Mengunjungi Museum Bank Mandiri Jakarta

Museum Bank MandiriSaat berkunjung ke Jakarta, kebanyakan orang akan berfikir untuk menjelajahi mall atau pusat perbelanjaan yang memang menjamur dari pusat hingga pelosok ibukota. Jika terkait dengan tempat wisata, tanpa ragu mereka akan menyebut Taman Mini Indonsia Indah, Taman Impian Jaya Ancol atau bahkan Monas sebagai destinasi yang akan dituju.

Pernahkan terbersit untuk mengunjungi museum yang ada di Kota Jakarta? Meski jarang sekali orang berfikir untuk mengunjungi museum, tak ada salahnya lho bila Anda sesekali mencobanya. Di Jakarta sendiri, terdapat banyak sekali museum, seperti Museum Fatahillah, Museum Satria Mandala, Museum Bahari, Museum Layang-Layang, Museum Wayang, dan lain sebagainya.

Salah satu museum yang kurang dikenal bahkan oleh masyarakat Jakarta sendiri meski museum ini termasuk rangkaian cagar budaya kota tua adalah Museum Bank Mandiri. Ingin tahu sejarah, aristektur bangunan ataupun koleksi yang dimiliki Museum Bank Mandiri? Berikut penjelasannya…

Lokasi Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri terletak di Jalan Lapangan Stasiun No. 1, Jakarta Barat, tepat di depan stasiun kereta api Beos-Kota. Anda bisa dengan mudah mencapai museum ini, baik dengan kereta api maupun bus Trans Jakarta. Museum Bank Mandiri sendiri merupakan museum perbankan pertama di Nusantara dan resmi beroperasi sejak 2 October 1998. Menempati area seluas 10.039 m2, museum ini pada mulanya adalah sebuah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda sebelum berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.

Pada 1960, NHM dinasionalisasikan menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, bangunan ini berubah menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim) dan setelah legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999) akhirnya gedung ini menjadi asset Bank Mandiri.

3 Arsitek Belanda

Dirancang oleh 3 orang arsitek belanda yaitu J.J.J de Bruyn, A.P. Smits dan C. van de Linde, bangunan empat lantai dengan luas 21.509 m2 ini memiliki arsitektur bergaya Art Deco dan beberapa bagian bangunan masih dipertahankan sesuai dengan bentuk aslinya, seperti jendela, pintu dan juga ubin lantai. Kondisi bangunan yang terlihat kokoh serta pembaruan di sana sini menjadi bukti bahwa bangunan ini dirawat dengan cukup baik.

Menariknya, museum ini mempunyai lantai bawah tanah. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam Brandkast untuk tempat penyimpanan uang, emas batangan, safe deposit box dan surat berharga. Selain itu, Anda juga bisa melihat sistem keamanan bank yang sudah terbilang mumpuni di masanya. Pantas saja, NHM tidak pernah sekalipun kebobolan selama beroperasi. Di lantai ini pula, Anda dapat merasakan suguhan suasana Jakarta di era kolonial Belanda, lengkap dengan jam besar, sepeda onthel dan miniatur Jakarta.

Suasana dan tata ruang

Beranjak ke lantai dasar museum. Anda akan dibawa ke suasana perbankan tempo dulu. Dengan sajian ruang kasir Cina dan operasional bank pada masa itu yang dilengkapi pula dengan manekin. Di masa itu, sesuai aturan yang ditetapkan oleh Belanda. Warga Cina dan keturunan Belanda lah yang mendominasi kegiatan perbankan. Sedangkan pribumi hanya bisa menjadi pesuruh. Di lantai ini juga, Anda dapat melihat koleksi. Seperti berbagai mesin hitung, surat deposito, alat tulis, buku kas besar, ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan benda-benda perbankan dari masa ke masa.

Ruang direksi

Di  lantai atas, Anda akan menjumpai ruangan rapat dan ruang direksi dengan kondisi bersih dan terawat. Sembari menaiki tangga, Anda bisa menikmati keindahan kaca mozaik yang menghiasi interior gedung. Menggambarkan empat musim yang ada di Belahan Eropa dan juga tokoh nakhoda kapal Belanda, Cornelis de Houtman. Di lantai paling atas terdapat tempat penyimpanan properti Bank Mandiri dan ruang pamer temporer (art center) yang terbuka untuk umum. Keindahan kota Jakarta. Seperti jalanan yang terus sibuk dengan kendaraan dan orang-orang yang berlalu-lalang. Sserta pemandangan ke arah stasiun kereta api Beos-Kota dapat Anda amati dari bagian atap gedung.

Baca juga: Museum Wayang, Obyek Wisata Unik di Kawasan Kota Tua Jakarta

Meski berusia cukup tua. Ternyata bangunan Museum Bank Mandiri ini sudah dilengkapi dengan lift dan sudah menggunakan mesin lift yang modern pula. Pembagian lift dalam gedung ini dipisahkan menjadi dua.  Yaitu lift untuk mengangkut orang dan lift khusus untuk barang atau uang.

Fasilitas gedung

Museum Bank Mandiri ini juga memiliki halaman yang cukup luas yang berada di bagian tengah gedung. Dengan melihat halaman ini, mata akan sejenak merasakan kesejukan akibat pemandangan Jakarta yang cukup sesak dan berhimpitan. Gedung museum juga dilengkapi dengan fasilitas. Berupa kantin, toilet yang bisa ditemukan di setiap lantai, mushola, ruang audiovisual, toko cinderamata, perpustakaan dan lain-lain.

Bila ingin berkunjung ke Museum Bank Mandiri. Datanglah ke lokasi pada hari Selasa hingga Minggu dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Museum akan tutup di hari Senin dan juga Hari Libur Nasional. Tiket masuk museum pun cukup bersahabat yaitu sebesar 2000 rupiah saja per orang. Bagi nasabah Bank Mandiri, pelajar dan juga anak-anak dapat melihat-lihat museum secara gratis. Menarik bukan?

Pada masa kolonial, bisa dibilang bahwa Museum Bank Mandiri merupakan sebuah maha karya desain gedung yang modern. Untuk menjaga segala hasil keuntungan perdagangan dan bisnis bangsa Belanda yang menjajah di Indonesia.

Sungguh sebuah wisata edukasi yang sangat sayang untuk dilewatkan, bukan? Yuk, berkunjung ke Museum Bank Mandiri. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *