Cocok untuk Mahasiswa dan Pecinta Buku, 7 Landmark Sastra di Beijing yang Harus Dikunjungi

Beijing merupakan ibu kota dari Negara Cina selama lebih dari seribu tahun lamanya. Pantas saja jika Beijing memiliki sejarah yang sangat kental hingga kini. Termasuk dari segi sastra yang hanya bisa disaingi oleh Shanghai. Kota Beijing menjadi rumah dari beberapa tokoh sastra terkenal di Cina seperti Lu Xun dan Cao Xueqin.

Jika Anda berkunjung ke Beijing, pastikan untuk mampir ke beberapa landmark sastra yang banyak dikunjungi oleh para pecinta buku seperti Anda. Apa saja?

1.    Lu Xun Museum

Museum dengan lantai dua ini berada di bekas kediaman Lu Xun (1881-1936). Lu Xun sendiri merupakan ayah dari seorang sastra Cina modern di Bejing (1912-1926). Museum ini berisi Salinan tulisan Lu Xun, barang pribadi, serta foto-fotonya. Ada juga edisi pertama beberapa karya yang sangat keren.

Di sini juga terdapat toko buku kecil untuk pengunjung yang ingin membeli buku dalam terjemahan Bahasa Cina dan Inggris. Tiket masuk gratis, namun pastikan untuk membawa paspor Anda.

Lu Xun sendiri terkenal dengan cerita pendeknya seperti The True Story of Ah Q dan Diary of a Mad man. Karyanya mengungkapkan segala keinginannya serta kritiknya terhadap masyarakat Tiongkok.

2.    Lai Jin Yu Xuan Tea House

Selanjutnya merupakan Lai Jin Yu Xuan Tea House yang berada di bagian barat taman Zhongshan, tepatnya di sebelah Forbidden City.Restoran ini dibangun sebagai rumah the di taun 1915.

Tempat ini juga menjadi tempat kelompok studi sastra CIna modern saat pertama kali didirikan di tahun 1921. Di sinilah tempat dari sastrawan terkenal seperti Lu Xun, Zheng Zhenduo, Ye Shengtao dan Shen Yangbing.

Bangunan berwarna merah tua dengan arsitektur tradisionalnya memang sangat klasik. Ada juga kolam dan pohon willow yang menambah kesan artistic.

3.    Cao Xueqin Memorial

Sesuai Namanya, peringatan untuk Cao Xueqin (1715-1764) ini merupakan bekas rumah dari Cao Xueqin sendiri yang berada di dalam Taman Botani Beijing.

Ia adalah penulis mahakarya di abad ke-18 salah satunya adalah The Dream of the Red Chamber. Ia juga terkenal sebagai salah satu dari Empat Novel Klasik Besar China.

Karyanya berisi wawasan yang jelas mengenai kehidupan perempuan dinasti Qing.

Cao Xueqin Memorial dibuka pada tahun 1983 dengan halaman persegi Panjang serta 18 kamar yang dikelilingi oleh pemandangan alam. Anda bisa melihat pameran tentang karya Cao dan kehidupannya.

4.    Mao Dun’s Former Residence

Selanjutnya ada Mao Dun’s Former Residence, kediaman yang berada di Distrik Dongcheng. Rumah ini dulunya adalah rumah seorang penulis, penerjemah, sekaligus kritikus budaya yang bernama Shen Yanbing (1896-1981) dengan nama pena Mao Dun.

Karya paling terkenalnya adalah Spring Silkworms dan Midnight yang sempat diangkat sebagai karya besar sastra Cina Modern realis.

Mao Dun sendiri tinggal di rumah ini selama tujuh tahun terakhir hidupnya. Ada sekitar 400 kenangan yang bisa Anda temukan di sini termasuk manuskrip, surat lama, hingga kamar tidur aslinya.

baca juga:

Sudah Pernah Coba Snorkeling? Selami 7 Spot Diving Favorit di Indonesia Ini

 

5.    Lao She Museum

Lao She adalah seorang satiris, dramawan, dan novelis yang sangat popular di Cina pada abad ke-20. Di Revolusi Kebudayaan, ia dicap sebagai kontra-revolusioner subversive.

Ia sempat terkena pemukulan oleh Red Guards hingga menenggelamkan dirinya di Danau Taiping di Beijing pada 24 Agustus 1966.

RUmah ini menjadi tempatnya serta istrinya tinggal. Ia juga sempat menulis beberapa karya terakhirnya. Ada halaman yang dihiasi dua pohon kesemek yang ditanam oleh Lao She di tahun 1954 dan selalu berbuah di musim gugur.

Museum ini berisi potongan koran, foto, barang pribadi, hingga kalender yang terbuka hingga hari kematiannya.

6.    The National Museum of Modern Chinese Literature

Museum yang satu ini wajib untuk Anda kunjungi karena menjadi museum sastra yang didanai negara terbesar di dunia.

Museum ini juga menjadi perpustakaan penelitian akademik. Di dalamnya menyimpan koleksi manuskrip, surat, surat kabar, serta karya asli dari raksasa sastra di Tiongkok.

Di dalamnya juga terdapat perpustakaan pribadi dan studi dari tokoh terkenal seperti Zhou Yang, Yao Xueyin, dan yang lainnya. Arsitektur Tiongkok yang digunakan sangat menenagkan.

Ada 4 ruang pameran dalam museum yang mencatat perkembangan sastra Tiongkok serta akhir dari Dinasti Qing. Selain itu, museum ini juga sering mengadakan kuliah akademik.

Para pecinta sastra atau penulis, tentunya akan sangat tertarik dengan beberapa spot sastra terbaik di Beijing. Kapan lagi bisa berlibur sambil mengenal budaya sastra dari negara orang? Selamat mengeksplore!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.