Mengintip Kemeriahan Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Riau

Festival Bakar TongkangSelain memiliki keindahan alam yang menawan, Indonesia juga terkenal hingga ke mancanegara berkat keberagaman seni dan budaya yang menarik untuk dilihat dan diamati. Salah satu even yang banyak ditunggu dan diminati, tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga internasional adalah Festival Bakar Tongkang, Bagansiapiapi, Riau.

Apa itu Festival Bakar Tongkang?

Festival Bakar Tongkang yang unik ini merupakan salah satu cara mempromosikan tujuan wisata dari program Riau Menyapa Dunia. Terbukti, even ini sukses menarik banyak wisatawan, terutama dari warga luar negeri keturunan Tionghoa, yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Rupanya tradisi bakar tongkang ini tidak hanya dijadikan obyek wisata, tapi juga sebagai ritual agama.

Sejarah Festival Bakar Tongkang

Asal mula ritual bakar tongkang yang hanya ada di Kabupaten Rohil, Bagansiapiapi, Riau ini berawal dari berangkatnya beberapa keluarga dari daratan China, untuk mencari tempat hidup yang baru. Menggunakan kapal kayu, sekumpulan orang ini merantau dan akhirnya tiba di Bagansiapiapi pada tahun 1820. Di sini, mereka melihat cahaya yang ditimbulkan oleh banyak kunang-kunang, dan mengikutinya hingga sampai di atas tempat penampungan ikan. Kisah ini tepat menggambarkan kota yang sempat dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di dunia.

Simbol betah/kerasan di tanah rantau

Setelah beberapa waktu memutuskan untuk tinggal di tempat itu, para perantau merasa nyaman dan tidak ingin kembali ke tanah kelahirannya. Hal ini diwujudkan dengan membakar kapal kayu tersebut, sebagai simbol tidak ingin kembali ke masa lalu, serta sebagai persembahan atau ritual bagi para dewa, yang telah memberikan kehidupan baru dan nyaman.

Ritual ini telah diselenggarakan sejak tahun 1878 dan sampai saat ini tetap dilaksanakan, untuk mengenang perjuangan nenek moyang, yang telah membawa masyarakat etnis Tionghoa ke Bagansiapiapi. Tidak heran jika kegiatan ini disambut antusias oleh warga di sana, sekaligus sebagai awal petunjuk mencari berkah demi lancarnya rejeki selama setahun ke depan. Pada zaman Orde Baru, dimana kegiatan agama atau budaya masyarakat Tionghoa memang dibatasi, ritual ini sempat dilarang. Tapi kemudian diaktifkan kembali saat Gus Dur menjabat sebagai presiden.

Baca Juga:

Bintan Mangrove, Obyek Wisata Alam Sensasional di Kabupaten Bintan, Kep. Riau

Agenda wisata nasional

Festival Bakar Tongkang ini telah masuk ke dalam kalender wisata nasional, dan biasanya digelar setiap tanggal 16 di bulan kelima setelah perayaan Tahun Baru Cina, atau dikenal juga dengan Go Gwee Cap Lak. Sebelum memasuki puncak acara, Kota Bagansiapi-api seakan menyambut etnis Tionghoa yang ingin menyaksikan ritual ini dengan ornament khas yang menghiasi kota. Masyarakat yang datang dari berbagai wilayah, terlebih dahulu akan melakukan sembahyang di Kelenteng In Hok Kiong, kelenteng tertua di kota, yang ada di kawasan Pekong Besar, Kota Bagansiapiapi.

Tata cara Festival Bakar Tongkang

Di malam hari sebelum prosesi pembakaran tongkang berlangsung, hio-hio atau dupa berukuran raksasa akan mulai dinyalakan, kemudian persembahan pada dewa seperti buah-buahan, daging babi, ikan, atau ayam disusun di atas altar. Sembahyang ini dilakukan sampai menjelang kapal Tongkang dijemput dari tempat pembuatannya. Ritual penjemputan ini menjadi atraksi wisata tersendiri yang diminati banyak wisatawan, karena diiringi atraksi barongsai dan berbagai alat musik tabuhan.

Sesampainya di kelenteng, tongkang terlebih dahulu disemayamkan. Menurut kepercayaan, Dewa Kie Ong Ya akan menjamu dewa-dewa lainnya, untuk menikmati persempahan yang telah disiapkan. Baru kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan peresmian tongkang oleh ahli gaib, yang dikenal dengan naama Tang Ki, yang kemudian disusul dengan pembukaan kembali kelenteng untuk sembahyang dan menikmati berbagai hiburan.

Keesokan harinya, tepatnya di siang hari, baru dimulai pembakaran tongkang. Utusan dari berbagai kelenteng akan bersiap untuk mengangkat kapal, diiringi dengan puluhan ribu masyarakat yang ingin menyaksikan festival unik ini. Biasanya arak-arakan akan dimulai pada pukul dua siang dan melintasi Kota Bagansiapiapi, diiringi suara mercun dan aroma khas dupa, yang dipersiapkan oleh setiap warga di halaman rumahnya masing-masing.

Nilai Filosofis

Sebelum pembakaran, terlebih dahulu para Tang Ki akan menentukan posisi haluan tongkang, sesuai petunjuk Dewa Kie Ong Ya. Menurut filosofi yang dianut, petunjuk ini dijadikan sebagai pedoman arah rejeki atau kebaikan, untuk usaha dan keselamatan masyarakat etnis Tionghoa. Apabila tiangnya jatuh ke laut, maka rejeki dan keselamatan tahun ini berada di laut, begitu juga sebaliknya.

Setelah mengetahui arahnya, tongkang dan kertas sesembahan diletakkan. Ribuan orang akan mmenuhi tempat pembakaran tongkang, sambil memegang dupa. Tidak lama kemudian, api berkobar besar, melalap kapal dan timbunan kertas sesembahan yang ada di dekat lambung kapal.

Tips melihat Festival Bakar Tongkang

Mengunjungi daerah Bagan siapi-api untuk melihat Festival Bakar Tongkang kini mulai menjadi agenda wisata tahunan nasional bagi para pelaku wisata. Untuk Anda yang berencana pergi ke kota Bagan Siapi-api dan menyaksikan Festival Bakar Tongkang, yuk simak beberapa tips bermanfaat berikut:

  1. Jaga jarak

Melihat Festival Bakar Tongkang yang mengandung unsur api, tentu harus memprioritaskan keselamatan dan keamanan keluarga. Jaga jarak untuk tidak terlalu dekat dengan lokasi bakar tongkang, umumnya para panitia sudah mewanti-wanti atau menghimbau kepada para pengunjung agar tidak terlalu dekat ke lokasi pembakaran tongkang.

  1. Pilih lokasi

Untuk mengabadikan momen atau jika Anda seorang fotografer, tentu memilih lokasi atau spot yang tepat menjadi keharusan. Pilih tempat yang agak tinggi sehingga Anda leluasa untuk mengabadikan momen Festival Bakar Tongkang.

  1. Pergi ke toilet

Sebelum Festival Bakar Tongkang dimulai sebaiknya Anda pergi ke toilet agar tidak kehilangan momen sedikit pun karena ingin pergi ke kamar mandi.

  1. Reservasi hotel

Di saat hari-hari menjelang perayaan Festival Bakar Tongkang, bisa dipastikan kota Bagan Siapi-api akan dipenuhi para pengunjung atau turis dari berbagai negara. Pemesanan kamar hotel akan membludak bahkan penuh. Jika Anda mengantisipasi dengan memesan atau membuking kamar jauh-jauh hari maka hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehabisan kamar bisa dihindari.

  1. Pakai jasa agen travel wisata

Mengakomodir dan merencanakan semua perjalanan wisata Anda ke kota Bagan Siapi-api tidak mudah. Apalagi jika Anda pelancong yang solo atau travelling sendiri. Lebih baik, berinisiatif untuk mengambil jasa agen travel wisata berpengalaman yang akan mengurus semua keperluan tur wisata dan melihat Festival Bakar Tongkang.

  1. Pakai pemandu wisata

Jika Anda ingin mendapatkan info yang lebih detail dan lengkap tentang Festival Bakar Tongkang dari mulut pribumi atau penduduk lokal. Pilihlah pemandu wisata yang berasal dari daerah Bagan Siapi-api. Mereka akan dengan senang hati menemani Anda berkeliling di dalam kota. Ataupun ke tempat-tempat wisata yang mungkin belum banyak dikenal para wisatawan luar daerah.

  1. Pakai kacamata dan masker

Melihat Festival Bakar Tongkang jangan lupa untuk memakai kacamata untuk melindungi mata dari panasnya suhu saat pembakaran tongkang yang terkadang mengeluarkan asap tebal membuat mata perih dan memakai masker untuk mencegah abu sisa pembakaran yang beterbangan ke mana-mana masuk ke mulut/hidung.

  1. Awas tindak kriminal

Berada di lokasi yang sangat ramai dan penuh sesak dengan para pengunjung dari berbagai negara. Bisa jadi akan dimanfaatkan oleh sebagian kecil oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi kriminal. Seperti mencopet, mencuri atau memeras. Jangan membawa perhiasan atau uang yang berlebihan. Berada di tempat umum yang ramai, lebih baik bawa uang secukupnya dan kartu identitas.

Seru dan unik bukan Festival Bakar Tongkang yang diadakan di Riau ini. Catat tanggalnya, jangan sampai ketinggalan ya!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.