Gunung Tangkuban Perahu, Keindahan yang Melegenda

gunung Tangkuban PerahuMendengar nama Tangkuban Perahu, pikiran pasti tertuju pada legenda Jawa Barat yang terkenal, yaitu cerita kasih antara Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon, dikisahkan Sangkuriang telah jatuh cinta pada ibunya sendiri, Dayang Sumbi, dan berniat menjadikannya sebagai istri. Agar keinginannya untuk menikah tidak terlaksana, Dayang Sumbi mengajukan syarat untuk dibuatkan telaga dan perahu dalam waktu semalam. Usaha tersebut akhirnya gagal dan Sangkuriang melampiaskan kemarahannya dengan menendang perahu yang baru setengah jadi, yang kemudian menjadi asal usul terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu.

Memang jika dilihat secara seksama, gunung Tangkuban Perahu memiliki bentuk perahu terbalik. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat sendiri ke lokasi wisata yang mudah diakses ini. Komplek wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu ini berada di perbatasan Bandung Barat dengan Subang, tepatnya setelah Cikole Lembang.

Rute transportasi gunung Tangkuban Perahu

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, gunakan rute Bandung-Lembang-Ciater. Jalanan yang ditempuh pun sudah dalam kondisi bagus, sehingga tidak berlama-lama berada di dalam mobil. Tinggal ikuti jalan Setiabudhi menuju ke Lembang dan belok kanan ke arah Subang. Jangan khawatir tersesat ya, karena ada banyak rambu informasi yang terdapat di sepanjang jalan.

Namun apabila Anda memutuskan untuk memanfaatkan kendaraan umum, bisa menaiki angkutan kota Stasiun Hall-Lembang, berhenti di terminal Lembang dan lanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot Lembang – Cikole. Alternatif lainnya, Anda bisa menggunakan elf atau angkutan sejenis dari terminal Ledeng maupun Lembang, yang mengarah ke Subang.

Harga tiket masuk

Dari arah Bandung, para pengunjung akan menemukan jalan masuk ke kawasan wisata Tangkuban Perahu di sebalah kiri jalan, tepat setelah hutan pinus Cikole. Sedangkan pengguna kendaraan umum, akan menggunakan angkutan khusus yang akan membawa Anda dari gerbang masuk ke lokasi gunung wisata. Wisatawan yang akan masuk ke kawah Tangkuban Perahu akan dikenai biaya sekitar dua puluh ribu untuk hari biasa dan tiga puluh ribu untuk akhir pekan. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara diwajibkan membayar dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu.

Walau biaya masuknya relatif lebih tinggi ketimbang obyek wisata lainnya, ada beberapa lokasi menarik yang bisa dikunjungi di Tangkuban Perahu. Mulailah dengan mengunjungi Kawah Ratu yang memiliki ukuran sangat luas dan menjadi obyek wisata utama. Parkir kendaraan di bibir bawah, lalu nikmati pemandangan bibir kawah sambil menyeruput kopi penghangat tubuh. Anda juga bisa berfoto ria dengan mengambil latar pepohonan rindang warna hitam di kiri dan kanan jalan.

Baca juga: Keragaman Indonesia di Museum Etnobotani, Bogor

Karena Gunung Tangkuban Perahu masih berstatus gunung berapi aktif, ada obyek wisata yang ditutup karena dianggap berbahaya bagi pengunjung, seperti Kawah Upas, yang terletak dekat dengan Kawah Ratu. Lanjut melakukan hiking beberapa ratus meter dari gerbang Kawah Upas, Anda akan menemui Cikahuripan, yaitu sumber air yang diipercaya berkhasiat di Tangkuban Perahu. Ingin merasakan sensasi berendam lumpur belerang, segera datangi Kawah Domas dengan menuruni tangga sejauh satu kilometer dari Kawah Ratu.

Pesona gunung Tangkuban Perahu

Selain melihat pemandangan kawah Gunung Tangkuban Perahu yang mempesona, banyak pengunjung yang datang, terutama di akhir pekan, untuk menjajal udaranya yang sangat sejuk. Perlu diketahui, bahwa tingkat suhu rata-rata di kawasan Gunung Tangkuban Perahu pada siang hari berada di kisaran 17 derajat Celcius, sedangkan di malam hari turun ke tingkat yang lebih ekstrim, yaitu mencapai dua derajat Celcius. Oleh karena itu disarankan untuk melengkapi diri dengan pakaian tebal atau jaket yang dapat menghangatkan tubuh.

Tips berwisata ke gunung tangkuban perahu

Apabila ingin berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, ada beberapa tips yang bikin liburanmu kali ini makin lancar dan berkesan. Misalnya buat Anda yang sensitif terhadap bau belerang.  Disarankan untuk menggunakan masker. Karena kawahnya memang masih aktif. Tak kalah pentingnya, bila ingin menyusuri tepian kawah. Jangan lupa untuk menyiapkan payung dan sunblock yang mencegah kulit cepat gosong. Oleskan berulang kali, karena menyusuri tepian kawah tersebut bisa memakan waktu selama dua jam.

Dibuka setiap hari mulai pukul delapan pagi hingga lima sore. Memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mengeskplorasi kecantikan alam Gunung Tangkuban Perahu. Tapi sebisa mungkin hindari datang terlalu sore. Selain mepet dengan jam tutup, kesenanganmu untuk mengambil foto selfie akan terganggu dengan turunnya kabut.

Nah tidak hanya memiliki legenda yang selalu diingat. Tangkuban Perahu menyajikan keindahan alam yang eksotik dan unik buat para wisatawan yang tertarik mengunjunginya. Selamat berlibur! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *