Jelajah 3 Desa Wisata di Kepulauan Anambas

Pulau Anambas – Masih berbicara tentang Kepulauan Anambas. Beranjak dari wisata alam berupa pantai dan air terjunnya, Kepulauan Anambas juga menyimpan keindahan di masing-masing desaya. Nah kali ini anda perlu menyiapkan destinasi wisata anda ke tiga desa yang memiliki pesonanya masing-masing.

Nah, sebelumnya kita tahu bahwa desa merupakan bagian terpenting dalam pembentukan suatu wilayah dan desa merupakan bentuk pemerintahan terkecil yang ada di dalam negeri. Menurut  UU No. 5 Tahun 1979 mengatakan bahwa desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat dan hokum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak membentuk rumah tangga sendiri dalam Ikatan Negara Republik Indonesia.

Sedangkan menurut beberapa ahli seperti Sutardjo Kartodikusuma mengatakan bahwa desa merupakan suatu kesatuan hokum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.

Penasaran kan, bagaimana pesona tiga desa di Kepulauan Anambas ini? Yuk sama-sama kita telusuri!

Desa Air Sena

Desa Air Sena merupakan salah satu desa di Kepulauan Anambas dengan penduduk Suku laut Cina dan Suku campuran Cina Dayak serta suku asli Dayak Iban. Nah, desa ini merupakan desa yang dihuni penduduk mayoritas beragama Khatolik dan Budha. Hal ini sesuai dengan cerita awal mula desa ini didirikan. Konon dahulu desa ini dibangun oleh 8 orang bersaudara yang bersuku Dayak Iban dan Suku Laut. 

Desa ini berada di dekat Kota Tanjung Pinang, Johor Baru, dan Singapura dengan titik koordinat  30 14’53” N 1060 16’48”E.

Di desa ini anda akan menemukan Napoleon. Napoleon merupakan jenis ikan karang berukuran paling besar dari keluarga Labridge dengan tubuh berwarna terang. Napoleon memiliki nama ilmiah Cheilinus undulates atau  masyarakat di Desa Air Sena menyebutnya sebagai ikan Ketipas.

Nah, jika anda berkujung ke Desa Air Sena anda akan melihat Napoleon menjadi salah satu sumber pecaharian masyarakat dengan cara membudidayakannya. Ikan-ikan Napoleon merupakan ikan yang cukup sulit saat dibudidayakan, karena pada saat ikan berusia di bawah satu tahun harus di rawat dengan hati-hati. Kegesitan ikan Napoleon ini menjadi penghibur di tengah lautan luas.

Desa Bukit Padi

Desa Bukit  Padi dulunya merupakan hutan yang tidak dihuni penduduk dikarenakan keangekarannya. Namun karena adanya kerjasama masyarakat beserta tokoh masyarakat mereka akhirnya membuka dan bercocok tanam di sana. Awalnya Desa Bukit Padi ini bernama Kampung Telipok  namun karena perkembangan pertanian yang begitu pesat  sehingga pada tahun 1997 desa binaan ini diserahkan kepada pemerintahan daerah kabupaten sehingga ditetapkan sebagai desa denitif dan berganti nama menjadi Desa Bukit Padi.

Baca Juga: Bintan Mangrove, Obyek Wisata Alam Sensasional di Kabupaten Bintan, Kep. Riau

Nah, jikalau anda berlibur dan berkunjung ke Desa Bukit Padi anda akan melihat sekitar 400 ha lahan yang digunakan untuk lahan pertanian padi sawah dengan dua sawah yaitu sawah irigasi dan sawah tadah hujan 210, ha. Karena Desa Bukit Padi merupakan lubung padi di Kepulauan Anambas dan menjadi salah satu desa yang menjadi agrowisata di Kepuluan Anambas.

Bagaimana, menarik bukan? Berlibur sembari melihat luasnya sawah dan lubung padi terbesar di Pulau Anambas?

Desa Ulu Maras

Desa Ulu Maras merupakan desa di Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Anambas. Di desa ini terdapat masjid yang baru saja direnovasi. Masjid ini merupakan masjid yang sudah berdiri sejak zaman dahulu hal ini terlihat dari adanya meriam di sisi masjid.

Nah, jika anda mengunjungi Desa Ulu Maras ini anda perlu menyiapkan staimana dan tenaga yang cukup karena Desa Ulu Maras ini merupakan desa yang memiliki destinasi wisata yang cukup banyak dari desa-desa yang disebutkan sebelumnya. Pasalnya di desa ini terdapat beberapa air terjun dan pantai yang bisa menjadi tempat liburan anda.

Di Desa Ulu Maras ini terdapat Air Terjun Temburun yang memiliki keindahan dengan tujuh tingkatannya.  Air Terjun Temburun ini terdapat di desa Temburun, Siantan Timur. Selain itu juga terdapat Air Terjun Neraja dan Air Terjun Bini

Tips wisata ke Desa Wisata

Sama seperti desa-desa wisata umumnya di daerah lain, desa-desa wisata di Kep. Anambas juga memiliki peraturan yang perlu ditaati oleh para pelancong. Meskipun bukan peraturan yang tertulis, namun tidak ada salahnya untuk menyimak tips-tips wisata ke desa wisata di Kep. Anambas berikut:

1. Menggali informasi

Sebelum datang ke sebuah desa wisata, sebaiknya cari dahulu informasi atau even apa yang akan digelar. Umumnya setiap desa wisata memiliki jadwal agenda festival ataupun kegiatan pesta rakyat yang menarik untuk wisatawan.

2. Selalu menjaga kebersihan

Di mana pun Anda berada, jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencemari lingkungan desa dengan asap rokok. Jadilah pengunjung atau pendatang yang baik agar Anda juga disambut hangat oleh masyarakat di desa wisata tersebut.

3. Menjaga kesopanan

Mengingat Anda adalah tamu dan pendatang, sikap Anda sangat diperhatikan oleh masyarakat setempat. Satu tingkah laku Anda yang tidak baik, maka masyarakat bisa memandang kurang simpatik. Jangan merusak apa pun yang ada di desa, baik itu memetik bunga, mematahkan ranting pohon di hutan atau bahkan mencorat-coret tembok demi meninggalkan bekas tanda tangan. Jadikan desa wisata itu selayaknya desa Anda sendiri di mana Anda selalu menjaga dan melestarikan apa pun yang ada di dalamnya.

4. Menaati peraturan setempat

 

Ibarat pepatah, “lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang” antara satu daerah dengan daerah yang lain memiliki adat istiadat berbeda. Ketika mendatangi atau mengunjungi satu desa wisata, jangan ragu tentang apa saja tata tertib dan peraturan masyarakat yang berlaku. Apakah ada larangan tertentu seperti jam malam, mandi di sungai, dan sebagainya. Dengan mematuhi peraturan yang berlaku di desa, Anda akan pulang dengan senyuman dan meninggalkan kesan yang baik. 

Setiap tempat memiliki peraturan yang wajib dipatuhi penduduk dan wisatawan yang datang. Begitu pula dengan desa wisata, tempat tersebut tentu memiliki peraturan yang harus diketahui, khususnya traveler.

5. Menyapa penduduk

Bagaimana sikap Anda sebagai tamu, umumnya sangat menjadi pusat perhatian. Gerak-gerik, tutur kata, tingkah laku, semua menjadi sorotan. Pastikan Anda selalu tersenyum, menyapa dan ramah terhadap penduduk lokal, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Penduduk di desa sangat berbeda dengan penduduk di kota yang terkadang bersifat apatis atau cuek. Masyarakat di desa umumnya masih begitu kental rasa toleran dan saling peduli. Jangan kaget bila ketika berpapasan dengan penduduk lokal Anda akan disapa meskipun Anda tidak mengenal mereka.

Nah, bagaimana, apa anda siap berlibur ke Desa Ulu Maras? (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *