Festival Bau Nyale, Keunikan Budaya Lokal Daerah Lombok yang Eksis

Indonesia memang dikenal dengan berbagai budaya yang dimilikinya. Jika kamu adalah seseorang yang sering mengunjungi tempat – tempat yang kental akan budaya dan keanekaragaman di Indonesia mungkin kamu perlu menengok Festival Bau Nyale.

Festival ini merupakan sebuah budaya dan kebiasaan yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Acara yang satu ini juga menarik minat wisatawan mancanegara dan juga lokal yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai acara ini.

Bau Nyale sendiri merupakan sebuah acara tahunan yang kerap diadakan di di antara bulan Februari sampai Maret. Penanggalannya adalah sesuai dengan kalender suku Sasak yaitu merupakan suku asli di Nusa Tenggara Barat.

 

Festival Bau Nyale Peninggalan Budaya Dari Masa Ke Masa

Festival Bau Nyale sendiri sebenarnya merupakan kebiasaan dan juga adat yang sudah dijalankan sudah sejak lama bahkan di tahun 1400 an menurut rakyat setempat. Jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia arti kata “Bau Nyale” yang berarti menangkap Nyale.

Bau dalam bahasa lokal Lombok berarti menangkap dan “Nyale” adalah sebuah hewan sejenis cacing laut yang keluar dari pantai – pantai yang ada di sekitaran Lombok.

Konon, ritual dan juga acara ini dimulai dari sebuah cerita seorang putri cantik dari Lombok bernama Putri Mandalika.

Putri yang berparas cantik dan juga sangat menawan ini tentunya tersebar ke seluruh daerah sehingga orang – orang mengetahui kecantikannya.

Kemudian diceritakan bahwa pangeran – pangeran yang ada di Lombok mencoba untuk meminang Putri Mandalika.

Yang jadi permasalahan adalah bahwa pangeran tersebut bertengkar satu dengan yang lain, sehingga menimbulkan kekacauan besar.

Pangeran yang bertengkar dan berperang satu dengan lain dengan tujuan memperebutkan Putri Mandalika dan menunjukkan siapa yang paling pantas mendapatkan Putri Mandalika.

Melihat kekacauan yang terjadi tentunya Putri Mandalaika tersebut sangat sedih. Sang Putri meneteskan mata karena para Pangeran yang seharusnya bersaudara berperang hanya karena ingin menikahinya.

Karena Putri Mandalika tidak bisa memutuskan akan memilih Pangeran yang mana dan tidak mau menambah panjang peperangan ini, kemudian dia memutuskan untuk melompal ke laut.

Sebelum melompat ke laut dia berbicara kepada kedua orang tuanya dan masyarakat sekitar, bahwa lebih baik dia menjadi “Nyale” yang bisa dinikmati semua orang, daripada harus memilih satu orang namun terjadi perang besar – besaran.

Masyarakat suku Sasak Lombok percaya bahwa “Nyale” yang muncul setiap tahunnya merupakan pencerminan dari Putri Mandalika yang memberikan rejeki untuk dinikmati oleh semua masyarakat Sasak, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Festival Bau Nyale ini digelar setiap tahunnya

Dari cerita tersebut upacara dan juga gelaran Festival Bau Nyale ini digelar setiap tahunnya dan mendatang berbagai wisatawan baik dari mancanegara maupun wisata lokal.

Tentunya jika kamu belum pernah mengikutinya atau melihat dari dekat, coba untuk sempatkan waktu melihat acara ini dari dekat.

baca juga:

Jangan Dilanggar! 5 Pantangan Wisatawan di Madrid Spanyol

 

Rangkaian Acara Festival Bau Nyale

Sekarang upacara Bau Nyale ini dikombinasikan dengan berbagai gelaran dan pertunjukan budaya lainnya. Kamu bisa melihat berbagai pertunjukan menarik dari seluruh kebudayaan yang ada di Lombok. Pemerintah Daerah Lombol sendiri juga turut mendukung perkembangan acara yang satu ini.

Beberapa rangkaian acara yang digelar seperti Arak – arakan kebudayaan, Basar kuliner, Pembersihan pantai, Kompetisi Voli Pantai, dan gelaran acara lainnya tersaji sepanjang festival ini digelar. Selain itu juga ada yang namanya Peresean.

Peresean adalah sebuah kesenian asli dan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Suku Sasak. Acara ini adalah sebuah pertunjukan seni bela diri yang sudah turun temurun digunakan oleh masyarakat sasak, Lombok pada umumnya.

Peresean ini kerap kali menarik perhatian diantara gelaran Festival Bau Nyale selain, berbagai pertunjukan budaya lainnya. Dengan mempertemukan dua orang yang memperagakan pertunjukan bela diri dengan memakai berbagai perlengkapan adat yang sangat kental akan suku Sasak.

Selain itu terdapat berbagai pameran dan basar kebudayaan yang akan diadakan sepanjang festival ini berlangsung. Jadi jika kamu memang berencana untuk melihat lebih dekat seperti apa kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia, kamu benar – benar harus mengikuti ajang festival Bau Nyale ini. Selain budaya dan kesenian lokal, kamu juga bisa menikmati kuliner lokal yang mungkin tidak akan terlupakan.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.