Benteng Madang, Wisata Sejarah Kawasan Hulu Sungai Selatan, Kalsel

Benteng Madang – Pariwisata yang ditawarkan Kalimantan Selatan tergolong cukup beragam. Ada cagar alam, makam leluhur, rumah adat, masjid, pasar terapung, goa, pantai, jembatan, gedung atau bangunan bersejarah dan lain sebagainya. Salah satu obyek wisata sejarah yang bisa dikunjungi saat Anda berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan adalah Benteng Madang, sebuah benteng pertahanan yang dibangun oleh Pangeran Antasari pada masa perang Banjar melawan penjajah Belanda. Bagaimana peperangan yang terjadi di Benteng Madang yang kini beralih menjadi salah satu obyek wisata yang menarik di kawasan Hulu Sungai Selatan ini? Ayo, jangan lewatkan penjelasannya dalam artikel berikut ini!

Lokasi Benteng Madang

Benteng Madang berlokasi di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sunai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Dari ibukota Banjarmasin, benteng ini berjarak sekitar 140 km jauhnya. Sementara dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Benteng terletak tak begitu jauh hanya berjarak 8 km saja dari Pusat Kota Kandangan yang merupakan Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Saat pecah perang Banjar, salah satu strategi pertempuran yang dipilih oleh Pangeran Antasari dan Damang Lehman, pemimpin dari Banua Amandit, adalah memerintahkan Tumenggung Antaludin untuk membangun sebuah benteng pertahanan di puncak Gunung Madang. Gunung Madang yang merupakan bagian dari Pegunungan Meratus yang membelah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dua bagian ini dipilih sebagai lokasi benteng karena dianggap yang paling strategis untuk pertahanan. Dari Benteng Madang, daerah di sekeliling gunung dapat terlihat dengan jelas dan letaknya pun cukup tersembunyi karena tertutup hutan dan semak belukar serta bambu yang tumbuh di sekitarnya.   

Infrastuktur Benteng Madang

Bangunan benteng terbuat dari kayu madang yang didapat dari daerah sekitar Gunung Madang. Luas total benteng pertahanan ini adalah 400 meter persegi dengan bangunan benteng yang bertingkat dua. Bagian atas bangunan dipergunakan sebagai tempat pengintaian. Benteng Madang berhasil direbut oleh penjajah Belanda setelah lima kali serangan yang berbeda di mana serangan yang pertama terjadi pada 3 September 1860 saat Benteng Madang masih dalam proses pembangunan. Kegagalan setiap serangan yang dilakukan oleh pihak Belanda dalam merebut benteng ini selalu memakan korban dari pasukan Belanda termasuk perwiranya.

Agresi Belanda terhadap benteng

Pasukan Belanda datang dari Benteng Amawang yang ada di daerah yang sekarang menjadi Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu Kandangan. Pada saat itu, Belanda terlihat begitu menyepelekan pasukan yang dipimpin oleh Pangeran Hidayatullah dan juga pasukan dari Tumenggung Antaludin dan Damang Lehman. Akibatnya, Belanda mengalami kekalahan pada serangan pertama mereka meski pasukan Belanda baru mendekati lokasi benteng.

Baca juga: Pulau Sebuku, Nusa Elok di Kotabaru, Kalimantan Selatan

Serangan kedua dilancarkan keesokan harinya dengan tambahan para tahanan yang dipaksa berperang dan juga membawa mortir. Setelah seorang letnan Belanda yang bernama De Brouw tertembak di pahanya, pasukan Belanda pun terpaksa mengakhiri serangannya. Dari sini, pihak Belanda sadar bahwa untuk merebut Benteng Madang dibutuhkan kekuatan yang lebih besar. Mereka pun menghimpun kekuatan dengan mendatangkan pasukan dari Banjarmasin dan Amuntai.

Peperangan di Benteng Madang

Dipimpin oleh Kapten Kouch, pasukan Belanda melancarkan serangan ke tiga ke Benteng Madang pada 13 September 1860 dengan dukungan artileri berupa mortir dan meriam. Namun sayangnya, saat meriam Belanda diarahkan lebih dekat ke arah benteng, meriam Belanda justru menjadi sasaran empuk peluru meriam dari arah benteng dan akhirnya meriam Belanda bisa dihancurkan. Kegagalan demi kegagalan yang dialami pasukan Belanda ini cukup memalukan bagi pihak penjajah dan kabarnya pun tersiar hingga ke Banjarmasin.

Pemimpin Belanda di Banjarmasin, Jenderal Verspyck kemudian memerintahkan Mayor Schuak untuk membawa batalyon ke-13 lengkap dengan 91 perwiranya untuk bertempur di Benteng Madang. Selain membawa pasukan yang besar, Mayor Schuak juga membawa serta artileri termasuk meriam berat houwitzer. Tiga hari setelah serangan sebelumnya, Mayor Schuak memimpin serangan dibantu dengan Kapten Koch. Namun sayangnya, Belanda belum beruntung dan kembali menelan kekalahan bahkan nyawa Kapten Koch terenggut dalam serangan yang keempat ini. Akhirnya, pada 22 September 1860, pasukan Belanda melancarkan serangan kelimanya ke Benteng Madang dan berhasil merebut benteng.

Pada serangan kali ini, pasukan Belanda melakukannya dengan hati-hati dimana mereka memutuskan untuk tidak menaiki gunung setelah tiba di lokasi. Pasukan Belanda mendirikan tenda tidak jauh dari Gunung Madang untuk menyusun posisi meriam dengan baik agar bisa melindungi pasukan infantri ketika akan menaiki gunung.

Serangan kali ini berlangsung cukup lama. Mulai pagi hari hingga subuh keesokan harinya. Tumenggung Antaluddin dan Damang Lehman melakukan serangan besar-besaran pada pukul 11 malam. Dan berhasil membuat pasukan Belanda kocar-kacir. Keadaan yang gelap membuat pasukan Belanda terpencar dan hal ini dimanfaatkan oleh pasukan di Benteng Madang untuk melakukan pengosongan benteng.

Takluknya Benteng Madang

Keesokan harinya ketika Belanda berhasil mencapai Benteng Madang, .Benteng sudah dalam keadaan kosong tak berpenghuni karena seluruh pasukan Banjar telah dievakuasi. Dua tahun setelah pertempuran Madang. Pangeran Antasari diangkat menjadi Sultan Banjar dan menerima gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.        

Sisa-sisa peninggalan Benteng Madang kini telah direnovasi oleh pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dan dijadikan salah satu obyek wisata sejarah di daerah ini. Pemerintah juga menambahkan tangga pada bangunan benteng untuk mempermudah pengunjung yang ingin naik ke atas benteng. 

Bagi para wisatawan yang meyukai sejarah ataupun penyuka tempo dulu. Pasti akan sangat menyenangkan berkunjung ke sisa-sisa benteng yang menjadi tempat perjuangan para pahlawan Banjar ini. Selamat berkunjung ke Benteng Madang ya (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *