Hidangan khas Jepang di Kota Akita yang Bisa Kamu Cicipi KELEZATANNYA!

Akita terletak di barat laut Jepang, di wilayah Tohoku. Ibukota prefektur adalah kota Akita. Karena prefektur ini terletak di utara, musim panasnya lebih sejuk dan musim dingin bersalju.

Akita terkenal dengan tradisi namahage di semenanjung Oga, di mana “setan” berkeliaran di lingkungan sekitar pada Malam Tahun Baru untuk menyingkirkan roh jahat, dan kelimpahan alam serta pemandangan pegunungan dan pesisir yang indah.

Tidak hanya budaya dan keindahan alam yang menakjubkan yang bisa dirasakan, Akita juga memiliki kuliner tradisional yang dijamin membuat perjalanan kamu semakin terasa indah.

Apa saja kuliner tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

1.      Kiritanpo

Salah satu hidangan tradisional paling terkenal di Akita adalah kiritanpo. Kiritanpo adalah nasi bakar. Asal usul kiritanpo dikatakan ketika pemburu menggunakan sisa nasi mereka dan melemparkannya ke dalam panci untuk makan gaya hotpot.

Akita adalah salah satu prefektur penghasil beras terbaik di Jepang, dan hidangan ini menggunakan beras lokal. Nasi dimasak, dihaluskan dan ditusuk dengan tusuk kayu, lalu dibakar.

Ada banyak cara untuk menikmati kiritanpo, seperti dengan pasta miso, namun cara yang paling populer adalah dengan memasukkannya ke dalam hotpot.

 

2.      Inaniwa Udon

Inaniwa Udon adalah mie udon yang lebih encer yang berasal dari kota Yuzawa. Itu dibuat dengan tepung, garam dan pati dan direntangkan dan dipotong dengan tangan. Itu dibuat pada zaman Edo, sekitar 340 tahun yang lalu.

Dan pada masa itu dianggap sebagai makanan mewah. Udon Inaniwa dibuat dengan cara diuleni, diputar, direntangkan, dan akhirnya dikeringkan. Mienya tipis namun kenyal dan sangat enak.

 

3.      Yokote Yakisoba

Yokote Yakisoba adalah salah satu hidangan “gourmet gotochi” yang mewakili Akita. Bahkan, ia memenangkan tempat pertama di B-1 Grand Prix, sebuah kompetisi untuk “gotochi gourmet” (hidangan lokal) terbaik di Jepang.

Yokote yakisoba, dibandingkan dengan hidangan yakisoba standar (mie panggang yang dimasak dengan saus), menggunakan mie yang lebih kental, dan diakhiri dengan telur goreng dan fukujinzuke (nikmati menggunakan daikon, terong, dan lainnya).

Rasa kuahnya pun lebih lembut dari yakisoba standar. Makan yokote yakisoba seperti orang lokal dengan mencampurkan kuning telur dengan mi di bawahnya. Saus yang kental dan lembut sangat cocok dengan kuning telur.

 

4.      Hatahata

Tahukah Kamu ikan yang disebut hatahata (ikan pasir Jepang)? Karakter Jepang untuk hatahata terdiri dari 魚 (ikan) dan 神 (dewa). Saat hatahata berkumpul di sepanjang pantai selama badai petir musim dingin di malam hari, mereka juga dikenal sebagai “kaminari-uo”, yang berarti “ikan petir”. Ikan ini sangat populer di kalangan masyarakat Prefektur Akita.

Oleh karena itu, beberapa dekade lalu telah diberlakukan larangan menangkap ikan karena penangkapan ikan yang berlebihan. Namun, dengan upaya yang membuahkan hasil, hatahata perlahan-lahan kembali ke meja makan.

Hatahata bisa dinikmati dalam hotpot, panggang, atau bahkan sebagai sushi, dan terutama hatahata roe, yang dikenal sebagai “buriko” paling enak dengan meletuskannya di mulut Kamu.

 

5.      Akita Kayaki

Makanan Akita yang enak dan murah, Akita kayaki berpusat di sekitar kota Akita. Kayaki adalah hotpot dengan kerang dimakan di cangkangnya.

Konon “kayaki” secara perlahan berasal dari kata “kaiyaki” (“kerang panggang”) dalam dialek lokal.

 

6.      Omagari Miso Soup dengan Nato

Penuh dengan sayuran pegunungan seperti tumbuhan liar dan jamur, ditambah natto yang diparut hingga kental dan lengke.

Dengan miso yang disesuaikan, inilah masakan rumah tradisional daerah Omagari. Setiap rumah tangga memiliki cara memasak yang diwariskan. Dapat dinikmati di restoran-restoran di kota juga.

 

7.      Honjo Ham Fry

Ham yang sudah dipres dilapisi tepung terigu, telur dan remah roti, dan digoreng. Goreng ham Honjo dimakan sebagai camilan di kota Honjo saat itu pada tahun 1950-an dan 1960-an.

Saat ini, dapat dibeli di toko daging dan supermarket dan dimakan di restoran di Kota Yurihonjo, membawa kembali kenangan masa lalu.

 

Bikin ngiler pengen nyobain bukan? Selamat mencobanya di Akita

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.