Beragam Tradisi Unik Saat Lebaran (2)

Lebaran menjadi salah satu peristiwa paling penting bagi umat Islam di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Sebelumnya, umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari  dan kemudian merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Suka cita, kebersaman dan banyak kemeriahan menghiasi setiap datangnya hari lebaran. Bahkan di berbagai daerah di Indonesia, beragam tradisi unik saat Lebaran dan meriah di gelar untuk menyambut datangnya hari kemenangan ini. tradisi unik saat Lebaran yang dimiliki masing-masing daerah di Indonesia inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi perantau yang tinggal di kota-kota besar untuk mudik dan merayakan lebaran di kampung halaman. Lantas tradisi unik saat Lebaran apa sajakah yang digelar beberapa daerah di Indonesia ini untuk merayakan hari kemenangan? Berikut ulasannya:

Meriam karbit, tradisi mengusir kuntilanak di Pontianak

Setiap lebaran tiba, warga Pontianak mempunyai cara tersendiri untuk menyambutnya. Warga biasanya mengadakan festival meriam karbit tepat di saat malam takbiran. Di Pontianak, festival ini bahkan telah menjadi tradisi khusus yang sudah dilaksanakan selama bertahun-tahun. Pada malam takbiran, warga menyiapkan ratusan meriam yang terbuat dari bambu dan diberi karbit kemudian manatanya berjajar di tepi sungai Kapuas. Meriam-meriam inipun kemudian disulut hingga nampak seperti perang.

Tradisi unik saat Lebaran masyarakat Pontianak ini digelar untuk mengenang pendiri kota Pontianak, yakni Sultan Syarif Abdurahman Alkadri. Dulunya, Sultan Syarif mempunyai kebiasaan mengusir kuntilanak dengan membunyikan meriam. Kegiatan menyulut meriam ini dilakukan secara terus menerus saat malam takbiran dan kemudian menjadi tradisi. Pemerintah setempat pun akhirnya mengemas tradisi ini menjadi festival di Pelabuhan Sangie Pontianak.

Meugang, tradisi berbagi makanan ala Aceh

Aceh juga mempunyai tradisi unik saat Lebaran dalam menyambut lebaran. tradisi unik saat Lebaran yang dilaksanakan oleh warga Serambi Mekah secara turun-temurun ini dikenal dengan nama Meugang. Dalam tradisi ini, warga Aceh memasak daging yang kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa dan juga dimakan secara bersama-sama dengan keluarga.

Bagi warga yang ingin melakukan tradisi Meugang secara berkelompok, mereka dapat secara besama-sama menyembelih kambing atau sapi. Tradisi ini bisa dijumpai di seluruh wilayah Aceh, mulai pelosok hingga perkotaan, dan biasanya dilaksanakan di masjid-masjid. Masyarakat Aceh berusaha menguatkan ikatan persaudaraan dengan cara berbagi dengan sesama melalui tradisi unik saat Lebaran Meugang ini.

 

Baca Juga : Beragam Tradisi Unik Saat Lebaran (1)

.
Grebeg Syawal dan rebutan gunung lanang

Di Jawa, terutama di Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Tengah, mempunyai tradisi unik saat Lebaran dalam merayakan Idul Fitri. Grebeg Syawal namanya. Sebenarnya, Grebeg Syawal ini merupakan tradisi yang dijalankan keraton dalam memperingati lebaran atau 1 Syawal. Tradisi yang sudah digelar selama bertahun-tahun ini diawali dengan keluarnya Gunungan Lanang (Kakung) yang diarak menuju Masjid Gede Keraton Nyayogyakarta untuk didoakan. Selama diarak, gunungan ini dikawal oleh prajurit keraton. Gunung Lanang ini sendiri terbuat dari susunan sayuran, buah-buahan dan hasil bumi lainnya. Setelah selesai didoakan, gunungan akan diperebutkan oleh warga yang datang dari berbagai penjuru Jogya dan bahkan dari kota-kota lainnya. Warga percaya bila mendapatkan isi gunungan mereka akan memperoleh berkah dan ketentraman. Tak heran apabila momen Grebeg Syawal ini selalu menyedot perhatian massa.

Ngejot, tradisi berbagi makanan ala Bali

Meski sebagian warganya beragama Hindu, Bali menjalankan tradisi lebaran yang tak kalah seru dengan daerah lainnya di Indonesia. Tradisi unik saat Lebaran dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan warga muslim di Bali ini dikenal dengan sebutan Ngejot. Dalam tradisi Ngejot, masyarakat menghantarkan makanan kepada tetangga sebagai ungkapan terma kasih. Berbagi makanan kepada tetangga ini juga dipraktikkan masyarakat Hindu Bali saat merayakan Hari Raya Kuningan dan Galungan. Masyrakat muslim yang tinggal di Kampung Islam Kepoan, Denpasar Selatan atau Muslim Pegayaman di Kabupaten Buleleng melakukan Ngejot kepada warga dan kerabat dekat menjelang atau pada hari lebaran. Hantaran dalam Ngejot ini biasanya berupa hidangan khas lebaran, seperti opor ayam dan ketupat.

Pawai pegon di hari ketujuh lebaran di Jember

Jember, Jawa Timur juga mempunyai tradisi unik saat Lebaran dalam merayakan Hari Kemenangan yang dikenal dengan Pawai Pegon atau pedati (kereta yang ditarik sapi). Pawai ini digelar oleh warga Jember setiap hari ketujuh lebaran. Tradisi diawali dengan menghias puluhan hingga ratusan buah pedati dengan janur kuning. Kemudian, mereka beramai-ramai menaiki pedati menuju pesisir pantai. Setibanya di pantai Watu Ulo, warga menyantap ketupat secara bersama-sama. Selain menyambut lebaran, tradisi ini juga memiliki tujuan untuk melestarikan pegon atau pedati yang semakin lama semakin tersisih oleh transportasi modern.

Tradisi unik saat Lebaran yang dilakukan masyarakat di Pontianak,  Aceh, Yogyakarta , Bali dan Jember di atas semoga bisa menambah wawasan tentang keberanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Selamat merayakan lebaran! (Jari Adventure-Det)

 

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.