Pesona Gua Batu Hapu di Tapin, Kalsel

Gua Batu Hapu – Berjalan-jalan ke Kalimantan Selatan sepertinya tak akan pernah membuat bosan. Provinsi dengan total luas area sebesar 37530,52 kilometer persegi ini memang mempunyai pariwisata yang beragam. Bagi yang tertarik dengan keunikan dan budaya bisa langsung menuju Pasar Terapung di Banjarmasin atau melihat rumah khas Kalimantan seperti Rumah Bubungan Tinggi Teluk Selong Ulu di Teluk Selong Ulu, Rumah Gajah Baliku Desa Penghulu, Rumah Palimbangan Desa Pasayangan di Pasayangan, dan lain sebagainya.

Ada pula obyek wisata menarik lainnya, seperti bamboo rafting di Loksado, Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura di Banjar, berbagai masjid tua dan keramat, makam-makam tokoh ternama serta wisata alam, seperti Taman Hutan Raya Sultan Adam, Pulau Kembang, Pulau Kaget, Pemandian air panas Tanuhi, Pagat Batu Benawa dan masih banyak lagi. Salah satu obyek wisata yang tak kalah seru untuk dikunjungi adalah Gua Batu Hapu yang berada di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan, Tapin. Gua ini termasuk obyek wisata yang paling terkenal di Tapin dan pastinya dapat membuat terkesima siapa saja yang melihatnya karena saking cantiknya. Penasaran seperti apa rupa Gua Batu Hapu ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Lokasi

Obyek wisata alam Gua Batu Hapu berlokasi di dekat pasar Binuang tepatnya di desa Batu Hapu, kecamatan Hatungun, Tapin, Kalimantan Selatan. Dari Kota Rantau, Ibukota kabupaten Tapin, gua ini berjarak 43 km, sedangkan dari Kota Banjarmasin sekitar 154 km dan dari Martapura, Kabupaten Banjar sekitar 65 km. Dari Pasar Binuang, akses menuju Gua Batu Hapu terbilang cukup mudah dengan kondisi jalanan yang cukup baik dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit saja. Perjalanan sejauh 16 km menuju gua dapat dilakukan dengan santai sambil menikmati suguhan pemandangan kehidupan pedesaan dan panorama alam pegunungan yang menakjubkan. Begitu sampai di bibir gua, Anda akan takjub dengan kemegahan yang ditawarkan oleh obyek wisata yang satu ini.

Atraksi wisata

Gua Batu Hapu memiliki mulut gua yang benar-benar besar. Terdapat dua bibir gua yang sudah terhubung dengan tangga beton sehingga memudahkan pengunjung masuk ke lokasi. Sesekali terlihat kelelawar melintas terbang keluar masuk mulut gua. Begitu sampai di dalam gua, suguhan hiasan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk secara alami ini siap menyambut Anda. Dari langit-langit gua yang berlubang, cahaya matahari dapat menembus masuk.

Dengan ratusan kelelawar yang terbang dan bergelantungan di atap gua semakin menambah eksotika Gua Batu Hapu. Jika terus menyusuri jalan-jalan setapak dalam gua, Anda akan menemukan dinding gua yang miring di salah satu ujung gua. Dari sisi yang miring ini, Anda akan dapat mencapai atap gua setelah memanjat dinding yang lumayan licin. Dari atas gua ini Anda dapat melihat hamparan rindang pepohonan, sungai dan beberapa pemukiman penduduk. Namun sayangnya, terdapat banyak bekas coretan di gua krast yang unik ini. Ulah segelintir manusia yang tak bertanggung jawab ini tentu saja sangat merusak pemandangan. Selain keindahannya, Gua Batu Hapu banyak menarik wisatawan karena memiliki udara yang sejuk serta panorama alam yang memukau.

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Mitos

Menurut legenda yang berkembang di kalagan masyarakat setempat, Gua Batu Hapu terbentuk dari pecahan kapal seorang anak durhaka yang bernama Angui. Angui pergi meninggalkan ibu kandungnya, Nini Kudampai, untuk pergi merantau. Namun, setelah ia sukses dan berhasil mempersunting seorang puteri raja Keling, Angui yang kembali ke kampung halamannya malu mengakui ibunya yang hanya seorang janda miskin. Karena sifat durhaka sang anak, Nini Kudampai pun mengutuknya menjadi batu.

Tarif

Untuk dapat menikmati keindahan Gua Batu Hapu, Anda hanya cukup membayar biaya masuk sebesar Rp. 2500,- saja per orang. Harga ini berlaku baik untuk dewasa maupun anak-anak dan juga untuk hari libur sekalipun. Gua yang indah ini sayangnya belum dikembangkan secara optimal sebagai tujuan wisata sehingga masih sedikit sekali yang berkunjung. Pada hari-hari biasa, jumlah wisatawan yang berkunjung hanya sekitar 20-30 orang saja. Bila akhir pekan, pengunjung meningkat hingga 100 orang. Sarana dan prasarana untuk kenyamanan pengunjung masih perlu banyak ditambahkan di lokasi wisata ini.

Tips wisata ke Gua Batu Hapu

Sebagian pengunjung yang ingin menengok keindahan panorama perut bumi di Gua Batu Hapu mungkin masih meraba-raba seperti apa kecantikan Gua Batu Hapu dan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke lokasi wisata Gua Batu Hapu. Untungnya, kami sudah merangkum beberapa tips yang akan bermanfaat untuk menambah keceriaan liburan di Gua Batu Hapu. Simak yuk…

  1. Memakai sepatu

Perlengkapan menuju ke tempat wisata alam Gua Batu Hapu membutuhkan kesiapan dari segi alas kaki. Batu-batu cadas, jalanan licin bahkan berair membuat sebagian pengunjung harus rela berkotor-kotor untuk menjelajahi setiap sudut gua. Agar lebih nyaman, sebaiknya para pengunjung dapat memakai sepatu atau alas kaki yang tertutup dengan permukaan dasar yang anti licin. Sepatu akan membuat kaki tetap bersih, dan membantu pijakan tetap erat saat memanjat beberapa dinding gua ataupun menelusuri jalur yang licin.

  1. Menjaga ketenangan

Gua Batu Hapu adalah salah satu gua yang cukup banyak diminati pengunjung ketika liburan ke Kalimantan Selatan. Meskipun cenderung padat di saat liburan, para pengunjung tetap dihimbau untuk menjaga ketenangan ketika di dalam gua. Pasalnya, di dalam gua terdapat kelelawar yang jumlahnya ratusan sedang bersarang. Jika suara para pengunjung terlalu gaduh atau berisik, bukan tak mungkin kelelawar maupun burung-burung kecil dapat menyerang para pengunjung.

  1. Menjaga kebersihan

Seperti kebanyakan tempat wisata berupa gua yang ada di Indonesia tidak luput dari coretan tangan-tangan jahil oknum yang tidak bertanggung jawab pada dinding gua. Kalau sudah tercoreng, bagaimana kita bisa mengembalikan keindahan alaminya? Meskipun noda cat bisa dihapus namun tetap saja ulah sejumlah oknum jahil ini tetap tidak bisa ditolerir dan tidak dibenarkan. Biarkan dinding gua tetap bersih tanpa bekas coretan apa pun dan buanglah sampah yang mungkin Anda bawa dari sisa bungkus makanan/minuman di luar gua atau di tempat sampah.

  1. Senter

Mengingat belum ada sarana penerangan di dalam gua, untuk sekadar berjaga-jaga kondisi darurat maupun lokasi yang minim cahaya, para pengunjung dapat membawa sendiri peralatan seperti senter agar jalur yang dilalui lebih mudah dilihat. Jika Anda termasuk pengunjung yang membawa serta anak-anak, penerangan jalan seperti senter akan sangat bermanfaat agar jalur mudah dilihat.

  1. Daya tahan fisik

Menelusuri keindahan panorama perut bumi pun membutuhkan daya tahan fisik yang prima. Terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu seperti asma atau jantung, lebih baik memperhatikan kondisi tubuh apabila kurang fit. Sediakan pula perlengkapan obat-obatan pribadi untuk kondisi darurat. Beberapa orang ada yang memiliki phobia khusus seperti takut di ruangan sempit ataupun takut di ruangan gelap sebaiknya berpikir ulang sebelum memasuki gua agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

***

Meskipun masih banyak catatan minus tentang sarana dan prasarana yang kurang memuaskan pengunjung seperti minimnya penerangan/lampu di dalam gua, tidak adanya taman bermain anak-anak dan lain-lain, namun kecantikan Gua Batu Hapu tidak perlu diragukan lagi. Sudah banyak pengunjung dari luar daerah dan domestik yang membuktikannya. Sekarang, saatnya Anda dan keluarga menyaksikan sendiri keindahan Gua Batu Hapu bersama agen travel wisata kami. Selamat berlibur di Gua Batu Hapu! (jari adventure-det img Travel Kompas)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.