Agungnya Warisan Pusaka Museum Lingga Cahaya, Lingga, Riau

Bila anda bosan dengan wisata pesisir di kawasan Lingga, tak ada salahnya untuk mencoba jalan-jalan ke meseum yang masih berada di kawasan Kompleks Istana Damnah, namanya adalah Museum Linggam Cahaya. Nama Linggam Cahaya memiliki makna suatu wilayah bebatuan yang memancarkan cahaya merah gemerlap jika dilihat dari kejauhan.  

Lokasi Museum Linggam Cahaya

Museum Linggam Cahaya merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dapat dijadikan pilihan berwisata jika berkunjung ke Riau, tepatnya terletak di Jalan Raja Muhmmad Yusuf, Daik Lingga, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menuju lokasi museum, anda bisa naik pewasat menuju Bandara Dabo, Kabupaten Lingga. Setelah itu, menyebrang ke Pulau Lingga dan naik kapal feri dengan waktu tempuh 30 menit.

Yang Ditawarkan Oleh Museum Linggam Cahaya

Yang unik dari museum ini adalah latar belakang pembangunannya, museum Linggam Cahaya dibangun karena ide dari seorang tokoh masyarakat Kabupaten Lingga. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat sekitar masih menyimpan berbagai benda-benda bersejarah khas Melayu.

Dibangun pada tahun 2002 dengan waktu pembangunan sekitar beberapa bulan, Museum Lingga Cahaya menelan biaya kurang lebih sebesar Rp 412.000.000. Akhirnya pada tanggal 11 Desember 2003, museum ini  resmi dibuka untuk umum oleh pemerintah setempat. Yang datang tak hanya warga atau wisatawan lokal saja, ada juga yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan bahkan beberapa diantaranya dari luar negeri. Wah, keren ya!

Baca juga:

Masjid Agung Natuna, Seindah Istana Agra India

Tata ruang dan arsitektural

Fisik museum dari segi ukuran tidaklah terlalu besar. Di bagian pintu masuk, anda akan disambut dengan dua meriam yang diletakkan sisi di kiri dan kanan. Selain itu, ada pula ratusan tempayan yang terbuat dari tanah dan berjajar rapi menjadi pagar yang mengimpit jalan masuk ke arah museum. Sekitar sepuluh meter dari pintu masuk,  terdapat tangga kecil berukuran setengah meter untuk menuju ke bangunan utama. 

Benda-benda yang ada dalam museum seakan menjadi saksi bisu masa kejayaan Raja Melayu Riau Lingga pada jaman dahulu kala. Raja Melayu Riau Lingga ialah salah seorang tokoh yang memiliki peran penting saat masa penjajahan Belanda di Indonesia. Beliaulah yang menjadi pemimpin untuk mengusir para penjajah Belanda yang menempati sebagian wilayahnya.

Lalu, bagaimana bisa masyarakat Kabupaten Lingga memiliki peninggalan Raja Melayu Riau Lingga? Menurut cerita, benda-benda tersebut diberikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Tiap generasi memiliki tugas untuk menjaga dan merawatnya, sehingga ketika diletakkan di mesuem, keasliannya masih terjaga. Kini, barang yang ada di museum berjumlah sekitar 5.700. Salah satunya yang populer ialah Al-Quran berusia ratusan tahun milik seorang Sultan yang pernah bertempat tinggal di kawasan Lingga.

Tips Untuk Anda Yang Ingin Berkunjung

Jangan Berkunjung Ketika Akhir Pekan

Meski menjadi tempat wisata, bukan berarti Museum Linggam Cahaya setiap hari, lho. Museum ini hanya buka ketika hari kerja yakni Senin-Jumat, pukul 08.00-16.00. Jadi jangan sampai datang saat akhir pekan.

Siapkan Budget Untuk Transportasi

Kalau dikatakan tiket masuk museum cukup ramah di kantong, anda benar karena anda hanya akan dikenakan Rp 3.000 untuk tiket masuk. Namun jangan salah, anda harus menyiapkan budget untuk transportasi yang tentu lebih mahal berkali-kali lipat dari harga tiket masuknya. Karena yang akan anda gunakan untuk menyebrang Pulau Lingga ialah kapal feri. Jangan sampai anda sudah antusias, namun dompet amblas hanya karena masalah transportasi, jadi disiapkan dulu ya.

Liburan rame – rame

Menyiasati biaya transportasi yang bisa dibilang relatif cukup mahal, Anda bisa mencoba untuk berlibur rame – rame. Sambil mengajak teman sekantor atau teman kuliah maupun keluarga. Dengan jumlah rombongan antara 5 hingga 10 orang, biaya transportasi bisa digotong beramai- ramai. Sehingga nominal ongkos bisa jauh lebih miring dan hemat. Misalnya, untuk sewa perahu atau kapal ke Pulau Lingga mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, maka bisa digotong atau patungan per orang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Jadi, lebih ringan, kan?

Tunggu apalagi, yuk liburan ke Kab. Lingga di Kep. Riau!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *