12 Tradisi & Budaya Khas Indonesia Sambut Hari Kemerdekaan Pada Bulan Agustus di Berbagai Daerah

Tradisi Agustus – Dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh tepat pada tanggal 17 Agustus, setiap daerah di Indonesia beramai-ramai untuk memberikan penghormatan yang meriah. Setiap daerah berusaha memberikan sambutan yang terhormat dengan berbagai acara yang semarak dan unik.

Mulai dari aneka perlombaan unik yang mengundang gelak tawa, pembacaan doa tahlil hingga aneka tradisi yang sangat berbeda dan tidak dijumpai di daerah mana pun. Apa saja ya? Langsung kita kupas satu per satu yuk…

1. Detik-detik kemerdekaan di Istana Merdeka

Begitu susah meraih kemerdekaan, para pahlawan dan tokoh bangsa Indonesia banyak yang bergelimpangan menumpahkan darah di atas bumi pertiwi karena berusaha merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Oleh karena itu, setiap tanggal 17 Agustus, Istana Merdeka selalu menggelar detik-detik mengenang perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dipimpin langsung oleh sang kepala negara dan diikuti oleh para pejabat negara beserta jajarannya.

2. Upacara kemerdekaan unik di tengah laut Pantai Baron

Hampir di segala penjuru wilayah bumi pertiwi, pasti akan mengadakan upacara 17 Agustus pada jam 10.00 pagi. Namun, ada yang unik dan berbeda ketika menengok upacara yang dilakukan oleh warga masyarakat di Pantai Baron, Yogyakarta. Yap, mereka melaksanakan upacara di tengah laut. Pastinya ini tergolong unik, karena pengibaran bendera dilaksanakan di tengah laut dengan bantuan para pihak terkait seperti penjaga pantai dan tim SAR (Search and Rescue) di Yogyakarta.

3. Gerak jalan, Karnaval khas Jawa Timur dan upacara bendera di atas Gunung Semeru

Bak tak mau kalah dengan tradisi sambut hari kemerdekaan 17 Agustus yang dilakukan oleh daerah lain, warga masyarakat Jawa Timur menggelar tradisi unik setiap tahun pada bulan Agustus. Yaitu melakukan gerak jalan untuk tingkat SD, SMP, SMA, dan umum, serta karnaval yang sangat meriah.

Setiap instansi pendidikan yang ditunjuk akan mengadu kreativitas dalam membuat hiburan berupa membuat aneka kostum yang unik, menghias mobil dan lain-lainnya. Kemudian, mereka akan dibentuk dalam satu kelompok pleton dan berbaris menurut rute yang sudah ditentukan. Hampir tidak kalah  seperti karnaval Internasional yang dilakukan di Rio de Janeiro, Brazil.

Di jawa timur pula terdapat gunung tertinggi sekitar  lebih dari 3.500 mdpl, yakni Gunung Semeru yang menjadi langganan para pendaki menggelar upacara bendera sambut 17 Agustus di puncaknya. Bisa dipastikan, setiap tanggal 17 Agustus, para pendaki akan berbondong-bondong mendaki Gunung Semeru hingga ke puncaknya demi mengibarkan sang saka merah putih. Agen travel wisata pun akan kecipratan banyak untung karena memenuhi pesanan antar-jemput mobil Jeep atau Hard Top dari pos pendaki yang ada di terminal menuju pos terakhir pendaki yang berada di  Desa Ranu Pane.

4. Menghias setiap kampung dan rumah

Kemerdekaan Indonesia memang tidak diraih dengan mudah. Tetesan air mata, darah dan keringat mewarnai setiap perjuangan rakyat Indonesia dalam melepaskan diri dari belenggu penjajah. Tidak berlebihan rasanya jika setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia ingin merayakan dan mengenang jasa para pahlawan dengan menghias setiap rumah dan kampung dengan nuansa merah putih. Bisa berupa hiasan dari kertas krep berwarna merah putih, bendera dari kain merah putih, hingga umbul-umbul yang dipancangkan pada tiang bambu beraneka warna dan menyalakan lampu-lampu hias yang berwarna-warni setiap malam.

5. Budaya telok abang yang unik khas Sumatera Selatan

Warga Palembang, Sumatera Selatan juga tak kalah unik dalam merayakan hari kemerdekaan di bulan Agustus, mereka menancapkan cangkang telur-telur yang sudah kosong pada aneka macam miniatur dan mainan. Sebelumnya, telur-telur ini sudah diberi cat warna merah. Bahkan, banyak penjual yang memanfaatkan situasi dengan berjualan telok abang yang sudah ditancapkan pada mobil-mobilan, pesawat mini, miniatur perahu pinisi dan lain-lain untuk mendapatkan tambahan pundi-pundi rezeki mereka.

6. Aneka lomba dan panjat pinang

Nah, ini yang ditunggu setiap warga masyarakat yang menyambut  hari kemerdekaan. Yap, beraneka macam lomba unik yang menggelitik. Mulai dari panjat pinang, balap karung, memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk, sepak bola memakai sarung, tarik tambang dan masih banyak lagi lomba mengundang tawa lainnya. Konon, semua lomba-lomba unik ini memang terkesan aneh dan hanya sekadar menghibur warga semata, namun jangan salah karena ternyata setiap lomba memiliki filosofi dan makna tersendiri dengan garis besar ingin mengenang masa-masa sulit ketika rakyat Indonesia masih dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan.

7. Membawa obor secara estafet di Jawa Tengah

Ibukota Jawa Tengah, kota Lunpia, Semarang tidak ketinggalan memiliki tradisi unik menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus. Dengan dipimpin gubernur Jawa Tengah, tepat pada malam hari 17 Agustus, diadakan lomba berlari sambil membawa obor secara estafet. Bahkan, lomba ini sudah digelar sejak puluhan tahun silam dan dijadikan tradisi setiap malam Agustusan oleh warga Semarang. Para peserta lomba pun dari berbagai macam kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan laki-laki maupun perempuan. Obor merupakan sebuah simbol semangat perjuangan yang tidak pernah padam, yang akan dibawa berlari menuju garis finish.

8. Sepak bola memakai sarung di Sulawesi selatan

Warga Sulawesi Selatan, Makassar memiliki tradisi unik untuk merayakan kemerdekaan 17 Agustus, mereka biasanya menggelar sepak bola yang dilakukan dengan memakai sarung. Tentu saja, permainan ini bukan tanpa kesulitan. Pasalnya, sarung terkadang bisa melorot atau membuat kaki terserimpet dan para pemainnya pun jatuh berguling-guling yang membuat para penonton tidak bisa menahan tawa.

9. Menonton bersama film-film perjuangan

Di setiap kanal TV bisa dipastikan juga akan menayangkan kembali film-film bertema perjuangan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Mulai dari film-film lawas era 80-an hingga film-film perjuangan yang terbaru. Hal ini banyak dimanfaatkan warga kampung untuk menggelar nonton bersama untuk mengedukasi anak-anak mereka tentang bagaimana susahnya para pahlawan demi meraih kemerdekaan 17 Agustus.

10. Pagelaran seni budaya

Selain masyarakat pada umumnya, kalangan seniman juga tidak mau kalah menunjukkan semangat merayakan hari kemerdekaan. Di setiap daerah mereka akan menggelar pameran  seni berupa membuat even di setiap galeri seni agar menarik pengunjung.  Menggelar seni teatrikal tentang tema patriotisme/perjuangan. Dan dibeberapa kanal TV juga akan menyiapkan satu even panggung khusus untuk para musisi dan artis beradu bakat seninya.

11. Membaca doa dan tahlil di tengah jalan/gang kampung

 

Dari segi tradisi dan budaya, semua gelaran yang dilakukan adalah untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. Untuk itulah, beberapa daerah di Jawa Timur, tepat pada malam 17 Agustus juga akan mengadakan acara bari’an atau membaca doa dan tahlil. Untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah kembali ke rahmat-Nya. Uniknya, tradisi ini akan digelar di setiap jalan-jalan atau gang di kampung dengan menggelar tikar atau karpet. Jadi, bisa dipastikan tepat pada malam 17 Agustus, warga lebih memilih untuk berjalan kaki atau mencari alternatif jalur. Karena setiap gang akan ‘ditutup’ karena akan dilangsungkan even pembacaan tahlil tersebut.

Selain tradisi-tradisi di atas, tentu masih banyak lagi tradisi unik menyambut 17 Agustus di setiap daerah yang ada di Indonesia. Ibarat pepatah, ‘lain lubuk lain belalang’ maka setiap daerah pasti memiliki ciri khas. Dan tradisi masing-masing yang layak untuk dihormati.

12. Mengenang jasa pahlawan untuk diri pribadi

Perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan yang dibayar dengan tetesan darah dan air mata sudah sepatutnya menjadi semangat bagi para generasi penerus bangsa. Agar senantiasa dapat mengisi kemerdekaan ini dengan sebuah prestasi yang gemilang bagi Republik Indonesia.

Setiap perjuangan mereka harus menjadi sebuah makna dalam diri masing-masing warga Indonesia. Hindari permusuhan dan perpecahan antar suku, antar ras, dan antar agama. Sebaliknya, mari bersatu untuk membangun bangsa Indonesia agar lebih maju dan bisa bersaing di era globalisasi dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

***

Akhir kata, kami dan segenap kru agen travel wisata memberikan salam penghormatan tertinggi pada seluruh pahlawan Indonesia. Baik yang sudah tiada maupun yang masih berjuang tiada henti mengisi kemerdekaan. Semoga Indonesia tetap jaya.  M E R D E K A … !!! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.