Dibuat Takjub Akan Pesona Wisata Budaya keKampung Baduy, Banten

Perbedaan suku dan budaya yang ada di Indonesia, bukanlah menjadi suatu jurang pemisah atau pemecah golongan. Melainkan, justru menjadi kekayaan dan keanekaragaman yang mewarnai pesona adat dan budaya di tanah air.

Salah satu suku yang sangat populer di dalam negeri maupun mancanegara adalah Suku Baduy yang berada di Banten. Suku Baduy tergolong unik. Suku Baduy dibagi menjadi dua. Ada Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy luar.

Suku Baduy Dalam konon sama sekali tidak mau tersentuh dengan keduniawian. Dalam arti, mereka benar-benar hidup dengan menggantungkan diri pada alam seutuhnya. Jangan harap Anda bisa mendapati TV atau internet, untuk mandi saja mereka tidak memakai sabun kimia apapun. Semua begitu alami dan apa adanya.

WISATA SUKU BADUY

Wisata ke wahana bermain atau wisata alam, mungkin menjadi hal yang lumrah bagi kebanyakan orang. Tapi bagaimana bila Anda wisata budaya ke kampung Baduy?

Pengalaman unik dan berbeda akan Anda dapatkan, terlebih jika Anda selama ini hidup di kota metropolitan dengan gelimang gadget canggih dan modern.

Ada beberapa atraksi wisata bagi para pengunjung atau tamu yang berlibur di antaranya:

Hidup dalam kesederhanaan

Jangan mengaku sebagai pecinta petualangan jika belum pernah merasakan sensasi berlibur ke kampung wisata Baduy. Di sini Anda akan belajar hidup sederhana dan bersahaja. Tanpa smartphone, laptop, TV, radio dan segala macam gadget yang biasa menghiasi rutinitas.

Mandi pun tidak memakai sabun, karena masyarakat Baduy terutama Suku Baduy Dalam benar-benar memegang erat adat istiadat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kalau Anda pernah melihat seorang survivor bisa hidup di antara rimbunnya hutan, kini Anda bisa merasakan sendiri pengalaman tersebut di depan mata.

 Lokasi kampung wisata Baduy

Untuk menjangkau lokasi wisata budaya ke kampung Baduy memang memerlukan sedikit usaha. Pasalnya, dari pusat kota Rangkasbitung membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam atau sekitar 40 kilometer.

Soal panorama alam, tidak perlu ditanya lagi. Panorama alam yang masih asri dan sangat dijaga oleh masyarakat Baduy membuat mata siapa saja yang memandang kian dimanjakan keindahan.

Jauh dari campur tangan dunia luar

Bagi masyarakat perkotaan, melihat-lihat wisata budaya ke kampung Baduy termasuk bagaimana masyarakat asli Baduy bisa bertahan hidup dengan mengandalkan alam adalah sebuah hal yang unik dan menakjubkan.

Mereka sangat menghormati alam. Maka dari itu, imbal-balik positif dari alam juga bisa mereka peroleh. Kekayaan buah-buahan dan hasil bumi yang cukup untuk dipakai bertahan hidup hingga seluruh masyarakat dan para pengunjung.

Keunikan yang bisa dijumpai pertama kali adalah suasana di perkampungan adat Suku Baduy. Rumah mereka masih dibuat dari bambu dan beratap ijuk.

Satu ciri khas rumah penduduk Suku Baduy adalah terbuat dari bahan yang mudah diurai oleh tanah atau ramah lingkungan. Seperti kayu jati, kayu glugu, maupun kayu albasiah. Sementara, baju adat yang dikenakan sehari-hari biasanya berwarna monokrom seperti hitam atau putih dengan tenun tangan yang mengambil corak dari daun atau bunga.

Mereka tidak memakai alas kaki ataupun kendaraan. Kalau hendak pergi? Pastinya hanya berjalan kaki dan inilah rahasia kesehatan masyarakat Suku Baduy.

Transportasi menuju lokasi kampung Baduy

Demi mendapatkan liburan unik di kampung budaya Suku Baduy, arahkan saja kendaraan menuju ke Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung, perjalanan bisa dilanjutkan ke Ciboleger. Kemudian, langsung menuju wisata budaya ke kampung Baduy.

 Keyakinan Sunda Wiwitan

Tidak seperti anggapan kebanyakan orang, masyarakat Suku Baduy juga memiliki keyakinan atau kepercayaan sesuai mayoritas agama di Indonesia. Mereka menganut agama Sunda Wiwitan, dengan keimanan pada tanah suci Mekah ataupun Kakbah.

 Pernikahan adat Suku Baduy

Bagi masyarakat Suku Baduy yang bisa dibilang tidak terlalu banyak jiwa atau kepala keluarga. Lebih mudah untuk mencari pasangan bagi anak mereka dengan cara perjodohan.

Budaya pernikahan dini sangat lumrah terjadi, bahkan ketika pengantin masih berusia 14 tahun atau sekitar usia lulus SMP. Perjodohan tidak lantas tanpa persetujuan sang pengantin, sebab jika pengantin pria sudah memiliki pasangan yang ia inginkan sendiri maka tidak perlu adanya perjodohan atau dicarikan calon istri.

Untuk urusan mas kawin, kepala adat sangat memegang peranan penting karena ia yang akan membuat sendiri cincin dari perak putih bagi sang mempelai.

Jangan ragu untuk menghubungi pihak agen travel wisata demi liburan yang indah dan berkesan ke wisata budaya ke kampung Baduy. Dengan adanya pemandu atau jasa agen travel wisata, Anda akan lebih mudah mengenal apa saja atraksi wisata yang bisa dilihat oleh pengunjung.

Sudah siap dibuat takjub dengan pesona wisata budaya ke kampung Baduy ? Mari hubungi agen travel wisata kami. (Jari Adventure-Detty Risetya-foto www.pegipegi.com)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.