Candi Cangkuang Garut, Warisan Leluhur Rumah Adat Kampung Pulo

Wisata sejarah yang ada di Indonesia memang memiliki sejuta keindahan. Indonesia memiliki banyak sekali wisata sejarah yang tersebar di seluruh daerah.

Mulai dari barang peninggalan bersejarah, daerah bersejarah, dan yang lainnya. Salah satu barang bersejarah yang sering di temui di Indonesia adalah candi.

Salah satu candi dengan sejarah yang luar biasa adalah Candi Borobudur yang sudah mendunia dan menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain Candi Borobudur, salah satu candi lainnya yang patut Anda kunjungi karena sisi sejarah dan keindahannya adalah Candi Cangkuan Garut.

Jika Anda adalah seorang traveler sejati dan pemburu wisata sejarah, maka Anda wajib untuk mengunjungi candi yang satu ini. Sesuai namanya, candi ini berada di desa Cangkuang, Kota Garut.

Cangkuang sendiri diambil dari nama jenis tanaman pandanyang tumbuh di sekitar kawasan candi. Tanaman pandan tumbuh subur di sekitar makam Embah Dalem Arief Muhammad.

Leluhur Kampung Pulo

koperbunda.com

Kampung Pulo dikelilingi oleh danau. Oleh karena itu, membutuhkan perahu atau rakit untuk menyebrangi danau kecil sebelum mencapai Candi Cangkuang.

Setelah menyebrang, Anda akan disambut oleh sebuah daratan kecil yang subur  dan hijau. Kawasan Candi Cangkuang dikelilingi oleh gunung-gunung besar.

Antara lain: Gunung Haruman, Pasir Kedaleman, Pasir Gadung, Gunung Guntur, Gunung Malang, dan Gunung Mandalawangi serta Gunung Kaledong. Bayangkan saja betapa indahnya desa yang penuh dengan pesona alam ini.

Dengan keindahan alam yang luar biasa ini, tidak mengherankan jika kawasan desa ini menjadi cagar budaya. Kebudayaan adat kampung Pulo juga menghiasi di semua tempat.

Meskipun kawasan ini adalah kawasan perdesaan, Anda tidak perlu khawatir soal tempat penginapan. Garut sendiri memang kaya akan destinasi wisata. Sehingga ada banyak tempat penginapan berupa hotel dan homestay yang tersebar.

Kawasan Candi Cangkuan Garut

indowalk.com

Kawasan Candi Cangkuang dikelilingi oleh 6 rumah adat serta 1 mushalla kecil. 6 rumah adat ini diklaim sebagai rumah orang-orang yang menjadi keturunan Arif Muhammad.

Arif Muhammad adalah seorang penyebar agama Islam yang pertama di daerah ini. Oleh karena itu, beberapa rumah adat tersebut masih menggunakan bahan material yang asli dari lampau hingga saat ini.

gadoga-wildansari.blogspot.com

Lingkungan dengan adat yang kental membuat norma dan kehidupan masyarakat masih tradisional. Salah satu norma adat di kampung ini adalah penetapan jumlah kepala keluarga sejumlah 6 orang.

Rute lokasi Candi Cangkuan Garut

Ali Muakhir

Rute menuju kawasan Candi Cangkuang Garut ternyata tidak telalu sulit. Waktu yang Anda tempuh adalah sekitar 4 hingga 6 jam.

Jika Anda berada pada jalanan yang macet, maka sudah pasti Anda akan menghadapi perjalanan lebih dari 6 jam. Anda bisa melewati tol Cipularang hingga sampai di Cagak Nagreg.

Lanjutkan perjalanan hingga Anda dan rombongan sudah tiba di kota Garut. Dari Garut, Anda harus melanjutkan perjalanan menuju alun-alun kecamatan Leles.

Dari sini, pilih ke kiri dan masuk ke kawasan desa. Ikuti saja jalan desa ini hingga sampai ke kawasan  Candi Cangkuang.

Transportasi bus

Jika Anda berangkat dengan kendaraan umum, maka Anda bisa menaiki bus dari terminal Pondok Cabe atau Kampung Rambutan ke arah kota Garut.

Bus paling recommended adalah bus Primajasa karena selain memiliki banyak bus, bus ini memiliki tarif yang lebih murah dari bus lainnya.

Setelah menaiki bus ini, Anda bisa turun di Alun-alun Kecamatan Leles. Dari sini, Anda bisa menaiki transportasi umum lainnya berupa andong atau delman.

Tenang saja, karena transportasi ini hanya memakan biaya sekitar 5 ribu rupiah saja.

Anda juga bisa mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki angkutan tradisional ini. Nikmati panorama indah selama perjalanan. Selain andong, Anda juga bisa menyewa jasa ojek agar waktu menjadi lebih cepat.

Setelah sampai di kawasan Candi Cangkuang, Anda harus menyeberangi danau kecil dengan menggunakan rakit atau perahu.

Hanya membutuhkan biaya 10 ribu rupiah saja untuk menyewa jasa rakit. Panorama dari atas rakit tidak boleh Anda sia-siakan.

Keindahan danau yang dikelilingi oleh gunung-gunung dan pepohonan hijau sangat menyejukkan mata. Suara airnya sangat menenangkan.

Anda juga akan menemukan beberapa pengamen yang bersenandung tanpa mengganggu kenyamanan Anda. Setelah beberapa saat, Anda akan sampai di pulau kecil lokasi Candi Cangkuang

Baca juga:

Pengen Liburan Rame-rame Selama Bulan Ramadhan, Kemana ya Destinasinya?

 

Kaya sejarah dan arkeologi

kompas.id

Lokasi Candi Cangkuang sendiri berada di puncak lokasi pulau kecil tersebut. Anda harus melewati tanjakan yang tinggi. Candi ini teryata didirikan sekitar abad ke 8 Masehi.

Namun, konstruksi candi ini sudah tak nampak seperti aslinya karena sudah direkonstruksi oleh arkeolog. Menurut sejarah catatan Belanda, seorang arkeolog bernama Profesor Uka Candrasasmita menemukan candi ini.

70 persen bangunan ini sempay runtuh, namun sudah di rekonstruksi pada tahun 1974. Anda akan menemukan patung arca Siwa di atas lembu yang terletak di bagian tengah candi.

Candi ini ditutup agar tidak dirusak oleh tangan-tangan nakal. Banyak orang yang melempari arca tersebut dengan koin tanpa alasan yang jelas hingga sekarang.

***

Pastikan kemana pun destinasi liburan Anda, hanya Jari Adventure tour and travel yang menemani perjalanan wisata Anda ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.