Ledakan Meriam Ramadhan, Tradisi Unik Sambut Lebaran di Berbagai Negara Muslim

Setiap tempat tentu memiliki tradisi masing-masing untuk menyambut bulan Ramadhan. Bulan inilah yang paling ditunggu-tunggu apalagi oleh umat muslim di dunia. Ada banyak sekali keutamaan serta kemuliaan yang bisa didapatkan di bulan penuh berkah ini yang bisa di dapatkan oleh setiap umat muslim yang bertakwa kepada Allah SWT.

Ada banyak tradisi unik yang digelar demi memeriahkan bulan Ramadhan. Indonesia sendiri memiliki tradisi yang berbeda-beda setiap daerahnya. Seperti Aceh dengan tradisi Meugang di awal Ramadhan, hingga Jawa Tengah dengan tradisi Dugderan nya. Lalu, bagaimana dengan negara lainnya?

Umat muslim di negara lainnya juga memiliki tradisi tersendiri untuk merayakan bulan Ramadhan. Tentu saja tak kalah unik dengan tradisi di daerah tempat tinggal Anda. Apa saja itu? Simak berikut ini

1.    Arab

Arab merupakan negara yang terkenal akan dua tempat yang suci bagi umat Islam, yaitu Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah. Oleh karena itu, negara ini memiliki tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadhan.

Setiap 2 kali sehari di bulan Ramadhan, akan dinyalakan sebuah Meriam khusus. Meriam ini bernama Meriam Ramadhan. Fungsi dari Meriam ini bukanlah untuk militer, melainkan dinyalakan hanya ketika bulan Ramadhan saja.

Selain itu, Meriam Ramadhan juga akan dinyalakan ketika masuk tanggal 1 Syawal. Meriam dinyalakan dengan diletakkan di sebuah gunung yang dekat dengan Masjidil Haram. Ketika waktu tiba, Meriam akan dinyalakan.

Meriam Ramadhan tetaplah sebuah Meriam dengan suara keras. Suaranya menggelegar hingga ke penjuru kota. Jika Ramadhan telah usai, Meriam akan dikebalikan di tempat asalnya, yaitu di daerah Aziziyah hingga bulan Ramadhan tiba di tahun berikutnya.

2.    Mesir

Ketika memasuki bulan Ramadhan, Mesir akan mengadakan sebuah tradisi unik untuk menyambut bulan suci ini. Orang-orang Mesir akan menggantung lampu khas Mesir bernama lampu fanous di seluruh bangunan, jalanan, bahkan gang kecil sekalipun.

Lampu fanous merupakan lampu yang dibuat dari rangkaian kaca berwarna, cincin kawat, serta timah. Di dalamnya berisi lilin yang menyala. Namun, seiring berkembangnya teknologi, kini lilin diganti dengan lampu.

Tradisi ini sudah dilakukan sejak abad ke-9, tepatnya pada masa khilafahan Fatimiyah. Setelah matahari terbenam, masyarakat akan berbondong-bondong datang dengan lentera untuk menyambutnya. Lampu fanous hingga kini menjadi symbol bulan Ramadhan bagi orang Mesir.

3.    Maladewa

Siapa sangka, Maladewa memiliki tradisi cukup unik dalam menyambut bulan Ramadhan, yaitu dengan membaca puisi. Puisi akan dibacakan oleh masyarakat Maladewa langsung di depan orang banyak setelah waktu berbuka puasa.

Tradisi puisi ini disebut dengan Rodha Mas. Namun, puisi yang dibacakan bukanlah puisi sembarangan. Melainkan puisi tradisional tentang bulan suci Ramadhan. Puisi ini berisi 3 baris atau lebih. Selain itu, ada juga yang ditantang untuk membacakan puisi kuno dari Maladewa yaitu puisi ravairu.

Sebelum tradisi dimulai, akan diadakan acara buka Bersama di beberapa wilayah.

4.    Aljazair

Tradisi dalam menyambut bulan puasa di Aljazair disebut dengan nama saharat ramadiniyah. Biasanya, sebagian orang akan memilih tidur lebih awal agar tidak kesiangan ketika sahur. Namun, berbeda dengan orang-orang di Aljazair. Mereka memilih begadang hingga waktu sahur tiba. Ini lah yang dinamakan tradisi saharat ramadiniyah tadi.

Tak hanya begadang, masyarakan Aljazair juga menggelar acara makan-makan, minum teh dan kopi, hinga mendengarkan music hingga sahur.

Selain tradisi saharat ramadiniyah, masyarakat Aljazair juga sering berbuka puasa dengan keluarga sehingga jalanan di Aljazair akan lebih renggang disbanding hari lainnya.

5.    Maroko

Masyarakan Maroko memiliki tradisi unik yang bahkan mungkin tidak akan Anda perkirakan sebelumnya. Mereka terbiasa mengecat rumah serta membersihkannya setiap bulan Ramadhan tiba. Bahkan, tradisi ini telah disiapkan dua hingga tiga minggu sebelumnya.

Masyarakat Maroko terbiasa mengadakan pesta serta mengundang teman dan kerabat mereka. Bukan pesta yang aneh-aneh, pesta ini bertujuan untuk membangkitkan suasana di bulan Ramadhan dengan menikmati hidangan Bersama.

baca juga:

Wisata Kuliner khas Pasuruan, Kroscek 5 Fakta Nasi Punel yang Menggoda

6.    Albania

Selanjutnya adalah tradisi Lodra di Albania. Lodra sendiri adalah sebutan dari bedug khas Albania. Bedugnya tentu berbeda dengan Indonesia karena terbuat dari drum silinder dengan dua lubang yang ditutupi kulit kambing. Ukurannya juga lebih kecil dan mirip dengan gendang Indonesia.

Untuk cara memainkannya, penabuh lodra akan menabuh setiap ujung lodra menggunakan tongkat berbeda sehingga nada yang dihasilkan juga berbeda. Penabuh lodra biasanya berasal dari kaum Gipsi. Biasanya lodra dimainkan untuk membangunkan orang sahur serta menjelang berbuka puasa. Lodra akan lebih meriah ketika hari raya Idul Fitri.

Demikian tradisi-tradisi unik yang digelar oleh umat muslim di berbagai negara untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Jika Anda berkunjung ke salah satu negara di atas, maka Anda akan merasakan suasana menyambut Ramadhan yang berbeda. Semoga bermanfaat!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.