Memandang Palu dari Gunung Matantimali

Gunung MatantimaliBerkunjung ke Sulawesi Tengah, tentunya kurang lengkap jika tidak menyempatkan diri untuk mampir ke Kota Palu. Salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat lokal adalah pegunungan di sudut kota, yang dikenal dengan nama Matantimali. Buat penikmat keindahan alam, ini adalah tempat berlibur yang sempurna, karena gunung ini merupakan salah satu spot terbaik di Indonesia, bahkan dunia, untuk melakukan olahraga penantang adrenalin, paralayang.

Lokasi Gunung Matantimali

Matantimali tepat berada sekitar dua kilometer dari Desa Wayu, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, atau sekitar tiga puluh kilometer arah selatan Kota Palu. Nama yang sama juga disematkan sebagai nama sebuah desa di sini, yang berada di ketinggian kurang lebih 1500 meter di atas permukaan laut. Karena posisinya yang strategis, dulunya tempat ini dijadikan pos pemantau oleh pasukan Belanda.

Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008

Posisi puncak gunung inilah yang dianggap layak menjadi lokasi olahraga dirgantara paralayang, hingga dijadikan lokasi penyelenggaraan cabang olahraga paralayang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII, yang digelar pada 27 Juni hingga 5 Juli 2008 yang lalu. Selain itu, terpaan angin yang berhembus ke lereng gunung, menciptakan turbulensi yang dimanfaatkan oleh pecinta olahraga ini.

Baca Juga:

Indahnya Obyek Wisata Pulau Karampuang Mamuju, Sulbar

Tidak hanya PON yang pernah diadakan di Gunung Matantimali, tapi ada juga even tahunan berskala internasional, yang mengundang para penggiat paralayang dari seluruh dunia. Oleh karena itu, tidak heran jika pengunjung dari mancanegara mulai berdatangan untuk mengikuti atau sekadar menonton payung-payung khusus paralayang aneka warna menghiasi langit Kota Palu.

Hiking atau berkemah di Gunung Matantimali

Jika traveler masih ragu-ragu mencoba olahraga ekstrem ini, ada banyak cara untuk menikmati keindahan Gunung Matantimali. Jalur pendakian yang tidak terlalu berat, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memandang panorama alam pegunungan Matantimali dan hamparan sawah hijau milik penduduk. Sambil hiking, Anda pun juga akan merasakan keramah-tamahan masyarakat yang bermukim di kaki gunung.

Sesampainya di lokasi, traveler dapat mendirikan tenda untuk menikmati suasana lembah Palu dan lembah Sigi  dari atas. Perpaduan panorama hijau dan lautan yang terlihat jelas, berpadu cantik dengan gemerlap lampu dari Kota Palu di malam hari. Habiskan semalaman di puncak Gunung Matantimali dan luangkan waktu untuk menyaksikan indahnya matahari terbit dari ufuk timur, ditemani udara sejuk khas daerah pegunungan.

Menikmati sunrise di Gunung Matantimali

Saat matahari terbit, Anda bisa melihat perubahan langit yang tadinya gelap menjadi menguning. Pantulan sinar matahari yang terpancar di sepanjang sungai yang ada di Kota Palu pun menambah pesona yang tidak akan bisa dilupakan. Selain itu, dari sini, pengunjung akan disuguhi pemandangan ke seluruh penjuru Kota Palu. Mulai dari ujung utara, hingga ke dataran Kulawi yang berjarak sekitar seratus kilometer dari pusat kota.

Rute dan akses transportasi ke Gunung Matantimali

Untuk menuju ke Gunung Matantimali, traveler dapat memilih menggunakan kendaraan roda emapt atau dua. Jarak yang ditempuh dari pusat Kota Palu menuju lokasi dapat menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Kota Palu, pacu kendaraan menuju Desa Porame, Balane, lalu melewati jalan beraspal yang sedikit berlubang hingga sampai ke Desa Wayu, lokasi Matantimali.

Pengunjung yang akan datang untuk menikmati keindahan Gunung Matantimali  ini tidak dikenai biasa masuk, hanya harus membayar biaya parkir kendaraan. Nantinya, Anda akan diarahkan untuk memarkirkan kendaraan dan akan dipungut biaya tertentu. Biasanya untuk kendaraan roda dua dikenai lima ribu rupiah, sedangkan untuk roda empat dikenakan biaya sepuluh ribu rupiah.

Selain disediakan lokasi perkemahan, dimana traveler dapat mendirikan tenda, ada juga cottage yang dapat disewa sesuai dengan bujet yang dimiliki. Biasanya, Anda akan dikenai biaya menginap sebesar 150 ribu rupiah per malam. Tidak hanya itu, di tempat yang sama juga ada baruga, yang biasanya dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan.

Jika ingin memanfaatkan waktu liburan di Gunung Matantimali, kenakan pakaian tebal seperti jaket atau sweater, yang akan melindungi tubuh dari hawa dingin dan angin yang menusuk. Selain itu, jangan lupa untuk ikut menjaga kebersihan lokasi dari sampah, agar semua orang berkesempatan menikmati keindahan Gunung Matantimali.

TIPS BERLIBUR KE GUNUNG MATANTIMALI

Rencanakan cuaca dan jadwal kunjungan

Keindahan alam Gunung Matantimali begitu memikat dengan pesona puncak yang bisa memandang keseluruhan kota Palu dari atas gunung sejauh mata memandang. Wow… benar-benar akan menjadi pengalaman luar biasa. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dibalik keindahan pesona alam juga tersimpan bahaya yang mengintai. Lokasi puncak pegunungan sangat rawan longsor ketika musim hujan. Terkadang juga rawan petir dan badai ketika musim penghujan turun. Demi keamanan liburan bersama, lebih baik datang saja pada musim kemarau atau pertengahan tahun sekitar bulan Juli hingga Agustus, dimana tidak terlalu sering turun hujan.

Ambil jasa agen travel wisata atau cari pemandu lokal

Gunung Matantimali memiliki jalur pendakian yang banyak dan terkadang berbahaya. Carilah pemandu lokal yang mengetahui dengan pasti jalur pendakian yang aman sekaligus tercepat untuk menghemat tenaga dan waktu tempuh perjalanan.

Persiapkan perlengkapan dengan baik

Suhu di Gunung Matantimali ketika malam hari bisa mencapai hingga 18 derajat celcius. Hawa dingin yang menusuk tulang juga bisa menyebabkan sesak napas bagi yang memiliki riwayat asma. Semakin tinggi suatu daerah maka oksigen juga akan menipis sehingga paru-paru menyempit yang terkadang menyulitkan pernapasan. Maka dari itu, persiapkan segala keperluan termasuk obat-obatan, jaket, selimut sleeping bag, dan sebagainya.

Sewa sepeda motor

Beberapa lokasi pos awal pendakian memiliki jalur yang kecil dan terjal, sebaiknya Anda menggunakan jasa sepeda motor sewaan atau ojek sepeda motor untuk mempercepat waktu tempuh hingga ke pos pendakian awal atau pintu masuk pendakian.

 

Jaga kebersihan dan bawa kembali sampah turun

Bagi para pendaki atau wisatawan yang menginap atau berkemah di Gunung Matantimali, disarankan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Bawalah kantong plastik untuk menyimpan atau menaruh sampah-sampah sisa bekas makanan atau minuman untuk dibawa lagi turun. Jika tidak, sampah bisa dikumpulkan lalu dibakar hingga musnah. Namun, tetap saja, sisa sampah plastik yang sudah terbakar sulit diurai oleh tanah. Jadi, sebaiknya memang sampah tetap dibawa turun.

Datang lebih awal saat akhir pekan

Bisa dipastikan, setiap akhir pekan atau di hari libur sabtu dan ahad, para pengunjung akan bertambah berlipat-lipat dari hari biasa. Maklum saja, banyak orang yang ingin menghabiskan waktu libur sambil menikmati indahnya kota Palu dari atas Gunung Matantimali. Sebelum kemacetan menghalangi liburan, sebaiknya datanglah lebih awal atau lebih pagi saat situasi lalu lintas agak lengang.

 

Penjual makanan dan minuman

Potensi wisata di Gunung Matantimali tidak hanya menguntungkan bagi para penikmat  wisata, melainkan para pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi turut kecipratan berkahnya. Jika Anda sedang tidak membawa bekal makanan dan minuman untuk piknik, tenang saja, di sekitar lokasi berkemah sudah banyak beberapa penjual makanan dan minuman yang tak bosan menawarkan dagangannya. Minuman ringan, snack, camilan, roti, hingga mie instan, bisa diperoleh dengan mudah.

Tidak heran jika Gunung Matantimali masuk dalam Anugerah Pesona Indonesia kategori dataran tinggi paling populer. Keindahannya dataran tinggi yang satu ini memang luar biasa. So… selamat berlibur dan enjoy waktu bersama orang-orang terdekat di Gunung Matantimali, Palu.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *