Kenal Dekat 5 Adat Budaya Khas Suku Mandar, Sulbar

Budaya Khas Suku Mandar – Berada pada provinsi yang tergolong baru, Suku Mandar mungkin namanya masih sedikit asing di telinga masyarakat tanah air secara luas. Maklum saja, provinsinya sendiri baru dibentuk pada 2004. Dengan ibukota Sulawesi Barat terletak di kota Mamuju.

Hampir sebagian besar warga masyarakat Sulawesi Barat merupakan suku Mandar dengan total 49%. Sementara itu, sisanya dihuni oleh kelompok dari suku – suku lain. Seperti suku Toraja, suku Bugis, suku Jawa, suku Makassar dan sebagainya.

Karena mungkin belum banyak yang tahu, yuk kita kenali lebih dekat 5 adat budaya khas miliki suku mandar, Sulawesi Barat:

Jepa

Tradisi memakan Jepa atau ubi kayu kering sudah dijalani masyarakat Suku Mandar sejak puluhan tahun silam, terutama para nelayan yang pergi melaut. Bukan tanpa alasan, ubi kayu dianggap lebih awet untuk disimpan dalam waktu yang lama hingga berbulan – bulan mencari ikan di tengah laut. Sedangkan untuk proses pembuatannya, jepa atau ubi kayu kering diperoleh dengan cara memarut halus kemudian diperas hingga mengurangi kadar airnya. Setelah itu, parutan ubi kayu akan diasapi atau disangrai di atas wajan tanah liat atau cobek yang dipanaskan di atas tungku api.

Sayyang Pattu’du

Agama Islam yang masuk ke Sulawesi Barat memberikan andil yang cukup besar dalam budaya dan tradisi lokal. Seperti tradisi Sayyang Pattu’du. Tradisi ini dilaksanakan ketika ada anak – anak yang sukses mengkhatamkan atau tamat membaca al Quran hingg juz ke 30.

Syukuran atau Sayyang Pattu’du diselenggarakan dengan menyewa seekor kuda jinak yang sudah dilatih untuk bisa menari. Kuda menari ini lantas diarak berkeliling kampung dengan iringan lagu – lagu tradisional setempat.

Selain dilakukan pada acara khatam al Quran, Sayyang Pattu’du juga diselenggarakan pada acara hajatan lain. Seperti menyambut kelahiran bayi atau pernikahan. Di masa kini, orang suku Mandar kerap menyelenggarakan Sayyang Pattu’du sebagai acara reuni atau berkumpul saudara – saudara yang jauh.

Kalindaqdaq

Untuk mengabulkan sebuah hajat atau keinginan khusus, orang suku Mandar melakukan tradisi Kalindaqdaq. Jika ada seseorang yang memiliki nazar atau berucap suatu janji yang ingin dicapai, Kalindaqdaq digelar dengan cara seperti bersyair atau kata- kata puisi.

Baca juga: Maraknya Festival Sekaten di Yogyakarta

Tidak jarang Kalindaqdaq juga dilakukan untuk merayu sang wanita pujaan hati. Atau bisa juga berupa sebuah pidato atau semacam motivasi yang dapat mengobarkan semangat kepada para pejuang di masa peperangan untuk memperluas wilayah kerajaan.

Parrawana (Rebana)

Seni musik dan instrumental sangat erat dengan suku Mandar yang berciri khas ceria dan energik. Tradisi parrawana atau yang juga disebut marrawana adalah tradisi daerah maluku yang menggunakan alat musik tradisional rebana.

Dalam acara – acara ceremonial khusus seperti khataman Al Quran, pernikahan, khitan atau hajat tertentu, tradisi memukul rebana atau parrawana digelar dalam rangka memeriahkan acara. Tak jarang, tradisi parrawana juga mengiringi tradisi seperti Sayyang Pattu’du atau kuda menari yang diarak mengelilingi desa saat ada anak yang telah khatam Al Quran.

Suara rebana yang kompak, rempak dan berirama membuat tradisi parrawana selalu digelar di setiap acara spesial orang mandar.

Perahu Sandeq

Orang mandar sebagian juga memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Selama masa pencarian ikan di laut, orang mandar kerap memakai perahu – perahu bercadik yang mengarungi gelombang tinggi tanpa kenal takut.

 

Tradisi Perahu Sandeq merupakan simbol keberanian dan kehebatan kemampuan maritim yang dimiliki suku mandar. Profesionalisme serta kemahiran orang Mandar dari segi kelautan turut mengantarkan nama Perahu Sandeq hingga ke manca negara.

Tercatat sejumlah negara jiran seperti Malaysia, Singapura dan Jepang sudah mampu dilalui Perahu Sandeq bercadik khas suku Mandar.

Bahkan, yang paling spektakuler, konon orang Mandar telah mampu melewati lintas samudera benua hingga sampai di perairan Madagaskar, Amerika Serikat dan tak luput, Afrika Selatan juga pernah disinggahi.

Dalam acara – acara perayaan spesial seperti menyambut HUT kemerdekaan Republik Indonesia, tradisi Perahu Sandeq yang dihias cantik berlayar ke tengah laut memakai tenaga angin menjadi atraksi yang memukau masyarakat di Maluku.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *