Polos dan Anti-Mainstream, 4 Keunikan Suku Samin yang Bikin Turis Terperangah

Suku yang khas dan unik tidak hanya ada di kawasan Papua, Sumatera, atau Sulawesi saja.

Pulau Jawa sebagai pulau dengan jumlah penduduk yang tinggi saja masih ada suku yang masih menerapkan budaya dan adat istiadat dari leluhur mereka.

Mereka memiliki kepercayaan serta ajaran yang sungguh khas dan tidak jauh berbeda dengan suku unik lainnya.

Salah satu suku yang masih menerapkan kebudayaan serta tradisi hingga saat ini adalah suku Samin.

Suku Samin adalah suku yang mendiami kawasan Blora, Jawa Tengah serta Bojonegoro, Jawa Timur.

Suku yang satu ini ternyata penuh dengan ajaran yang khas sehingga mereka menyebutnya dengan Pergerakan Samina atau Saminisme.

Mereka suku Samin merupakan keturunan para pegikut Samin Surosentiko. Ia menyebarkan sedulur sikep, yaitu sikap mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda silam.

Tindakan yang dilakukan saat itu adalah menolak membayar pajak, menolak peraturan kolonial, bahkan dicap sebagai masyarakat yang menjengkelkan oleh kolonial.

Saat ini, mereka tingal di kawasan pegunungan Kendeng, tepatnya perbatasan dua probinsi. Jumlah dari mereka tidak banyak serta mereka suka disebut wong sikep.

Itu karena kata samin mengandung arti negatif di benak mereka. Masyarakat Samin ternyata sempat mengisolasi diri mereka pada tahun 70-an, hingga mereka tahu jika Indonesia telah merdeka.

Orang Samin sering menganggap diri mereka sendiri sebagai suku yang lugu, tidak mencuri, menolak pajak, serta menjadi bahan lelucon di kalangan masyarakat Bojonegoro.

Penyebaran Ajaran Samin

budayajawa

Suku ini menyebarkan ajarannya di daerah Klopoduwur, Blora, Jawa Tengah untuk yang pertama kalinya.

Mereka mengembangkan ajaran mereka di dua desa pada tahun 1890 yaitu kawasan hutan Randublatung, Blora, Jawa Tengah.

Akhirnya, gerakan ini semakin menyebar ke desa-desa lainnya seperti daerah pantai utara Jawa, hingga mencapai wilayah sekitar hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Mereka juga menyebarkan gerakan ini di sekitar perbatasan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pokok Ajaran Saminisme

setkab.go.id

Suku Samin memiliki ajaran yang ditaati oleh semua pengikutnya. Beberapa di antaranya adalah :

1. Agama sebagai senjata dan pegangan hidup.

Ajaran Samin sama seperti ajaran di Indonesia yaitu tidak membeda-bedakan agama. Mereka tidak pernah mengingkari janji serta membenci agama mereka.

Yang terpenting dari hidup mereka adalah tabiat dalam hidup agar hidup tetap berjalan dengan aman dan tenang.

2. Mereka memiliki attitude yang harus dijalani dan dijadikan prinsip hidup mereka.

Mereka tidak mengganggu orang lain, tidak boleh bertengkar, tidak boleh iri hati, dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain.

3. Selalu bersabar dan tidak boleh sombong.

Manusia harus paham soal kehidupan mereka karena hidup itu sama dengan roh yang satu, dan abadi selamanya. Roh orang yang meninggal, menurut mereka itu tidak meninggal, namun hanyalah meninggalka pakaiannya saja.

4. Harus bisa menjaga mulut, selalu jujur, dan saling menghormati satu sama lain.

Apalagi bagi para pedagang. Pedagang tidak boleh ada unsur ketidakjujuran serta tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk uang.

Kebudayaan Suku Samin

bloktuban.com

Ajaran suku Samin sering dianggap sebagai agama. Mereka bahkan memiliki kitab suci yang bernama Serat Jamus Kalimasada yang terdiri atas beberapa buku yaitu Serat Punjer Kawitan, Serat Pikukuh Kasajaten, Serat Uri-uri Pambudi, Serat Jati Sawit, Serat Lampahing Urip. Itu semua adalah kitab paling populer yang dibesarkan oleh masyarakat suku Samin.

Dalam buku Serat Pikukuh Kasajaten (pengukuhan kehidupan sejati) ada beberapa puisi tembang di dalamnya. Puisi tembang merupakan puisi dengan genre tradisional sastra jawa.

Dengan pedoman kitab ini, masyarakat suku Samin berniat untuk membangun sebuah negara batin yang jauh dari sikap drengki srei, dahpen kemeren, serta tukar padu.

Mereka juga hendak mewujudkan sebuah  slogan perintah “Lakonana sabar trokal. Sabare dieling-eling. Trokali dilakoni.”

Baca juga:

Debus, Atraksi Budaya Mengagumkan Asal Banten

 

Sikap Masyarakat Samin

suaraindonesia-news.com

Masyarakat suku Samin masih menilai bahwa pemerintah Indonesia ketika berada pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang itu tidak jujur. Walaupun masa penjajahan sudah berakhir hingga saat ini.

Oleh karena itu, akhirnya mereka tidak mencatatkan data dirinya saat melakukan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) bahkan catatan sipil. Mereka memang terkenal polos dan jujur, namun pikirannya sangat kritis akan politik di Indonesia.

***

Menarik bukan budaya Suku Samin? Tak heran, hal ini mencuri perhatian para wisatawan dari dalam negeri hingga mancanegara. Bila Anda ingin berwisata ke Blora, Jawa Tengah dan menikmati kehidupan pedesaan yang tenang di perkampungan adat Suku Samin, pastikan Anda menggunakan jasa agen travel wisata yang berpengalaman.

Jari Adventure siap membantu melayani paket wisata ke berbagai destinasi di Nusantara dan mancanegara. Hubungi HP : 0812-22279979 dan WA : 0877-78906999 untuk pemesanan dan info lebih lengkap.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.