Mengenal Kebudayaan Suku Toraja, Filosofi Hidup Indah Nan Damai

Apa yang Anda ketahui tentang Suku Toraja? Suku Toraja adalah salah satu etnis Indonesia yang tinggal di wilayah pegunungan utara Sulawesi Selatan.

Suku ini masih meneruskan adat tradisional yang sudah ada sejak dahulu. Yang paling menarik perhatian dari suku ini adalah adat pemakamannya yang sangat unik.

Kebudayaannya seakan menjadi penarik wisatawan untuk datang ke wilayah masyarakat Toraja. Bahkan, wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan lokal namun hingga mancanegara.

Toraja berasal dari kata To Riaja yang atinya orang yang berdiam di pegunungan. Ada juga kata To Riajang dengan arti orang yang berdiam di wilayah Barat. Tana Toraja artinya negeri tempat berdiamnya orang Toraja.

Filosofi Hidup Suku Toraja

jakpost.net

 

Suku yang satu ini tetap membawa filosofi kehidupan leluhur mereka. Filosofi itu bernama Tallu lolona dengan arti 3 kehidupan yaitu kehidupan manusia, hewan, dan juga lingkungan.

Bahkan, filsafah ini mempengaruhi system pengetahuan serta cara berfikir dari masyarakat Toraja.

Mereka menjalin hubungan baik dan harmonis antar sesame makhluk dan yang Kuasa. Itulah mengapa mereka saling memberikan keuntungan antar makhluk hidup.

Ini adalah bentuk kehidupan yang ideal karena saling memberi serta saling menguntungkan dan menciptakan kehidupan indah nan damai.

Selain Tallu lolona, ada lagi filosofis yag dimiliki oleh masyarakat Toraja yaitu Tau. Tau memiliki empat pilar utama yang menjadi arahan hidup masyarakat Toraja.

Yang pertama adalah Sugi’ atau kaya, Barani atau Berani, Manarang berarti Pintar, serta Kinawa atau Berhati Mulia. Orang yang bisa mengamalkan keempat pilar tersebut adalah orang yang bisa disebut sebagai Tau.

Rumah Adat Suku Toraja

tripsavvy.com

 

Tempat tinggal tradisional adat masyarakat Toraja dinamakan dengan Rumah Adat Tongkonan. Bangunan ini sangat unik dan berbentuk seperti perahu sebagai ciri khasnya.

Tongkonan sendiri berasal dari kata Tongkon dengan arti menduduki atau tempat duduk. Dahulu, tongkonan berfungsi sebagai tempat kumpulnya para bangsawan Toraja yang duduk dan berdiskusi.

Itu kenapa rumah ini diberi nama Tongkonan. Ada arti lainnya dari tongkonan yaitu to ma’ parenta atau pusat pemerintahan.

Rumah adat ini selalu berhadapan dengan alang sura atau lumbung padi. Mereka menklaim bahwa rumah Tongkonan melambangkan ibu, lalu alang sura melambangkan bapak.

Jika rumah Tongkonan menghadap kea rah selatan, maka alang sura akan berada di depannya dengan menghadap ke utara. Struktur dari rumah Tongkonan sendiri dimulai dari Rattingbuana.

Rattingbuana adalah ruang yang ada di bagian atas rumah yang difungsikan sebagai tempat barang pusaka dengan nilai sakral dan berharga. Kedua adalah Kale Banua atau ruang tengah yang berfungsi sebagai tempat berkumpul dan bertamu. Terakhir adalah Sulluk Banua yaitu bagian terbawah dari rumah Tongkonan.

Tempat ini diguanakn sebagai tempat hewan peliharaan dan alat-alat Bertani. Di dalam rumah Tongkonan biasanya juga diisi dengan hiasan dinding yang terbuat dari tanah liat yang diukir serta tanduk kerbau yang dipasang di bagian depan tongkonan.

Baca juga:

Jajal Adrenalin dan Keberanian Mendaki Gunung Patuha, Bandung

 

Upacara Adat Suku Toraja

grid.id

 

Seremonial adat yang terkenal dari Suku Toraja adalah upacara adat Rambu Solo. Upacara ini adalah upacara kematian yang terdiri atas prosesi pemakaman, dan kesenian yang dilakukan secara harmonis.

Upacara ini adalah acara yang menunjukkan penghormatak orang Toraja kepada leluhur mereka. Proses ini biasanya dilakukan di tengah lapangan kompleks. Biasanya terdiri atas :

  1. Ma’ Tudan Mebalun : prosesi pembungkusan jasad orang yang meninggal.
  2. Ma’Roto : prosesi menghias peti jenazah degan benang emas dan perak.
  3. Ma’ Popengkalo Alang : prosesi membawa jenazah ke lumbung persemayaman.
  4. Ma’Palao atau Ma’Pasonglo : proeses mengarak jasad ke kompelks pemakaman atau Lakkian

Untuk proses keseniannya sendiri, ada beberapa kesenian yang disuguhkan. Seperti mengarak kerbau untuk kurban; pertunjukkan musik daerah Pa’Poman; Pa’Dali-dali; dan Unnosong; pertunjukan tarian adat suku Toraja; pertunjukkan adu kerbau; serta penyembelihan kerbau.

pegipegi.com

 

Kerbau yang dikurbankan adalah kerbau bule atau Tedong Bonga yang harganya sangat mahal dan mencapai ratusan juta per ekor.

Upacara Adat lainnya adalah Upacara Adat Ma’ Nene yang unik sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang sudah meninggal.

Prosesnya adalah pembersihan mayat hingga mengganti baju jasad nenek moyang mereka yang dilakukan setiap 3-4 tahun sekali.

Mereka akan mendatangi makam leluhur, mengeluarkan jasad leluhur, lalu melakukan upacara adat dan do’a bersama.

Lalu, baju para leluhur diganti dengan yang baru dan jasadny dibersihkan dengan kuas. Waktunya hanya sekitar 30 menit saja. Setelah bersih, jasad leluhur dimasukkan kembali ke dalam kuburannya.

Mereka akan mengakhiri upacara ini dengan do’a dan makan bersama.

***

Bagaimana, menarik bukan budaya dari Suku Toraja?. Pastikan Anda menyaksikan beragam budaya yang indah di Nusantara bersama agen travel wisata kredibel dan profesional, Jari Adventure. Hubungi HP : 0812-22279979 dan WA : 0877-78906999.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.