Deretan Desa Adat Indonesia yang Bikin Kagum Wisatawan Mancanegara

 

Selain kekayaan alam, budaya Indonesia menjadi topik yang tidak pernah bosan untuk diperbincangkan. Tidak terhitung banyaknya bahasa daerah dan suku di Indonesia. Bahkan desa-desa adat yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke dengan kekhasannya masing-masing telah menarik minat tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga mancanegara.

Bagi kalian yang ingin traveling dalam waktu dekat, deretan desa adat yang telah mendunia ini bisa menjadi tujuan unik untuk berwisata budaya.

 

Desa Adat Ke’te Kesu, Sulawasi Selatan

Terletak di Tana Toraja, desa adat Ke’te Kesu menyimpan peninggalan nenek moyang yang berusia lebih dari 5000 tahun lalu. Di sinilah, wisawatan dapat mempelajari lebih jauh tentang adat istiadat dan kebudayaan Toraja.

Dikenal luas karena sistem pemakaman uniknya, mayat-mayat di desa ini diletakkan di sebuah makam yang berbentuk goa batu. Lokasi pemakanan tradisional ini penuh dengan tulang belulang manusia dengan peti mati yang diukir indah.

Selain pemakaman tradisional, rumah adat Tongkonan juga menjadi bagian yang paling menonjol di desa. Rumah dilengkapi dengan atap yang berbentuk panjang menyerupai perahu dan hiasan tanduk kerbau yang menunjukkan status sosial sang pemilik.

Semakin banyak tanduk yang dipasang maka makin tinggi pula status sosial pemilik rumah karena  kerbau di kawasan ini harganya sangat mahal dan dianggap hewan yang sakral.

 

Desa Adat Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Desa adat ini telah ditetapkan sebagai salah satu situs kekayaan dunia oleh UNESCO. Keunikan desa dapat ditemukan pada tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang jumlahnya tidak pernah bertambah maupun berkurang.

Didukung oleh kebudayaan lokal dan pesona alam yang menakjubkan, penduduk yang ramah, serta iklim yang sejuk karena berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo mesti masuk dalam daftar kunjungan sesegera mungkin.

Meski berada di Nusa Tenggara Timur, desa adat yang telah ada selama 19 generasi ini nenek moyangnya yang dikenal dengan sebutan Empo Maro berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Bersama kerabatnya, Empo Muro meninggalkan Minang dan berlabuh di Flores sebelum akhirnya menetap di Wae Rebo.

baca juga:

Kabupaten Ngada, Keindahan Nusa Tenggara Timur yang Tak Mengada-ada

 

Desa Adat Nagari Pariangan, Sumatera Barat

Di desa ini kalian akan menemukan beberapa rumah gadang khas Minang. Itulah sebabnya, desa ini dipercaya sebagai tempat asal muasal suku Minangkabau.

Selain bangunan khas Minang, di desa adat Nagari Pariangan juga terdapat Masjid Ishlah yang arsitekturnya berbeda dengan bangunan Minang pada umunya. Masjid mengadopsi gaya arsitektur Tibet dan menjadi bangunan tertua di desa.

Desa Adat Nagari Pariangan juga pernah masuk dalam 16 besar Most Picturesque Villages versi majalah Travel Budget Amerika Serikat. Yakin tudak mau ke sana?

 

Desa Adat Trunyan, Bali

Terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Trunyan menyajikan pemandangan alam yang asri dengan pesona keindahan Danau Batur yang memukau.

Masyrakat desa memiliki tradisi luhur dalam prosesi pemakanan mayat. Di desa ini, jasad tidak dikuburkan melainkan hanya diletakkan di bawah pohon Teru Menyan hingga berubah menjadi tanah. Bukannya bau busuk, di area dekat pohon malahan tercium bau yang sangat harum.

Kemistikan yang melingkupi desa menjadi daya tarik bagi wisatawan asing untuk berkunjung.

 

Desa Dayak Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur

Tak mau kalah, Pulau Kalimantan juga punya desa yang terkenal bahkan hingga mancanegara. Desa Dayak Pampang resmi dibuka untuk kunjungan wisata sejak 1991 lalu.

Hingga kini selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin lebih jauh mengenal budaya suku Dayak.

Di desa ini, pengunjung dapat menemukan kerajinan khas suku Dayak dan diijinkan untuk tinggal di rumah tradional yang dihiasi dengan ukiran sarat makna.

 

Desa Adat Suku Baduy, Banten, Jawa Barat

Suku Baduy dalam dikenal terisolasi dari luar. Tak kurang dari 20 ribu Urang Kanekes, sebutan untuk orang baduy, yang menghuni desa adat masih memegang tradisi dan kepercayaan leluhur dengan kuat.

Meskipun desa terbuka untuk kunjungan wisatawan, kegiatan memotret atau mengambil hasil alam tanpa ijin sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan di desa ini.

Bagaimana tertarik untuk mengunjungi salah satu desa tradisional di atas?

Sembari berlibur, kalian bisa sekaligus mempelajari kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia langsung dari sumbernya.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.