Kuasai 3 Bahasa, 5 Keunikan Suku Aru yang Tak Ada Duanya

Jika membahas suku yang ada di Indonesia memang seakan tidak ada habisnya. Indonesia memiliki beragam suku dan budaya yang sangat banyak.

Entah itu dari segi budaya, kesenian, kepercayaan, hingga adat setempat. Akhir-akhir ini ada salah satu suku yang sangat fenomenal, suku ini bernama suku Aru.

Suku Aru merupakan suku yang secara sosial budaya masih termasuk dalam rumpun malanesia pasifik. Suku ini terdiri atas 16 suku asli dan beberapa suku lain yang tersebar di Maluku, Jawa, dan China.

Menurut sejarah warga setempat, suku Aru berasal dari pulau Eno Karang di Maluku yang dikenal akan karangnya yang sangat indah.

Suku Aru yang berada di Kepulauan Aru sering kali didatangi banyak wisatawan mancanegara seperti Tionghoa dan Belanda.

Suku Aru memiliki beberapa budaya yang tetap ada dari dulu hingga sekarang. Apa saja? ini dia pembahasannya

  1. Bahasa

Biasanya, setiap suku di Indonesia memiliki 1 atau 2 bahasa yang biasa digunakan oleh masyarakatnya. Suku Aru ternyata tidak hanya memiliki 1 macam bahasa saja, namun lebih dari 3 bahasa.

Suku Aru bisa berbahasa Barakai, bahasa Karey, bahasa Batuley, bahasa Karey, bahasa Koba, bahasa Lola, bahasa Kompane, bahasa Larong, bahasa Mariri, bahasa Tarangan, dan yang terakhir bahasa Ujir.

  1. Tambaroro

Apa itu Tambaroro? Istilah Tambaroro adalah salah satu seni pertunjukan di suku Aru yang berupa ritual upacara adat. Tradisi Tambaroro paling terkenal dan sering ditonton oleh banyak wisatawan.

Adat Tambaroro merupakan seni pertunjukan dengan penampilan nyanyian, tari, hingga alat musik yang biasanya ditampilkan saat ada acara penyambutan tamu, kegiatan peresmian acara adat dan belang atau perahu adat, hingga ritual lainnya yang ada di suku Aru.

Kesenian Tambaroro dilaksanakan hingga 3 hari berturut-turut. Bahkan, ada sebuah tempat sendiri untuk melakukan ritual ini hampir di setiap desa.

Tempat itu dinamakan Senalar yang terdiri atas 5 susunan kayu memanjang yang berungsi sebagai tempat duduk pemain musik dan penyanyi. Para lelaki dan perempuan akan menari serta bernyanyi dengan iringan musik.

  1. Lagu Adat

Suku Aru juga memiliki beberapa lagu adat yang dinyanyikan saat melakukan beberapa rituala atau acara, seperti Tambaroro. Untuk Tambaroro, lagu yang dinyanyikan ada 3 yaitu lagu bela, lagu saba, serta lagu rora.

Lagu Saba sendiri adalah lagu dengan unsur sejarah yang menceritakan tentang salah satu peristiwa bersejarah. Biasanya, lagu ini dinyanyikan di acara buka sasi, penurunan belang atau perahu adat, dan acara panas pela.

Lagu bela adalah lagu dengan syair berupa cerita leluhur tentang tanda alam di laut dan di daratan. Lagu ini dinyanyikan di acara upacara adat penggantian kayu pamali, bercocok tanam, serta penentuan waktu untuk melaut.

Dan yang terakhir adalah lagu rora tentang ucapan rasa syukur kepada pencipta dan juga leluhur. Lagu ini dinyanyikan di acara sesematan serta nikahan suku Aru.

  1. Mata Pencaharian

Untuk pekerjaan masyarakat suku Aru, ternyata ada beberapa macam. Masyarakat yang tinggal di pesisir bermata pencaharian nelayan.

Yang lainnya ada yang membudidayakan rumput laut, berternak kerrang mutira. Untuk sebagian kecil lainnya, mereka hidup sebagai petani dan peramu sagu. Itu karena makanan khas suku Aru sebagian besar terbuat dari bahan umbi-umbuan dan juga sagu.

Baca juga:

Pantai Rajegwesi yang Seksi, Destinasi Alam Ideal Untuk Menenangkan Diri

 

  1. Tari Cakalele

Semua suku di Indonesia kebanyakan memiliki tarian khas tersendiri. Suku Aru memiliki Tari Cakalele sebagai kebudayaan di bidang seni.

Tari Cakalele adalah jenis tarian perang, sehingga para penari pria akan menggunakan parang di tangan kanan, serta membawa tameng di tangan kiri.

Tarian yang satu ini memiliki banyak makna. Bahkan dari segi pakaian dan warna, masing-masing memiliki makna tersendiri.

Merah pada baju penari pria memiliki makan sikap kepahlawanan serta keberanian dari masyarakat Aru yang melawan penjajah.

Parang menggambarkan tanda harga diri serta martabat. Dan tameng menggambarkan tanda protes dari masyarakat untuk diperlakukan secara adil.

***

Nikmati perjalanan wisata kuliner di Indonesia dengan agen travel wisata Jari Adventure. Hubungi nomor berikut untuk info lebih lengkap dan pemesanan: HP : 0812-22279979 dan WA : 0877-78906999.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.