Ada Makam dan Rumah Adat! Yuk, Menilik Pesona Kampung Adat Pasir Panjang yang Tiada Duanya

Berlokasi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringi Barat, Kalimantan Tengah, sebuah kampung adat yang menakjubkan kerap menjadi sasaran singgah para traveller.

Primadona wisata setelah Taman Nasional Tanjung Puting dan Sungai Arut ini merupakan sebuah desa yang masih menjunjung tinggi nilai – nilai tradisional dan budaya leluhur.

Hal ini terpancar dari para penghuni alias masyarakat lokalnya yang masih keturunan suku Dayak asli Kalimantan. Mereka tetap mempertahankan tradisi dan warisan nenek moyang yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam. Meski kota Pangkalan Bun telah menjelma menjadi sebuah metropolis, namun desa adat Pasir Panjang tetap lestari dan eksis dengan apa adanya.

Di sekeliling kampung masih banyak pepohonan menjulang berdiameter satu pelukan orang dewasa atau sekitar 1 meter. Menandakan betapa usia pohon yang sudah puluhan hingga ratusan tahun lestari tanpa takut penebangan hutan liar.

Kawasan lingkungan yang asri dan sejuk inilah yang membuat banyak wisatawan betah berjam – jam menghabiskan waktu liburan di sekitar kampung adat Pasir Panjang.

Menuju lokasi, jarakny sekitar 15 menit dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Sangat dekat, bukan? Selain itu, sudah ada moda transportasi udara langsung dari Jakarta ke Pangkalan Bun yang menempuh jarak 1 jam 20 menitan. Adapun daya tarik kampung adat Pasir Panjang sangat banyak, berikut di antaranya:

1. Rumah Betang Pasir Panjang

Berbentuk seperti rumah panggung yang memanjang, rumat adat suku dayak Betang Pasir panjang ini memang diperuntukkan bagi sejumlah kepala keluarga. Dalam satu rumah yang besar dan panjang ini bisa terdapat anggota keluarga sebanyak lebih dari 20 kepala. Tentunya, mereka saling menjaga keharmonisan dalam hubungan keluarga.

Wisatawan yang ingin menyaksikan Rumah Betang Pasir Panjang berlokasi di Desa Pasir Panjang. Persis di tepi jalan raya utama yang menjadi penghubung antara Pangkalan Bun dengan pelabuhan Kumai. Asyiknya lagi, memasuki area rumah adat Pasir Panjang, wisatawan tidak akan dipungut tiket apa pun. Mereka bisa berfoto – foto seru di halaman rumput yang luas. Selain itu, tepat di samping rumah adat ada tempat mirip pendopo untuk masyarakat umum atau wisatawan bersantai dan duduk – duduk.

2. Sungai Pasir Panjang

Kesegaran air sungai yang debit airnya selalu deras sepanjang tahun ini menjadi destinasi wisatawan selanjutnya. Meski airnya berwarna keruh kecoklatan, namun keindahannya tak bisa dipungkiri. Begitu hari libur akhir pekan tiba, bisa dipastikan lokasi sungai akan dipenuhi wisastawan.

Bila membawa anak – anak, pastikan untuk mengawasi buah hati dan memilih lokasi yang agak dangkal. Jangan terlalu khawatir, perairannya tenang dan airnya menyejukkan. Di sekitar lokasi, terdapat banyak penjual makanan dan minuman ringan yang menambah semarak suasana.

Baca juga:

Wisata Budaya Seru ke Kampung Baduy, Banten

 

3. Makam Adat Dayak Kaharingan

Nah, dari rumah adat Pasir Panjang tadi, pelancong cukup berjalan kaki ke makam adat suku Dayak Kaharingan. Pemakaman desa ini memang cukup dekat karena menjadi tempat pemakaman alias kuburan bagi warga suku adat yang meninggal dunia.

Uniknya, bila biasanya masyarakat dayak Kaharingan yang meninggal harus dilakukan upacara kematian atau upacara Tiwah untuk mengantarkan roh jenazah ke alam roh, maka di sini berbeda.

Warga dayak Pasir Panjang yang meninggal cukup dikuburkan seperti biasa pada umumnya warga Muslim atau Kristen.

Yang berbeda hanya tampak pada cara mengusung jenazah. Mereka akan menempatkan jenazah pada peti mati yang kecil agar bisa dikeluarkan dari jendela rumah. Bila jendela rumah tidak muat, maka akan dipotong agar peti mati bisa dikeluarkan. Unik, bukan?

4. Pusat Konservasi Orangutan

Kalimantan terkenal dengan kawasan belantara yang menjadi rumah bagi satwa langka dan dilindungi Orangutan. Oleh karena itu, mampirlah ke Jalan Topar Desa Pasir Panjang untuk menengok Orangutan yang dikarantina dan dirawat sebelum dikembalikan ke habitat aslinya.

Misalnya seperti bayi Orangutan yang induknya meninggal, Orangutan yang sakit, atau Orangutan yang mengalami trauma karena perburuan liar. Selain itu, pada 2015 silam, hutan belantara Kalimantan dan Sumatera sempat dilanda kebakaran hutan yang dahsyat, menyebabkan banyak Orangutan yang harus dirawat karena mengalami infeksi saluran pernapasan.

***

Kalau bukan warga negara Indonesia sendiri, lalu siapa lagi yang bakal melestarikan dan melindungi tradisi maupun kawasan lingkungan di tempat wisata?

Yuk, kunjungi terus obyek wisata yang ada di seluruh Indonesia untuk menjaga kelestarian dan menambah ekonomi masyarakat lokalnya. Pastikan perjalanan wisata Anda ditemani agen travel wisata yang profesional, Jari Adventure. Selamat bersenang – senang di tempat liburan ya…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *