Dahulu Kumuh Kini Cantik! 5 Kampung Wisata di Surabaya yang Kreatif dan Unik

Menjadi ibukota Jawa Timur, kota metropolitan sebesar Surabaya dihuni oleh berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai profesi. Tak heran, kepadatan penduduk di Surabaya kian meningkat dan sering memunculkan pemukiman padat penduduk yang kumuh.

Melihat hal ini, pemerintah kota Surabaya yang dipimpin oleh Ibu Walikota, Tri Risma  Harini mencoba untuk menyulap kondisi perkampungan kumuh agar lebih sedap dipandang.

Dengan latar belakang sebagai orang pertamanan dan kebersihan di Surabaya, setiap penjuru kota ditempatkan taman – taman yang indah dan fungsional. Sementara itu, pemukiman yang kumuh dan padat, mendapatkan sentuhan “ajaib” yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di kota Surabaya itu.

Alhasil, saat ini kota Surabaya menjadi salah satu kota percontohan yang diteladani kota –kota besar lain di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Tidak hanya kampung dan jalanan kota, sang walikota juga bahkan turun langsung untuk membenahi pasar – pasar yang kumuh dan kotor.

Dari tangan ajaibnya tersebut, muncul sebutan baru bagi kampung – kampung kumuh sebelumnya, menjadi kampung wisata yang unik.

Nah, bila Anda berkesempatan singgah ke Surabaya, jangan lupa mampir ke 5 kampung wisata yang unik dan kreatif berikut ya:

1. Kampung Herbal

bengkelacmobilsurabayablog.wordpress.com

Minuman herbal saat ini kembali marak diminati oleh masyarakat secara luas. Tidak hanya di dalam negeri, industri jamu sudah terkenal hingga ke berbagai negara di dunia. Bahkan, baru – baru ini diadakan pameran jamu di Perancis yang mengundang perhatian banyak masyarakat dunia untuk mau mencoba minuman herbal sehat asli Nusantara.

Seperti produksi kampung Herbal yang berada di Jl. Genteng Candirejo, Surabaya ini. Baru dirintis mulai 2008, kampung Herbal mendapatkan pembinaan langsung dari Dinas Pertanian Kota Surabaya untuk menumbuhkan aneka jenis tanaman berkhasiat obat. Seperti daun dewa, jahe, kencur, kunyit, sambiloto, kapulaga, daun mint, belimbing wuluh, dan masih banyak lagi.

Kemudian, tanaman herbal yang sudah siap petik diolah menjadi minuman herbal siap saji. Seperti beras kencur, sinom, kunir asem dan lainnya. Setelah, berbagai minuman dan makanan herbal sudah terwujud dalam kemasan yang praktis, masyarakat kampung Herbal akan memasarkan produk – produk tersebut di dalam kota dan luar kota.

2. Kampung Lontong

republika.co.id

Masyarakat Jawa Timur pasti sudah tidak asing lagi dengan aneka jenis makanan asli Surabaya yang berbahan dasar lontong. Sebut saja rujak, lontong balap, tahu campur, tahu telur, gado – gado, pecel, bakso dan masih banyak lagi. Makanan dari Surabaya biasanya menggunakan bumbu yang pedas dengan saus kacang yang gurih. Agar tidak terlalu eneg, maka nasi diganti dengan bahan lontong.

Berusaha memenuhi permintaan bahan makanan lontong yang cukup tinggi, sebuah kampung yang berada di Jl. Banyu Urip 10 dan 11 Surabaya memproduksi sekitar 400 lontong per rumah tangga setiap harinya.

Jumlah warga yang memproduksi lontong ada sekitar 100 unit home industry itu pun terkadang masih belum bisa memenuhi permintaan lontong yang tinggi. Terutama di bulan – bulan Ramadhan, Lebaran atau hari libur nasional lainnya.

3. Kampung Kue

www.jawapos.com

Selain makanan berat, kampung lain yang tak kalah ramai bahkan sejak pukul 02.30 WIB adalah kampung kue yang ada di Jl. Rungkut Lor II Surabaya.

Pasalnya, warga di sini mayoritas merupakan pengusaha kue tradisional atau jajanan pasar beraneka macam. Selain dijual sendiri, kue – kue yang dihasilkan juga dipasarkan di beberapa pasar yang ada di seluruh Surabaya.

Semakin pagi, maka kue nya juga masih baru dan “fresh from the oven”. Setelah sore, kue – kue akan dijual obral dengan harga yang murah untuk menghabiskan persediaan.

Kampung kue bisa menghasilkan sekitar 100.000 kue per harinya. Tercatat ada sekitar 100 warga yang menjadi pedagang kue dan setiap hari bisa menghasilkan 1000 kue.

Macam – macam jenis kuenya seperti risoles, putu ayu, nagasari, gethuk, onde- onde dan lain – lain.

4. Kampung Tempe

liputan6.static6.com

Dijuluki kampung Tempe karena warga yang berdomisili di Jl. Tenggilis Kauman, Surabaya merupakan pusat industri rumah tangga penghasil tempe terbesar di seluruh Surabaya.

Tercatat ada sekitar 200 warganya yang menjadi pengusaha tempe. Setiap hari, tak kurang dari 3 kuintal tempe mentah diolah untuk menjadi bahan dasar tempe yang dipasarkan ke seluruh pasar dan tempat kuliner di Surabaya.

Baca juga:

Liburan Sekolah, Bawa Anak-anak Berwisata ke 7 Taman Hiburan Terbaik di Indonesia

 

5. Kampung Sepatu

blogspot.com

Fashion item berupa sepatu juga bisa dijumpai di kampung sepatu yang berada di Tambak Osowilangun, Benowo, Surabaya. Para warganya merupakan pengrajin sandal dan sepatu yang sudah turun – temurun berproduksi sejak 1950-an.

***

Wah, unik dan kreatif ya! Jangan lupa tengok 5 kampung unik di Surabaya ini dan mendapatkan oleh – oleh untuk keluarga tercinta di rumah.

Pastikan perjalanan wisata Anda ke seluruh destinasi di Indonesia, menggunakan jasa agen travel wisata terpercaya dan profesional. Jari Adventure, mitra perjalanan yang handal dan berkualitas.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.