Cantiknya Situ Patenggang di Antara Hijaunya Kebun Teh Ciwidey

Situ PatenggangJawa Barat memang menyimpan potensi wisata yang seakan tidak ada habisnya. Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi Kawah Putih di kawasan Ciwidey, tidak ada salahnya mampir sejenak ke Perkebunan Teh Rancabali. Tujuan wisata yang banyak disukai wisatawan untuk piknik ini tidak hanya menyajikan pemandangan hamparan hijau tanaman teh dan hawa sejuk, tapi juga danau cantik yang melengkapi keindahan alam. Namanya Situ Patenggang atau Patengan.

Lokasi Situ Patenggang

Secara administratif, Situ Patenggang ini berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jaraknya dari pusat Kota Bandung juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar lima puluh tujuh kilometer yang bisa ditempuh dengan satu jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Rute paling mudah yang bisa Anda ikuti adalah melewati Jalan Raya Kopo menuju selatan, ke arah Ciwidey atau Kecamatan Rancabali. Nantinya akan melewati gerbang menuju Kawah Putih Ciwidey, lanjutkan perjalanan hingga bertemu papan nama Situ Patenggang.

Legenda Situ Patenggang

Situ Patenggang mendapatkan namanya dari bahasa Sunda, yaitu “situ” yang berarti danau, dan “patengan” berarti saling mencari. Konon ada kisah asmara di balik timbulnya danau indah ini. Adalah Dewi Rengganis dan Ki Santang yang saling mencintai, namun terpisah untuk waktu yang lama. Mereka kemudian memutuskan untuk bertemu di tempat yang kini dikenal sebagai Batu Cinta.

Baca juga: Pulau Sangiang, Surga Tersembunyi di Serang, Banten

Dewi Rengganis ini kemudian meminta dibuatkan sebuah danau dan perahu, agar mereka berdua dapat berlayar bersama. Perahu tersebut oleh penduduk sekitar diyakini menjadi Pulau Asmara atau Pulau Sasaka yang berbentuk hati.  Boleh percaya atau tidak, sepasang kekasih yang mengunjungi Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara, cintanya akan bertahan abadi.

Pesona Situ Patenggang

Terlepas dari legendanya yang menarik, Situ Patenggang terletak di daerah dengan ketinggian mencapi 1600 meter di atas permukaan laut. Dengan suhu di bawah dua puluh derajat Celcius, didukung panorama perkebunan teh yang hijau dan asri seluas 1500 hektar, menyajikan sensasi unik dan tidak terlupakan bagi siapa saja yang berkunjung ke tempat ini. Tidak hanya tanaman teh ada juga pohon-pohon pinus yang tumbuh di sekeliling danau dan mempercantik pesona danau.

Atraksi wisata

Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Situ Patenggang. Cara paling disukai para pengunjung, terutama yang datang secara berpasangan adalah mengunjungi Batu Cinta yang terdapat di seberang danau. Walau berangkat dari mitos, mengelilingi Pulau Asmara bisa jadi kegiatan mengasyikkan. Dengan menyewa perahu, Anda bisa mengelilingi pulau yang terletak di bagian tengah danau. Tampilannya rindang menyejukkan mata karena ditumbuhi banyak pepohonan.

Sarana transportasi air

Selain perahu yang selalu tersedia bagi pengunjung untuk mengelilingi Situ Patenggang, pengunjung juga bisa memilih sarana transportasi air lainnya. Mulai dari perahu motor, perahu dayung, dan sepeda air. Masing-masing ditawarkan dengan harga sewa yang berbeda, sesuai dengan yang ditentukan oleh pihak pengelola.

Puas mengelilingi danau, Anda bisa mengajak seluruh anggota keluarga atau rombongan untuk berpiknik di tepi danau. Kegiatan ini makin seru berkat tersedianya fasilitas gazebo atau sejumlah tempat duduk yang tersedia di sana. Menyewa tikar juga menjadi cara yang paling sering dilakukan wisatawan untuk bersantai bersama dengan kerabatnya. Harga sewa tikar ini cukup murah, pengunjung dapat menebusnya dengan biaya sebesar 10 ribu rupiah.

Wisata kuliner

Selain membawa bekal makanan dan minuman sendiri, untuk memanjakan perut anda, di pinggir danau Situ Patenggang sudah tersedia restoran dan rumah makan yang menyajikan menu khas bandung. Sarana toilet dan mushola pun sudah tersedia, sayangnya keadaannya cukup memprihatinkan karena tidak mendapatkan perhatian dari pengelola. Ada beberapa toilet yang rusak bahkan sama sekali tidak bisa digunakan.

Jika pengunjung ingin lebih lama menghabiskan hari menikmati keindahan danau, pihak pengelola sudah menyediakan penginapan dan villa. Tapi harga yang ditawarkan cukup membuat para pengunjung harus sedikit merogoh kantong lebih dalam. Untuk weekend dan hari libur, tarif per malam yang diminta adalah sebesar 1,2 juta. dan untuk hari biasa tarifnya 800 ribu per malam.

Tarif tiket masuk

Tarif yang dikenakan untuk wisatawan yang datang bervariasi. Untuk pengunjung lokal hanya dikenai 18 ribu rupiah per orang untuk hari biasa, sedangkan di hari libur Anda harus mengeluarkan biaya 20 ribu rupiah. Perbedaan mencolok terlihat pada mahalnya tiket masuk wisatawan asing, dimana per orang dikenai biaya 100 ribu rupiah dan biaya tambahan 13 ribu. Namun, hal ini sudah sangat lumrah mengingat tempat-tempat wisata di Indonesia selalu menjadi daya magnet bagi wisatawan asing yang ingin menengok keindahan alam di Nusantara.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, pesona alam Situ Patenggang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Rugi jika tidak datang ke sini lho! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *