Ayo, Kenali Budaya Sumatera Utara! Ada 7 Serbaneka Tradisi Unik Orang Medan

Kawasan Sumatera Utara bukan hanya Medan saja. Masih banyak kota-kota lainnya yang ada di provinsi yang satu ini. Hanya saja, secara umum kebanyakan orang mengenal masyarakat Sumatera Utara sebagai orang Medan.

Sumatera Utara sendiri memiliki banyak sekali keunikan. Orang-orangnya terkenal tegas dan blak-blakan saat berbicara.

Sumatera Utara juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ketika Anda berkunjung ke Medan, pastikan untuk mengenal berbagai tradisi dan budaya dari orang Medan. Apa saja? Berikut pembahasannya.

1.    Bagi-bagi Bubur Pedas

Tradisi pertama adalah membagikan bubur pedas. Tradisi termasuk tradisi lama dan dilaksanakan secara turun temurun oleh orang Medan. Biasanya, mereka akan membagi-bagikan bubur pedas untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini hanya dilakukan oleh masyarakat Medan yang memeluk agama Islam. Salah satu tempat paling ramai saat bagi-bagi bubur pedas dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah di Masjid Raya Kota Medan.

2.    Mandi Balimo

Selanjutnya ada tradisi mandi balimo, sebuah tradisi masyarakat Medan yang dilaksanakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Sesuai Namanya, tradisi ini dilakukan dengan cara mandi menggunakan air yang telah dicampur rempah-rempah oleh masyarakat.

Rempah-rempah yang digunakan biasanya perasan buah jeruk purut yang dicampur dengan air. Campuran air dan perasan jeruk purut inilah yang nantinya menjadi air yang digunakan untuk mandi.

Tradisi ini sudah berkembang di Nusantara karena Anda bisa menemukannya di tempat-tempat selain Medan, yaitu Sumatera Barat, Riau, Aceh, dan tempat lainnya.

Di Sumatera Barat, nama dari tradisi ini sedikit berbeda, yaitu bernama tradisi balimau.

3.    Marhajabuan

Apa Anda pernah mendengar tradisi Marhajabuan? Tradisi yang satu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat batak, Medan yang dilakkan saat proses pernikahan.

Tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang wajib dilakukan saat prosesi pernikahan. Kedua mempelai harus mengundang seluruh kerabat dan tamu undangan saat prosesi pernikahan.

Dengan begitu, prosesi pernikahan masyarakat batak jarang sepi tamu atau yang hanya didatangi beberapa tamu saja.

4.    Mangirdak

Mangirdak adalah upacara adat oleh masyarakat Medan yang dilakukan untuk memberi semangat pada ibu hamil. Upacara adat ini biasanya diselenggarakan ketika umur kandungan sudah mencapai 7 bulan.

Upacara adat ini digelar untuk memberi semangat pada ibu hamil agar selalu kuat di proses kehamilan hingga melahirkan nantinya.

Biasanya seluruh kerabat dan keluarga akan datang ke rumah ibu yang sedang hamil sambil memberikan oleh-oleh atau makanan.

5.    Pemberian Ulos Tondi

Apa itu ulos tondi? Ulos tondi adalah salah satu kain yang khas dengan masyarakat batak. Kain ini diberikan dengan tujuan memberikan penghormatan pada keluarga yang telah diberi karunia bayi.

Pantas saja upacara ini dilakukan ketika menyambut kelahiran seorang bayi.

Pemberian kain ulos tondi juga menjadi lambang rasa syukur kepada keluarga yang telah dikaruniai anak agar anak tersebut dapat melanjutkan keturunan di masa mendatang.

Upacara ini menjadi salah satu upacara adat paing sakral dan masih berlanjut secara turun temurun hingga kini.

6.    Martutu Aek

Tradisi martutu aek dilakukan oleh masyarakat batak saat bayi sudah berumur 7 hari. Prosesinya berupa pemberian nama untuk bayi serta pemandian, penyucian, serta do’a pada bayi tersebut.

Hal ini bertujuan agar saat bayi telah dewasa, ia mendapatkan keberuntungan dan keberkahan/

Bayi yang telah berumur 7 hari wajib dimandikan di air pancuran. Prosesi pemberian nama bayi tersebut juga harus direkomendasikan oleh pemuka adat daerah.

Baca juga:

Festival Erau, Pesta Rakyat yang Go International

 

7.    Mangharoan

Ketika bayi telah berumur 2 minggu, maka masyarakat Batak akan mengadakan upacara adat Mangharoan. Tradisi ini dilakukan dengan penjamuan makanan oleh keluarga bersama tetangga.

Ibu dari bayi tersebut diberikan makanan bergizi agar suplay air susu ibu kepada bayinya bisa lancar.

Selain itu, upacara adat ini dapat menjadi ajang pendekatan diri pada masyarakat sekitar. Inilah sebabnya masyarakat batak selalu kompak di segi social.

8.    Mate Mangkar

Ketika ada suami istri yang meninggal tanpa memiliki keturunan, maka masyarakat akan mengadakan tradisi upacara mate mangkar.

Upacara adat ini dilakukan untuk memberi penghormatan pada kedua pasangan yang telah meninggal dunia sekaligus memberikan support pada keluarga yang ditinggalkan agar tidak sedih berlarut-larut.

Masyarakat Medan memang terkenal akan tradisi dan adat turun temurun yang masih dilakukan hingga sekarang. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Tradisi mana saja yang sudah pernah Anda lakukan di Medan?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.