Benteng Tabanio di Tanah Laut, Semangat Sejarah Tergerus Waktu

Benteng Tabanio di Tanah Laut – Sebagai benteng pertahanan Belanda, Benteng Tabanio di Tanah Laut merupakan bangunan arsitektur khas pertahanan militer belanda yang berada di muara sungai.

Bangsa Belanda banyak membangun benteng pertahanan sebagai simbol pertahanan militer serta basis dan markas tentara di pulau – pulau besar. Seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Namun, tidak sedikit pula dijumpai benteng – benteng sebagai tempat persembunyian dan basis pertahanan militer di pulau – pulau terpencil seperti di Tanah Laut, Kalimantan selatan.

Tanah Laut Kaya akan rempah

Bukan tanpa alasan, Belanda membangun basis pertahanan militer Benteng Tabanio di Tanah Laut. hal ini karena bangsa Belanda yang sedang giat mencari negeri jajahan yang kaya dan subur menemukan aset – aset berharga di tanah Banjar. Di antaranya, lada hitam dan lada putih, gula dan sebagainya.

Tak hanya itu, untuk menunjang penjajahan ini. Belanda bahkan membangun sebuah dermaga dan kota pelabuhan kecil yang bergaya arsitektur Eropa. Tanah laut pun berubah menjadi kota pelabuhan yang cantik mirip dengan nuansa – nuansa kota Den Haag di Belanda.

Lokasi Benteng Tabanio

Benteng Tabanio  sendiri berlokasi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Desa Tabanio kerap diucapkan oleh  bangsa Belanda dengan pengucapan “Tabenieuw” yang menjadi nama sungai di desa ini sesuai apa yang ditulis oleh pengarang W.A. van Rees pada  1855.

Tata bangunan dan arsitektur Benteng Tabanio

Di setiap sudut Benteng Tabanio terdapat bastion atau semacam balkon yang berbentuk melingkar. Sedangkan, pintu masuk gerbang utama sengaja berhadapan  ke laut. Dilihat dari segi wisata, Benteng Tabanio memang menawarkan panorama yang sangat memukau.

Baca juga:

Pantai Swarangan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Tinggi tembok yang mengelilingi Benteng Tabanio sekitar 4 meter. Di sejumlah ruang, terdapat bangunan yang sengaja dibuat tanpa dinding, namun permukaan lantai ditinggikan seukuran tembok benteng untuk memudahkan pengawasan terhadap sekitar area benteng.

Dilihat dari atas, Benteng Tabanio berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar. Dan di antara sudut atas ditempatkan bendera – bendera yang menjulang sehingga pihak luar akan mudah mengenali lokasi benteng tabanio.

Sejarah pembangunan Benteng Tabanio

Pertahanan benteng tabanio dibangun pada awal 1779, menggunakan dana yang dikucurkan oleh kongsi dagang VOC sekitar 6 Juli 1779. Setelah mengantongi perjanjian dengan Kesultanan Banjar, pihak VOC kemudian memonopoli perdagangan rempah – rempah dan membangun benteng tabanio untuk memudahkan bisnisnya.

Bisnis yang dijalankan di sekitar benteng tabanio di antaranya tambang emas, perikanan serta rempah – rempah lada.

Selain benteng tabanio, tercatat sejumlah benteng lain yang didirikan. Di antaranya benteng pengaron, benteng gunung lawak serta benteng di sekitar Istana Martapura.

Tujuan dibangun Benteng Tabanio

Benteng tabanio didirikan sebagai basis militer dan mempertahankan komoditi bisnis pihak Belanda di Tanah Laut yang memberikan keuntungan berlimpah. Benteng tabanio menjadi lokasi pertahanan dari serangan para pejuang pribumi dan menjadi pemukiman bangsa Belanda sementara waktu.

Meski benteng tabanio terbilang kokoh dan kuat, namun para pejuang pribumi sangat gigih melakukan perlawanan. Buktinya, terjadi perang banjar pada 1859 sampai 1905 untuk mengalahkan militer belanda yang ada di Benteng Tabanio.

Situs benteng tabanio di masa kini

Meski pernah menjadi sebuah benteng yang sangat kokoh dan kuat, benteng tabanio di masa kini sudah punah dan tak bisa dijumpai lagi seperti bangunan semula. Memang sungguh memprihatinkan dan disayangkan, tetapi karena berbagai faktor. Entah faktor bencana alam, cuaca atau kondisi lingkungan, bangunan Benteng Tabanio tidak bisa dipertahankan dan lama – kelamaan musnah digerus waktu.

Kini hanya bisa dilihat sisa – sisa peninggalan Benteng Tabanio berupa padang rumput yang sangat luas. Dengan papan nama yang bertuliskan “Benteng Tabanio” dan kini diambil alih dalam penelitian oleh pihak Balai Arkeologi Banjarmasin.

Di sekitar Benteng Tabanio juga sudah banyak pemukiman penduduk yang tergolong ramai dan hampir – hampir sulit dipercaya jika dahulu lokasi yang mereka pijak adalah sebuah benteng yang dikelilingi tembok kokoh untuk pertahanan militer Belanda.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *