Beragam Tradisi Unik Saat Lebaran (1)

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan lamanya, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari kemenagan bersamaan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Indoensia melakukan berbagai hal dalam menyambut lebaran, diantaranya menyiapkan hidangan khas lebaran, kue-kue sebagai suguhan para tamu yang akan datang bersilaturami serta baju-baju baru. Sebagian besar juga melakukan aktivitas mudik untuk merayakan lebaran bersama kerabat di kampung halaman. Selain itu, daerah-daerah tertentu di Indonesia juga menggelar tradisi unik saat Lebaran. Itulah sebabnya merayakan lebaran di kampung biasanya lebih menarik daripada di kota-kota besar. Ingin tahu beragam tradisi unik saat Lebaran yang dilakukan masyarakat dalam merayakan hari Raya Idul Fitri? Simak ulasannya berikut ini.      

Tumbilotohe di Gorontalo

Muslim di Gorontalo mempunyai tradisi unik saat Lebaran dalam menyambut hari Raya Idul Fitri yang dikenal dengan sebutan Tumbilotohe.  Tumbilotohe sendiri berasal dari kata kata ’tumbilo’ yang berarti pasang dan ‘tohe’ berarti lampu. Jadi Tumbilotohe adalah tradisi memasang lampu minyak sebagai tanda bakal berakhirnya bulan suci Ramadhan. Biasanya Tumbilotohe dilaksanakan pada tiga malam terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak abad XV dan masih berlangsung hingga kini.     

Saat Tumbilotohe digelar, lampu-lampu minyak yang dipasang di tanah lapang dibentuk berbagai formasi yang indah seperti gambar masjid, kitab suci AL Quran hingga kaligrafi. Gorontalo terlihat sangat terang benderang dan mempesona saat tradisi ini dilaksanakan.

Perang Topat, NTB

Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat juga tak mau ketinggalan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan meriah. Mereka memiliki tradisi unik saat Lebaran yakni Perang Topat yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah lebaran. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun di NTB.

Dalam tradisi ini masyarakat Lombok melakukan perang ketupat atau saling melempar ketupat. Perang topat saat lebaran juga dikenal dengan sebutan lebaran topat.

Setelah berdoa dan berziarah, masyarakat Lombok menggelar Perang Topat di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Uniknya, peserta perang topat ini tak hanya umat muslim tapi juga umat Hindu yang ada di Lombok. Hingga tradisi ini pun menjadi simbol kerukunan umat beragama di Lombok.

 

Baca Juga : Daftar Tempat Wisata Libur Lebaran di Daerah Solo

 

Bedulang, Pesta Makan ala Bangka

Masyarakat Bangka memiliki tradisi unik saat Lebaran setelah prosesi saling memaafkan di hari Idul Fitri usai. Mereka biasanya melakukan makan Begawa atau makan bersama yang penyajiannya dengan dulang atau tudung saji. Tradisi makan bersama ini pun dikenal dengan Makan Bedulang.

Saat makan bedulang, peserta tidak boleh menggunakan peralatan makan seperti sendok atau garpu dan diijinkan makan hanya dengan tangan. Oleh karena itu, mereka diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan pun tidak boleh dilakukan asal-asalan alias ada caranya tersendiri, yakni orang paling tua harus mendapat urutan pertama baru diikuti oleh yang muda. Satu bedulang biasanya berisi berbagai lauk pauk yang menggugah selera lengkap dengan nasi merah, serta buah-buahan dan jus.

Tradisi bakar gunung di Bengkulu

Warga Bengkulu memiliki tradisi unik saat Lebaran untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri atau lebaran. Mereka menyebut tradisi ini Ronjok Sayak atau bakar gunung api. Tradisi Ronjok Sayak ini dipercaya telah dilakukan oleh Suku Serawai sejak ratusan tahun lalu. Tradisi Ronjok Sayak digelar saat malam takbiran dan dilakukan di depan rumah setiap warga.

Tradisi Ronjok Sayak atau bakar gunung api ini menggunakan batok kelapa yang bentuk seperti tusuk sate hingga menjulang seperti gunung. Batok kelapa yang sudah tersusun di depan rumah warga itu kemudian dibakar.  Oleh karena itulah tradisi ini dikenal dengan bakar gunung api. Proses pembakaran batok kelapa ini dilakukan secera serentak selepas salat isya. Tradisi bakar gunung ini membuat suasana lebaran di Bengkulu semakin meriah.

Meski tradisi yang digelar di berbagai daerah di Indonesia dalam menyambut lebaran berbeda-beda, namun intinya tetaplah sama, yakni menyambut hari kemengan dengan meriah dan suka cita. Bagaimana dengan tradisi unik saat Lebaran dalam menyambut hari Raya Idul Fitri di daerahmu? Pasti seru juga, kan?  (Jari Adventure-Det)

 

 

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.