Bagai Mendapat Durian Runtuh di Durian Jatohan Haji Arif

Rumah Durian Haji ArifSiapa tidak mengenal durian? Buah yang mendapatkan nama dari kulitnya yang berduri ini sering difavoritkan karena rasanya yang manis dan legit. Jika Anda berkesempatan melewati atau berkunjung ke Serang, Banten, wajib mampir ke Warung Duren Jatohan Haji Arief, atau biasa disingkat dengan DJHA. Tempat penjualan durian ini termasuk legendaris di Banten karena sudah ada sejak tahun 1970.

Di sini memang menjadi surganya durian, tidak hanya menjajakan berbagai durian manis, tapi juga olahannya. Untuk sup durian misalnya, semangkuk es durian ditambah irisan keju hanya dibanderol sepuluh ribu rupiah. Begitu juga dengan menu jus durian, es krim, keripik biji durian, dodol, pancake, dan ketan durian dihargai mulai sepuluh ribu rupiah.

Lokasi Rumah Durian Haji Arif

Rumah Durian Haji Arif terletak di Jalan Raya Serang – Pandeglang KM 14, Kabupaten Serang, Banten. Jarak dari Jakarta hanya sekitar delapan puluh kilometer. Anda cukup mengarahkan kendaraan melalui Tol Tangerang – Merak, lalu sekeluarnya dari pintu Tol Serang Timur, kendarai menuju Kabupaten Pandeglang.

Dulunya Warung Duren Jatohan Haji Arief ini hanya dijadikan tempat para petani menitipkan hasil panennya untuk dijual kembali. Tapi sejak mendapatkan bantuan dari Kementerian pariwisata dan Kementerian Pertanian pada tahun 2005, kawasan ini dibangun mulai tahun 2007 dan dijadikan warung berlantai tiga dengan sebagian besar komponennya berbahan bambu.

Ribuan orang pengunjung

Beratus orang datang ke Warung Duren Jatohan Haji Arief untuk mencicipi durian berkualitas. Pengunjung dapat mencicipi daging durian, sebelum memutuskan untuk membelinya untuk disantap langsung di tempat atau dibawa sebagai oleh-oleh. Harga durian yang ditawarkan bervariasi, tergantung jenis, ukuran, dan kualitas rasa durian, mulai dari lima belas ribu hingga seratus dua puluh lima ribu rupiah per buah.

Baca Juga: Pulau Sangiang, Surga Tersembunyi di Banten

Salah satu durian yang dijual di warung ini didapatkan dari kebun di Desa Tamansari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Buah durian ini baru akan dipanen saat durian benar-benar matang dan lepas dari dahannya. Agar tidak rusak saat jatuh dari pohon setinggi tiga puluh meter ini, buah durian sebelumnya sudah diikat dengan tali rafia, sehingga terlihat menggantung di pohon.

Pasokan duren berbagai daerah

Selain Banten, durian-durian ini juga dipasok dari propinsi lainnya seperti Lampung, Aceh, Jawa Timur, jawa Barat, dan Kalimantan Tengah. Jenisnya pun bervariasi seperti tembaga, petruk, bajul, dan mentega. Uniknya lagi, Warung Durian Jatohan Haji Arif ini berani memberikan garansi mengganti durian yang dianggap tidak enak, kurang manis, atau busuk. Walau hanya terdapat satu biji saja yang busuk, tetap akan diganti satu durian utuh. Tapi pemilik warung baru memberikan garansi jika durian dibeli dengan harga empat puluh ribu ke atas.

Jika sedang tidak musim, buah durian bergaransi tersebut ditawarkan dengan harga empat puluh ribu hingga seratus ribu rupiah. Sedangkan yang tanpa garansi dihargai lima belas ribu hingga tiga puluh ribu. Setelah sepakat soal durian dan harganya, pengunjung dapat memilih duduk di dipan yang sudah disediakan dan menunggu sebentar untuk durian yang sudah terbelah.

Suasana di Rumah Durian Haji Arif

Dengan warung berlantai tiga dan memiliki luas dua ribu meter persegi ini, Durian Warung Durian Jatohan Haji Arif ini mampu menampung hingga seribu orang. Agar memberikan kesan santai, digunakan dipan sebagai tempat duduk di lantai satu sebanyak lima dipan, sedangkan di lantai dua terdapat tiga belas dipan. Buat yang ingin bersantai bersama keluarga, bisa memilih lantai tiga berupa tempat lesehan yang dilengkapi dengan meja-meja berkaki rendah.

Di sini, air mineral gelas dan teh hangat organik disediakan gratis untuk melengkapi kenyamanan bersantap durian. Jika datang dengan perut kosong dan ingin mengisinya dengan makanan berat sebelum melahap durian, Anda tidak perlu khawatir. Durian Jatohan Haji Arif ini juga menyediakan kuliner berupa ayam goreng, pepes ikan mas, mi ayam, bakso, dan soto.

Petai dan manggis

Bagi yang tidak menyukai durian pun masih bisa menikmati wisata di Warung Durian Jatohan Haji Arif. Menu non durian dan hasil bumi lainnya yang bisa dibeli untuk dibawa pulang. Seperti petai dan manggis. Tidak heran jika tempat yang dibuka selama dua puluh empat jam ini selalu dibanjiri pengunjung. Yang ingin menyantap makanan atau membeli oleh-oleh khas .

Nah buat penyuka durian, jangan lupa mampir ke Warung Durian Jatohan Haji Arif untuk memanjakan lidah dan selera. Selamat makan!

(jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *