Berarsitektur Gaya Eropa, 8 Bangunan Kolonial Belanda Tercantik di Indonesia

Masih banyak bangunan peninggalan Belanda yang berdiri kokoh di beberapa kawasan Indonesia. Apalagi, Belanda menjajah bangsa kita dalam waktu yang sangat lama sehingga mereka membuat banyak bangunan di berbagai tempat. Bangunan kolonial Belanda bisa ditebak dari arsitektur bangunannya yang berbeda dengan bangunan khas Indonesia.

Ternyata, beberapa bangunan peninggalan kolonial Belanda di bawah ini memiliki arsitektur yang cantik hingga sekarang. Apa saja, mari kita lihat pembahasannya berikut ini

1. Lawang Sewu

Siapa sih belum kenal dengan Lawang Sewu. Bangunan Belanda yang satu ini sangat terkenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Keunikannya terletak pada jumlah pintu yang sangat banyak. Bangunan ini dibangun sejak 27 Februari 1904 oleh arsitek bernama prof Jacob F. Klinkhamer dan juga B.J. Oundag dari Amsterdam. Tujuan pembangunannya adalah sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda.

Lawang Sewu juga menjadi saksi dari pertempuran Lima Hari di Semarang oleh pemuda AMKA dengan Kidobutai dan Kempetai saat masa jajahan Jepang. Ketika berkunjung ke bangunan ini, Anda dapat melihat kaca patrinya yang dihias begitu indahnya.

2. Stadhuis

Bangunan yang kini dikenal dengan nama Museum Fathahillah ini dulunya merupakan Stadhius atau Balai Kota Batavia (Jakarta).

Stadhuis dibangun dari tahun 1707 hingga 1710 oleh Gubernur Jenderal Johan van Hoorn. Bentuknya memang sengaja menyerupai istana Dam di Amsterdam. Anda dapat menemukan patung Hermes dan Meriam Si Jagur di dalamnya.

3. Gereja Katedral

Masih di Jakarta, bangunan yang satu ini memiliki gaya arsitektur yang neo-gotik, ciri khas dari arsitektur gereja di Eropa. Bangunan ini memang dirancang oleh arsitek asal Belanda bernama Marius Hulswit.

Gereja Katedral Santa Maria pelindung Diangkat ke Surga namanya, diresmikan pada tahun 1901 dan terbuat dari logam.

Memang tak lazim untuk sebuah gereja gotik, namun hal ini dijalankan karena mengingat Indonesia merupakan kawasan rentan gempa.

4. Gereja Blendhuk

Dari Jakarta, kini kita beralih ke Semarang. Kota ini juga memiliki gereja Kristen protestan tertua di Jawa Tengah! Tepatnya, bangunan ini dibangun di tahun 1753 dengan arsitektur bergaya baroque.

Disebut Gereja Blendhuk karena bagian atasnya terdapat kubah bulat berlapis perunggu. Gereja ini juga menjadi icon dari kota Semarangm, lho! Jadi jangan lupa untuk berkunjung ya!

Baca juga:

Ada Kapal Pinisi Seharga 2 Milyar, Mendamba Pesona Bulukumba yang Jelita

 

5. Gedung Bank Indonesia – Yogyakarta

Yogyakarta memiliki banyak bangunan peninggalan kolonial, salah satunya adalah Gedung Bank Indonesia yang dulunya disebut sebagai de Javasche Bank. Gedung ini diresmikan di tanggal 1 April 1879 menjadi kantor cabang ke-8 di Indonesia.

Gedung Bank Indonesia memiliki aristektur Eropa hasil rancangan Hulswitt dan Cuypers. Dua menara gedung ini dicat emas dan letaknya tak jauh dari Istana Kepresidenan RI.

6. Gedung Bank Indonesia – Cirebon

Gedung Bank Indonesia yang satu ini berasal dari Cirebon. Bangunan ini menjadi kantor cabang ke-5 yang dibuka di tanggal 1 Juli 1866 di Jalan Yos Sudarso no 5 Cirebon.

Keunikan dari gedung ini terletak pada menaranya yang hanya 1 dan berbeda dari gedung Bank Indonesia lainnya, serta gapura bergaya Majapahit di depan bangunan utama.

7. Gedung London Sumatera

Bangunan yang dibangun pada 1906 ini menjadi kantor perusahaan perkebunan Harrisons & Crossfield plc yang pusatnya berada di London.

Gedung London Sumatera memiliki arsitektur keren bergaya transisi dan mirip dengan perumahan Londonp Letaknya di Kelurahan Kesawan, Keecamatan Medan Barat. Jangan lupa untuk berkunjung ke gedung cantik ini ya!

8. Istana Buitenzorg

Semua orang pasti tahu dengan Istana Bogor yang sangat indah bahkan terindah dari 6 Istana Kepresidenan RI. Ada danau dan rusa-rusa jinak di dalam Kebun Raya Bogor. Disebut dengan Buitenzorg yang artinya Tanpa Kekhawatiran.

Gedung ini dibangun karena Gubernur Jenderal van Imhoff terpesona dengan desa kecil di Bogor. Akhirnya dibangunlah Istana yang menyerupai Blenheim palace di Inggris.

Istana ini sempat roboh ketika Gunung Salak meletus di tahun 1834 dan dibangun kembali di tahun 1850 silam.

Uniknya, Istana ini memiliki ratusan karya seni seperti patung Hercules, patung pegasus, dan lukisan karya Basuki Abdullah.

Bagaimana, masih banyak bukan bangunan peninggalan kolonial yang masih cantik dan kokoh. Bangunan Belanda dan penjajah lainnya memang terlihat mencolok dan memiliki sejarah masing-masing sehingga bisa dilestarikan. Bangunan mana saja yang sudah pernah Anda singgahi

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.