Edukasi Diri dengan Mengunjungi Kawasan Wisata Banten Lama

Indonesia merupakan sebuah negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Salah satu bukti adanya sentra penyebaran agama ini dapat dilihat saat Anda berkunjung ke Banten. Ya, provinsi baru yang dulunya menyatu dengan Jawa Barat ini memang sedang digadang-gadang sebagai gudangnya tempat wisata. Selain memiliki pesona alam, Banten juga dikenal dengan wisata sejarah dan religinya.

Buat yang ingin mencari alternatif tempat wisata, bisa mengunjungi komplek situs bersejarah yang dikenal dengan nama Kawasan Wisata Banten Lama. Sesuai namanya, di tempat ini dapat dilihat berbagai sisa-sisa peninggalan kejayaan kesultanan Islam Banten pada masa lampau. Banyak juga wisatawan yang datang ke sini terkagum-kagum melihat betapa megah dan mewah peninggalan kesultanan Banten tersebut.

Kawasan Wisata Banten Lama merupakan kumpulan beberapa peninggalan kesultanan Banten, yang terletak di desa Banten, kecamatan Kasemen. Di antaranya Istana Keraton Surosowan, Istana Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, Benteng Spellwijk, Museum Kepurbakalaan Kawasan Wisata Banten Lama, dan Danau Tasik Kardi.

Dari Jakarta, perjalanan yang ditempuh hanya memerlukan waktu sekitar dua jam saja. Anda cukup mengambil tol Jakarta – Cawang – Tangerang, kemudian berbelok ke kiri lewat gerbang tol Karang Tengah – Cikupa, untuk kemudian keluar dari tol Serang Barat. Begitu keluar tol, ikuti petunjuk jalan hingga menuju gapura Kawasan Wisata Banten Lama. Jika memutuskan menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menuju terminal Pakupatan di Kota Serang, kemudian naik kendaraan umum menuju Pasar Lama dan melanjutkan perjalanan ke Kawasan Wisata Banten Lama.

Setelah melalui jalan yang tidak terlalu lebar, para pengunjung akan disambut oleh reruntuhan benteng yang sangat luas. Itulah benteng sekaligus keraton milik Kesultanan Banten, yang bernama keraton Surosowan. Situs ini dulunya dipergunakan sebagai kediaman para Sultan Banten, dari Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. Istana ini dibangun pada tahun 1552 dan kini hanya berupa sisa-sisa bangunan, karena dihancurkan oleh Belanda pada masa kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680.

Sisa bangunan megah ini berupa benteng, yang terbuat dari batu merah dan batu karang setinggi 0,5 – 2 meter. Di tengahnya terdapat kolam persegi empat, yang konon merupakan bekas pemandian para putri, termasuk Rara Denok. Sayangnya, situs dengan luas sekitar empat hektar ini terlihat tidak terawat dengan banyaknya semak belukar yang tumbuh dan dijadikan sebagai tempat warga sekitar memelihara binatang ternak.

Tidak jauh dari situs Keraton Surosowan, terdapat Keraton Kaibon yang merupakan tempat tinggal dari ibunda Sultan Syaifuddin, Ratu Aisyah. Keraton ini kini tersisa reruntuhan bangunan, karena diruntuhkan Belanda ketika berperang melawan Banten. Di sampingnya juga terdapat sebuah pohon besar dan kanal. Jangan lupa juga untuk melihat keindahan danau Tasik Kardi, yang bagian dasarnya dilapisi oleh batu bata dan memiliki luas 5 hektar.

Dulunya danau ini digunakan untuk mengairi persawahan dan memasok air bersih bagi keluarga keraton. Sebelum digunakan, air danau akan disaring dan diendapkan di penyaringan khusus, sebelum dialirkan dengan pipa-pipa yang terbuat dari terakota. Manfaatkan juga untuk mendatangi pulau kecil di tengahnya, untuk melihat sisa-sisa peninggalan bangunan yang menjadi tempat rekreasi keluarga Kesultanan Banten.

 

Baca Juga : Nikmati Indahnya Senja di Pantai Bagedur, Banten

 

Hanya berjarak beberapa meter saja, terdapat komplek Masjid Agung Banten, yang dulunya menjadi pusat penyebaran agama Islam di Banten. Dibangun oleh Sultan Maulana hasanuddin, sultan pertama Kesultanan Demak,.salah satu ciri khas yang dimiliki adalah atap bangunan yang bertumpuk lima, mirip pagoda di Cina. Tidak heran mengingat arsitek yang membangunnya berasal dari Cina bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi melengkapi bangunan di sisi utara dan selatan dari bangunan utama,.yang menjadi kompleks makam Sultan-sultan Banten dan keluarganya.

Di antara Keraton Surosowan dan komplek Masjid Agung banten terdapat Museum Kepurbakalaan Banten, yang menyimpan banyak benda-benda peninggalan sejarah. Bangunannya memiliki ciri khas gaya arsitektur tradisional Jawa Barat, seperti yang terlihat pada bentuk atapnya. Selain menyimpan benda-benda bersejarah di dalam ruangan, ada juga dua artefak yang ada di halaman museum, yaitu Meriam Ki Amuk dan alat penggilingan lada.

Meriam Ki Amuk terbuat dari tembaga, dengan tulisan arab yang panjangnya sekitar 2,5 meter. Konon meriam ini merupakan bantuan dari Ottoman Turki dan memiliki kembaran, Meriam Ki Jagur, yang kini tersimpan di halaman belakang Museum Fatahillah Jakarta. Sedangkan alat penggiling lada ini terbuat dari batu padas yang sangat keras. Walau terlihat hancur di beberapa bagian, benda ini menjadi bukti kejayaan Kesultanan Banten yang dikenal sebagai penghasil lada.

Langkahkan kaki ke Benteng Spellwijk yang dulunya merupakan benteng pemantau, yang menghadap langsung ke Selat Sunda dan sempat dijadikan sebagai gudang penyimpanan senjata, berupa meriam dan alat pertahanan lainnya. Di tempat ini juga terdapat sebuah terowongan yang terhubung dengan Keraton Surosowan.

Di depan benteng, terdapat Vihara Avalokitesvara, yang merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia. Keberadaannya diyakini menjadi bukti betapa penganut agama yang berbeda dapat hidup berdampingan tanpa adanya konflik. Kondisi di dalam vihara ini cukup sejuk, karena memiliki banyak pepohonan rindang.dan dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman untuk beristirahat. Di selasar koridor Vihara, yang menghubungkan bangunan yang satu dengan yang lainnya, terdapat relief cerita Ular Putih, yang dilukis indah berwarna-warni.

Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah daerah, membuat situs peninggalan Kesultanan Banten ini jauh dari kesan terawat. Padahal tidak sedikit para pengunjung yang datang, terutama di bulan Ramadan atau libur Lebaran, untuk mempelajari sejarah pusat penyebaran agama Islam di Banten.

Tapi jangan biarkan hal ini menyurutkan keinginan Anda untuk menikmati kemegahan bangunan dan indahnya panorama alam yang ada di Wisata Kawasan Wisata Banten Lama. (jari adventure-det-image : 4.bp.blogspot.com)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.