu, sisa yang lain dari puing bangunan tersebut keberadaannya sudah tidak terlihat lagi.

Cukup disayangkan, sekarang kondisi fisik bangunannya memang sudah tidak berbentuk hanya meninggalkan bekas pondasi saja. Tetapi menurut cerita yang beredar, dahulu istana ini berbentuk panggung, dengan dua buah pintu masuk dan empat buah tiang penyangga yang terbuat dari beton. Di depannya terdapat balairung seri, yang pada jaman dahulu digunakan oleh kerajaan sebagai tempat musyawarah atau mengadakan pertemuan-pertemuan penting.

Saat ini, situs tengah direnovasi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batu Sangkar. Namun, masyarakat  setempat sempat protes karena upaya pemugaran dianggap akan menghilangkan nilai sejarah situs istana itu. Bagaimana menurut anda?

Tips Untuk Anda Yang Ingin berkunjung

Cari Informasi Mengenai Rute

Sebelum berangkat, pastikan anda paham betul dengan rute menuju destinasi ini. Lokasi berada kurang lebih 2,5 km di sebelah barat Masjid Sultan Lingga. Bagi yang tidak tahu, tempat ini terletak di Daik, yakni salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga. Bila kebingungan dengan rute perjalanan, anda bisa bertanya dengan warga lokal Lingga yang pastinya ramah.

Ajak Si Kecil Belajar Sejarah

Selain berwisata, anda juga bisa mengajak buah hati datang ke Istana Damnah untuk memberikan edukasi mengenai sejarah dibalik berdirinya bangunan tersebut. Belajar tentang peristiwa di masa lampau bisa menambah wawasan anda dan si kecil, sekalian mengisi waktu liburan agar tidak sia-sia.

Berfoto

Beberapa spot yang menarik untuk dijadikan latar foto adalah pintu gerbang atau pintu masuk utama. Spot ini begitu eye catching dan atraktif selain papan nama Istana Damnah.

Jaga kelestarian lingkungan

Kapan saja dan di mana saja Anda berada, sebagai pengunjung wisata yang baik, sudah sepatutnya selalu menjaga kelestarian lingkungan terutama di situs – situs peninggalan budaya yang memang sudah sangat rentan dimakan waktu. Buanglah sampah kemasan makanan atau minuman yang dibawa pada tempat sampah yang tersedia. Jika tidak ada, kantongi atau masukkan dalam tas sementara, agar nanti bisa dibuang jika menjumpai tempat sampah di areal lain.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *