7 Tradisi Budaya Nusantara yang Digelar Untuk Menyambut Isra’ Mi’raj

Memperingati peristiwa bersejarah bagi kaum Muslimin, Isra’ Mi’raj, berbagai tradisi unik digelar di seluruh Nusantara. Seperti diketahui, Isra’ Mi’raj merupakan sebuah momen yang sangat penting bagi umat Islam. Di mana saat itu, Nabi Muhammad SAW dijemput oleh Malaikat Jibril dan seekor kuda Bouraq untuk melakukan perjalanan semalam menuju langit yang paling tinggi.

Dalam peristiwa ini kaum Muslimin diuji untuk mempercayai hal – hal yang di luar nalar untuk mendapatkan perintah atau wahyu sholat 5 waktu.

Nah, menyambut hari libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj, ada banyak kegiatan menarik yang berbau religi dan wisata budaya unik di seluruh tanah air. Apa saja ya? Ayo kita simak satu per satu berikut..

1. Khatam Kitab Arjo, Temanggung, Jawa Tengah

Acara yang digelar setelah menunaikan ibadah sholat Isya’ ini dimulai dengan membaca tahlil secara singkat. Kemudian, para kaum laki – laki biasanya akan melanjutkan dengan pembacaan kitab Arja. Diketahui, Kitab Arja sendiri sudah dikenal masyarakat Temanggung, Jawa Tengah sejak ratusan tahun silam. Dahulu, kitab ini merupakan tulisan tangan yang menggunakan huruf Arab gundul atau tanpa harakat (pego). Kitab Arja merupakan karya dari seorang tokoh penyebar agama Islam di Temanggung bernama KH Ahmad Rifai Al-Jawi. Di dalamnya, dikisahkan perjalanan Isra’ Mi’raj secara detail.

2. Rejeban Peksi Buraq, Yogyakarta

Selanjutnya masih di sekitar Jawa Tengah, atau lebih tepatnya Yogyakarta. Di Keraton Yogyakarta, setiap ada peringatan Isra’ Mi’raj akan menggelar perayaan Rejeban Peksi Buraq. Buraq merupakan sejenis burung yang dapat dikendarai untuk naik ke langit menuju ke hadapan-Nya.

Dikisahkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, burung Buraq berbentuk seperti kuda yang bersayap atau mirip Unicorn. Dalam perayaan Rejeban ini, burung buraq dibuat dari kulit jeruk.

Para abdi dalem keraton akan membawa susunan buah – buahan yang dibuat seperti tumpeng atau gunungan lalu diarak menuju serambi Masjid Gede Kauman. Setelah menggelar pengajian dan pembacaan doa, gunungan buah – buahan ini akan dibagikan kepada masyarakat umum.

3. Rajaban, Cirebon, Jawa Barat

Tak mau kalah, masyarakat Keraton Cirebon juga memiliki tradisi unik memperingati Isra’ Mi’raj. Tradisi budaya itu dilakukan dengan cara berziarah ke dua makam tokoh penyebar agama Islam di daerah Plangon. Yaitu Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan.

Tak hanya itu, dari pihak Keraton Kasepuhan juga mengadakan pengajian atau pembacaan doa yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara luas. Di akhir acara pengajian, warga masyarakat yang hadir akan mendapatkan buah tangan yaitu nasi bogana. Nasi bogana merupakan nasi yang dicampur dengan  telur, suwiran ayam, tempe, tahu, kentang, parutan kelapa, dan bumbu kuning. Selain peserta pengajian, nasi bogana juga diberikan kepada abdi dalem, warga sekitar keraton, warga wilayah kauman dan wilayah mager sari.

Baca juga:

Panorama Negeri di Awan, Inilah 6 Gunung yang Minimal harus Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

 

4. Nganggung, Bangka Belitung

Di Bangka Belitung, Isra’ Mi’raj juga diperingati dengan tradisi unik. Yaitu saling berbagi kue, makanan atau buah – buahan. Makanan ini diantarkan ke kerabat atau tetangga membawa rantang.

5. Nyadran Desa, Siwarak, Jawa Tengah

Selama di Desa Siwarak, Kecamatan Gunungpati, Jawa Tengah, jangan lewatkan peringatan Isra’ Mi’raj yang digelar dengan tradisi unik. Berupa kirab budaya semacam karnaval tujuh belasan. Masyarakat mengarak replika hewan dan hasil bumi yang diiringi musik tradisional. Kemudian, warga lokal juga menggelar pentas seni yang menarik. Seperti tari – tarian adat, pencak silat, dan cerita tentang Desa Siwarak.

6. Tradisi Ambengan, hampir di seluruh wilayah Jawa

Momen Isra’ Mi’raj seolah tak ingin dilewatkan begitu saja. Hampir di seluruh kota yang ada di Pulau Jawa menggelar pembacaan doa dan tahlil selepas sholat Isya’ atau maghrib. Selanjutnya, mereka akan makan – makan bersama nasi dengan lauk pauk, atau boleh dibawa pulang.

7. Marhabanan, Bogor, Jawa Barat

Masyarakat Malasari di Bogor, juga memiliki tradisi unik untuk menyambut Isra’ Mi’raj. Gelaran pengajian atau ceramah yang dipimpin oleh ustadz kerap dilakukan selepas maghrib. Selanjutnya, acara diisi dengan atraksi seni musik Qasidah yang melantunkan syair indah religius. Kemudian, acara akan diakhiri dengan makan – makan bersama dan sholat Isya’ berjamaah.

***

Luar biasa unik, bukan? Tradisi di setiap daerah mungkin berbeda, tetapi tujuannya hanya satu yaitu lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Travelling budaya ke berbagai daerah dengan ciri khas adat masing – masing memberikan kenangan yang berkesan dalam pengalaman wisata. Pastikan, Anda menggunakan jasa agen travel wisata profesional Jari Adventure untuk mengakomodir perjalanan wisata Anda ke berbagai destinasi. Kami ucapkan selamat menyambut Isra’ Mi’raj dan selamat berakhir pekan panjang…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *