3 Museum di Bogor, Mendalami Makna Perjuangan Bangsa

Museum Bogor – Perjuangan sebuah bangsa menuju kemerdekaan perlu diingat kembali, terutama bagi generasi yang lebih muda. Untuk itu dibangunlah museum-museum untuk mengenang perjuangan dan jasa para pahlawan. Di kota Bogor sendiri terdapat dua museum yang bercerita tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Museum PETA

Letak museum ini berhadapan langsung dengan Istana Presiden, tepatnya di sebelah utara Kebun Raya Bogor. Museum ini sebenarnya hanya buka dari hari Senin hingga Jumat, namun bagi yang ingin berkunjung pada hari Sabtu atau Minggu bisa minta tolong ke penjaga di sana untuk memberi izin. Untuk masuk ke museum ini tidak ada tarif tiket masuknya, namun ada baiknya memberi sedikit imbalan ke penjaga museum.

Pasukan PETA atau Pembela Tanah Air adalah satu pasukan bentukan Jepang pada Oktober 1943. Awalny pasukan ini dilatih untuk membela dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, namun Jepang mempunyai maksud tersembunyi dengan menjadikan PETA sebagai pasukan cadangan. Seperti kita ketahui, pada tahun itu Jepang masih menghadapi Perang Dunia II. Pelatihan pasukan PETA sendiri dipusatkan di daerah Bogor dan diberi nama Jawa Bo-ei Giyugun Kanbu Resentai.

Tata ruang Museum Peta

Museum ini terdiri dari dua ruangan, di mana di dalamnya terdapat 14 diorama yang menggambarkan sejarah PETA. Mulai dari pertemuan yang melandasi terbentuknya PETA, suasana pelatihan, pemberontakan PETA, proklamasi kemerdekaan, berubah menjadi Badan Keamanan Rakyat, hingga momen bersejarah pengambilalihan markas AD Jepang di Surabaya.

Di museum ini juga ditampilkan senjata-senjata yang berhasil dirampas dari tentara Jepang. Dan di lemari senjata ini terdapat bendera lambang PETA, yang merupakan kombinasi dari bendera Jepang dan bulan sabit. Selain itu, ditampilkan juga lemari kaca yang menyimpan seragam tentara PETA lengkap dengan atributnya mulai dari topi, ikat pinggang, sepatu, hingga sebuah katana. Buat rekan traveler yang berminat mengunjungi museum ini bisa menuju ke jalan Sudirman no. 35, Bogor.

Museum Perjuangan

Berkunjung ke museum ini, kita akan melihat pengorbanan pejuang kita untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Bangunan museum ini menyimpan cerita perjuangan dan benda-benda bersejarah yang ada pada masa perjuangan.

Baca Juga: Wisata Budaya Khas Bogor, Kampung Budaya Sindang Barang

Gedung yang berada di Jalan Merdeka no.56, Bogor ini dulunya merupakan milik seorang pengusaha Belanda bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Sempat digunakan sebagai pusat kegiatan pergerakan pemuda, bangunan ini kemudian difungsikan sebagai gudang tentara Jepang pada Perang Pasifik. Di lantai 1 museum ini, rekan traveler akan mendapati koleksi surat kabar tua dari jaman sebelum kemerdekaan. Sayangnya, karena kurangnya perhatian membuat kondisinya rusak termakan waktu.

Koleksi Museum Perjuangan

Koleksi pistol di museum ini lumayan banyak. Senjata dari berbagai ukuran dapat dijumpai di sini dan rata-rata tertempel di dinding museum ini. Selain terlihat antik, pistol kuno ini memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari yang biasa digunakan akhir-akhir ini. Di lantai 2 museum kamu bisa melihat senapan mesin dan mortar, yang walaupun sudah kuno namun tetap terlihat garang. Di balik senapan mesin ini ada sebuah relief yang menggambarkan perjuangan para pahlawan di sekitaran Bogor.

Tidak hanya benda-benda perang saja yang disimpan di museum ini. Ada sebuah diorama yang menggambarkan pertempuran antara tentara Jepang dengan tentara Republik Indonesia yang terjadi di wilayah Bojongkalasan. Ditampilkan pula foto-foto para pejuang dan pahlawan kemerdekaan beserta tokoh-tokoh nasional lainnya. Sebuah mesin jahit merk Singer disimpan rapi di museum ini, disandingkan dengan pakaian seragam Badan Keamanan Rakyat yang dijahit menggunakan mesin jahit tersebut.

Koleksi uang kuno di museum ini juga jadi daya tarik tersendiri, beberapa lembar Oeang Republik Indonesia (ORI) yang beredar pada era 1945-1950 tersimpan rapi di sebuah lemari pajang. Uang yang menandai revolusi fisik negara ini mempunyai pecahan mulai Rp.1, Rp.5 dan Rp.25. Selain itu ada juga uang dari jaman kolonial Belanda yang turut dipamerkan.

Sayangnya, kedua museum ini sering dijumpai sepi oleh pengunjung. Tidak ada salahnya lho mengunjungi museum-museum ini, sambil mengajak anak-anak dan mengenalkan pada mereka seberapa besar perjuangan para pahlawan yang harus dilalui untuk merebut kemerdekaan. (jari adventure – det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *