Deretan Tarian Adat Maluku Utara Yang Wajib Diketahui

Maluku Utara tekenal akan keindahan obyek wisata bahari yang berupa pulau-pulau dan pantai dengan taman laut dan jenis ikan yang beragam. Salah satu kawasan wisata yang bakal menjadi primadona adalah kawasan wisata Morotai yang berada di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku. Bahkan Morotai telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas 2016 ini. Tentu saja keindahan Morotai khususnya dan Provinsi Maluku Utara umumnya tak perlu diragukan lagi. Namun, siapa sangka provinsi yang resmi terbentuk pada 4 Oktober 1999 ini juga menyimpan pesona kesenian tarian adat yang beragam. Penasaran dengan ragam tarian adat yang dimiliki oleh Maluku Utara? Berikut ulasan tentang tarian adat Maluku Utara yang patut diketahui.

Tarian Cakalele

Tarian Cakalele merupakan tarian perang yang kini ditampilkan bila ada tamu agung yang akan berkunjung ke daerah tersebut sebagai penyambutan. Tarian tradisional khas Maluku ini biasa dimainkan oleh beberapa pria yang menggunakan parang dan salawaku dan para wanita yang menggunakan lenso atau sapu tangan.

Tarian Bambu Gila

Salah satu tarian adat Maluku Utara yang bernuansa mistis adalah tarian bambu gila. Tarian ini berasal dari daerah hutan bambu yang berada di kaki gunung Gamalama. Awalnya, tarian ini dipergunakan untuk memindahkan kapal kayu yang telah selesai dibuat dari gunung ke pantai. Tarian adat Maluku Utara ini juga dipergunakan untuk memindahkan kapal yang telah kandas di laut. Sedangkan bagi para raja, tarian ini digunakan untuk melawan para musuh yang datang menyerbu. Saat ini tarian adat Maluku Utara bambu gila beralih fungsi sebagai hiburan yang dipertontonkan saat ada acara adat maupun pesta. Tarian ini menggunakan bambu yang berukuran sekitar 10-15 meter. Sebelum tarian adat Maluku Utara Bambu Gila dimulai, pawang akan membakar dupa atau kemenyan disertai iringan pembacaan doa agar diberi keselamatan hingga tarian selesai dimainkan. Beberapa saat kemudian, bambu-bambu itu terlihat berguncangan secara perlahan dan semakin lama guncangannya akan semakin keras.

Tarian bambu gila ini dimainkan oleh 6 lelaki bertubuh besar dengan cara memegangi bambu dan membawanya berputar mengelilingi lapangan mengikuti arah gerakan bambu. Bambu-bambu ini  memiliki berat berton-ton sehingga keenam pria tersebut tak bakalan kuat menahannya.

Tarian Soya-soya

Berdasarkan sejarah Ternate, Sultan Babullah yang memimpin daerah ini pada 1570-1583 pada suatu saat menyerbu benteng Portugis di Kastela  (Santo Paolo Pedro) untuk mengambil jenasah ayahnya, Sultan Khairun, yang dibantai secara kejam oleh Portugis di dalam benteng itu. Para seniman kesultanan pun kemudian menciptakan tarian yang bertemakan patriotisme untuk mengenang peristiwa itu. Tarian adat Maluku Utara ini kemudian dikenal dengan nama Tarian Soya-soya.

Tarian Soya-soya diartikan sebagai tarian penjemputan. Sebab tarian ini seringkali dipertunjukan oleh pihak Kesultanan saat akan melakukan penjemputan tamu penting atau tamu agung yang datang. Tarian Soya-soya ini pun juga bisa diartikan sebagai tarian perang sebab sesuai dengan cerita yang melatar belakanginya tarian ini digunakan oleh pasukan kesultanan untuk berperang melawan penjajah.

 

Baca Juga : Nikmatnya Kuliner Tradisional Khas Maluku Utara Ini

 

Tarian Lenso

Tarian Lenso adalah tarian muda-mudi yang biasanya dibawakan secara ramai-ramai bila ada pesta, baik itu pesta penikahan, panen cengkeh, pesta tahun baru atau acara lainnya. Tarian adat Maluku Utara ini juga menjadi ajang pencarian pasangan bagi mereka yang masih single. Lenso sendiri berarti sapu tangan. Istilah lenso dipakai oleh masyarakat dari daerah Sulut, sebagian Sulteng dan wilayah lainnya di Indonesia Timur.

Tarian Tidetide

Tarian khas Halmahera Utara ini sering dipentaskan pada acara khusus seperti pesta rakyat atau pesta perkawinan. Tarian ini juga dikenal sebagai tarian pergaulan karena gerakannya memiliki makna tertentu yang dapat diartikan sebagai bahasa pergaulan. Tarian tidetide biasa dibawakan oleh kelompok penari wanita yang berjumlah 12 orang dengan diiringi alat musik berupa tifa, biola dan gong.

Tarian Tidetide merupakan tarian adat Maluku Utara yang sudah sangat kuno. Tarian ini mempunyai arti kesuburan alam semesta dan motif-motif mistik. Tarian ini awalnya ditarikan secara duet oleh penari pria dan wanita yang berjumlah 2 hingga 6 pasangan.

Tarian Gumatere

Tarian adat yang satu ini dilakukan bila masyarakat meminta petunjuk atas suatu persoalan ataupun fenomena alam yang sedang terjadi. Tarian adat Maluku Utara ini dilakukan oleh sekelompok penari pria dan wanita yang berjumlah 30 orang. Penari pria menggunakan tombak dan pedang sedangkan penari wanita menggunakan lenso. Uniknya, salah seorang penari akan mengenakan kain hitam, nyiru dan lilin untuk ritual memohon petunjuk atas suatu kejadian. Tarian Gumatere ini merupakan tarian tradisional rakyat Morotai.

Tarian Dengedenge

Seperti tarian Tidetide, tarian dengedenge juga merupakan tarian adat Maluku Utara pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh sekelompok penari wanita dan pria sambil diiringi nyanyian yang berupa syair pantun yang memiliki makna cinta dan harapan di masa depan. Seringkali tarian ini diakhiri dengan sebuah kesepakatan untuk menuju jenjang pernikahan antara di pria dan wanita. Nyanyian pengiring Dengedenge dibawakan dengan cara saling berbalas-balasan.

Demikian ulasan tentang beberapa tarian adat asal Maluku Utara. Semoga bisa menambah wawasan Anda tentang keberagaman budaya yang dimiliki Indonesesia. 

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *