Festival Erau, Pesta Rakyat yang Go International

Festival ErauMemiliki keanekaragaman budaya merupakan salah satu kelebihan Bangsa Indonesia. Tidak hanya tercermin dari aneka bahasa, tapi juga alat musik, tarian, hingga kebiasaan unik dari setiap suku bangsanya. Kekayaan budaya inilah yang menjadi faktor penarik datangnya wisatawan, selain potensi alam yang indah, terutama dari mancanegara. Tidak heran jika kini Kementerian Pariwisata mendorong daerah-daerah Indonesia untuk mempertahankan festival-festival yang telah berjalan sekian lama, seperti Festival Erau ini.

Sejarah Festival Erau

Erau merupakan salah satu festival budaya tertua di nusantara, bahkan telah berlangsung selama berabad-abad, seiring dengan perjalanan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang berdiri sejak tahun 1300. Kesultanan Kutai merupakan kesultanan bercorak Islam yang didirikan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti di Kutai Lama.

Istilah “erau” berasal dari kata “eroh” yang dalam bahasa Melayu Kutai tenggarong berarti keramaian pesta, atau bisa juga dimaknai sebagai pesta rakyat. Tradisi Erau atau upacara “tijak tanah” dan mandi ke tepian ini digelar ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia lima tahun. Tradisi ini pun kembali diadakan saat Aji Batara dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama. Oleh karena itu, upacara Erau dulunya dikenal sebagai upacara penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara.

Perkembangan Festival Erau

Dalam perkembangannya, upacara Erau ini tidak hanya digelar saat upacara penobatan raja, tapi juga pemberian gelar pada tokoh atau pemuka masyarakat, yang dianggap berjasa terhadap kerajaan. Di sini, Sultan dan kerabat akan menyelenggarakan perjamuan makan berupa hajatan besar bagi Kesultanan Kutai dan masyarakatnya, yang kini mencakup sebagian besar Kalimantan Timur. Dulu perhelatan ini berlangsung selama 40 hari 40 malam, sebagai ungkapan rasa terima kasih dari Sultan untuk rakyatnya.

Seiring berjalannya waktu, Kesultanan Kutai kemudian berakhir pada tahun 1960 dan bergabung dalam wilayah Republik Indonesia. Jika sebelumnya Kutai berstatus Daerah Istimewa dengan Sultan sebagai kepala daerah, statusnya berubah menjadi kabupaten dan kepala pemerintahan dipegang oleh bupati. Namun, Erau sebagai salah satu peninggalan budaya dari Kesulatanan Kutai tetap dipertahankan.

Baca Juga: Obyek Wisata Pulau Maratua – Berau, Kaltim Yang Menawan

Tradisi Erau

Tradisi Erau yang terakhir dilaksanakan pada 1965, saat upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, dengan tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara. Upacara ini sempat vakum sesuai dengan berakhirnya Kesultanan Kutai, dan kembali diangkat pada tahun 1971, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Kota Tenggarong yang jatuh tiap tanggal 28 September.

Diawali dengan acara dua tahunan, kini festival budaya ini digelar setiap tahun, bahkan sejak 2009, Erau yang dulunya digelar setiap September, kini dimajukan menjadi bulan Juli, untuk menarik wisatawan datang. Awalnya masyarakat sempat keberatan, tapi Sultan Kertanegara menyetujuinya sehingga sampai sekarang Festival Erau ini menjadi event internasional yang diadakan setiap bulan Juli hingga Agustus.

Festival Erau diramaikan oleh aneka bentuk kesenian, upacara adat dari suku-suku Dayak, dan lomba olahraga ketangkasan tradisional. Tahun 2013 menjadi era baru bagi pelestarian budaya warisan Kutai Kertanegara, karena untuk pertama kalinya Erau International Folklore and Art Festival bersanding dengan warisan budaya dunia. Nama festival ini kemudian masuk dalam daftar Internatonal Council of Organization of Folklore Festival and Folk Arts, sebuah lembaga internasional di bawah koordinasi UNESCO.

Partisipan dari berbagai negara

Para delegasi dari berbagai negara diundang untuk melihat dan terlibat dalam berbagai ritual adat, sekaligus untuk memperkenalkan peninggalan budaya masyarakat Kutai pada dunia. Selain itu, acara ini juga mempopulerkan destinasi wisata alam, seperti Pulau Kumala yang memiliki fasilitas modern, seperti taman hiburan, kereta gantung dan menara observasi setinggi seratus meter. Ada juga Museum Mulawarman dan Kedaton Kutai Kartanegara yang dapat dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Untuk penyelenggaran Erau 2016, dimulai pada tanggal 16 Agustus 2016 dengan Upacara Adat Beluluh Sultan dan Upacara Adat Menjamu Benua. Hingga tanggal 29 Agustus 2016, ada banyak acara yang digelar seperti berbagai upacara adat, kirab budaya internasional, pentas seni internasional, festival kuliner, dan Erau Expo 2016. Festival Erau 2016 kemudian ditutup dengan Upacara Adat Merebahkan Ayu.

Tips penting jika ingin memotret atau mengabadikan foto di Festival Erau

Festival Erau yang penuh dengan nuansa adat tradisional begitu menarik untuk disaksikan. Tidak terkecuali, bagi mata lensa para pecinta fotografi. Selain mencari momen yang pas dan komposisi yang tepat. Dibutuhkan beberapa trik atau teknik untuk membuat foto yang berkelas. Seperti apa tips-tips bermanfaat untuk mengabadikan momen saat Festival Erau. Berikut ulasannya…

  • Manfaatkan lensa jarak jauh dan fokus yang lebar untuk membidik setiap momen. Anda mungkin tidak berada di lokasi yang cukup dekat dengan para peserta festival, sehingga membawa lensa tele sangat memudahkan pemotretan dan menguntungkan. Kisaran lensa tele yang disarankan berukuran 17 sampai 55 mm, dan tele range 400 mm. Dengan lensa jarak jauh yang tepat, Anda bisa mengabadikan setiap momen meskipun hanya duduk di kejauhan.

 

  • Meskipun Anda termasuk dalam turis atau pendatang/tamu, adab dan sopan santun serta etika berbusana sangat diperhatikan. Festival Erau diikuti oleh para pejabat daerah dan para peserta dari luar negeri. Tempat pelaksanaan pun berada di area Istana yang menjunjung tinggi kesopanan budaya dan relatif ‘formal’. Jika ingin leluasa mengambil gambar, sebaiknya kenakan pakaian sopan dengan celana panjang atau kemeja.

Even -even khusus

 

  • Festival Erau memiliki sejumlah acara atau jadwal kegiatan yang menarik selama 7 hari berturut-turut. Informasi kegiatan ini bisa dicari di situs resmi pemerintah Kutai Kertanegara. Pilih jenis acara yang menurut Anda menarik untuk diikuti atau disaksikan agar Anda tidak terlalu kecapekan selama mengikuti Festival Erau.

 

  • Selama even Festival Erau berlangsung. Tentukan hari apa saja Anda ingin memotret atau mengambil gambar. Sisa hari yang tidak ada jadwal kegiatan memotret. Manfaatkan untuk aktivitas wisata lain seperti tur keliling kota Kutai atau wisata ke destinasi favorit pelancong. Hal ini akan membuat perjalanan wisata di sekitar Kutai. Terasa lebih komplit dan tidak membosankan. Disarankan untuk menghadiri acara pembukaan dan penutupan. Biasanya acara ini dikemas secara meriah dan menarik, jadi kemungkinan besar akan ada banyak momen menarik untuk ditangkap dalam lensa kamera.

Tips memotret

  • Hindari memotret pada saat belimbur. Kenapa begitu? Karena Anda pasti tidak ingin menangis ataupun menyumpah saat kamera dengan sengaja ataupun tidak sengaja tersiram air. Acara belimbur adalah salah satu bagian Festival Erau. Di mana semua orang atau siapa saja bebas menyiramkan air kepada siapa pun.  Bahkan pada orang yang tidak dikenal. Aturannya hanya satu, tidak boleh marah ya.
  • kamera water proof. Tips penting jika ingin tetap memotret. Tentunya Anda bisa membawa kamera smart phone yang tahan air atau water proof. Anda bisa menangkap momen kapan saja tanpa takut terkena siraman air. Jika tidak memiliki kamera tahan air, cukup bungkus kamera dengan plastik agar lebih aman.
  • Bawa teman. Sangat menyenangkan jika Anda bisa membawa teman atau sahabat bersama. Untuk menyaksikan Festival Erau. Selama Anda bergabung dalam acara belimbur. Anda bisa menitipkan sementara kamera dan peralatan penting kepada teman yang tidak bergabung dalam acara belimbur. Jadi, semua masalah teratasi. Peralatan kamera aman dari air. Anda pun masih bisa ikut bergabung kemeriahan belimbur. Oke, kan?

Tertarik mendatangi Festival Erau di tahun yang akan datang? Traveler bisa memanfaatkan perjalanan darat dari Balikpapan atau dari Samarinda. Dengan waktu tempuh selama 45 menit. (jari adventure-det img Get Borneo)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.