Bisa Menghilang dan Ahli Berperang, 5 Keunikan Suku Punan di Kalimantan

Kalimantan memiliki beberapa suku pedalamn yang sering membuat orang lain penasaran akan keunikan budayanya. Salah satunya adalah suku Punan.

Suku Punan merupakan suku di Kalimantan tepatnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur yang satu rumpun dengan suku Dayak.

Suku Dayak punan juga mencapai kawasan Sabah dan Serawak di Malaysia Timur yang masih dalam satu bagian di pulau Kalimantan.

Jumlah masyarakat suku Punan di Kalimantan Timur kira-kira berjumalh 8.956 jiwa di sekitar 77 lokasi pemukiman.

Suku Punan memiliki 14 sub rumpun yang terdiri atas Punan Hovongan. Punan Kelay, dan Punang Uheng Kereho. Namun, populasi dari suku Dayak Punan semakin lama semakin menurun bahkan punah.

Ada beberapa adat dan budaya yang diteruskan oleh masyarakat suku Punan yang masih mereka jalani dan percayai. Agar lebih mengenal suku Punan, inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui :

  1. Asal-usul

Menurut cerita dari masyarakat setempat, asal-usul dari suku Punan adalah dari negeri Yunan, sebuah daerah dari negara Cina.

Katanya, mereka berawal dari salah satu keluarga kerajaan di Cina yang kalah perang. Kemudian, mereka lari dengan menggunakan perahu hingga sampai ke pulau Kalimantan. Akhirnya, mereka menetap di pulau ini.

  1. Suku Primitif

Orang Dayak Punan merupakan orang yang paling terbelakang dari segi budaya dan kehidupan karena mereka masih tinggal di goa, anak sungai, dan tempat lainnya.

Pakaian yang mereka pakai juga tidak mengikuti perkembangan jangan serta tidak mengenal pakaian bagus. Mereka memiliki kehidupan yang mungkin berbeda dari Anda karena mereka takut bahkan alergi dengan sabun. Entah apa penyebabnya.

Mereka hidup secara primitive dengan berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka juga hidup berkelompok dan menghindar dari manusia lainnya.

Hal lainnya adalah mereka percaya bahwa bila salah satu dari mereka meninggal, mereka akan berpindah ke daerah lainnya setelah melakukan penguburan.

Itu karena mereka percaya ahwa mereka tidak akan tentram saat roh yang meninggal akan bergentayangan.

Mereka senang dengan makanan mentah seperti sayuran di hutan, atau makanan dari pohon nibung atau banding. Mereka juga senang dengan daun pakis atau labu hutan.

  1. Memiliki Kesaktian

Orang suku Puan dipercaya sebagai orang gaib yang perkasa di hutan rimba. Mereka bahkan bisa menghilangkan diri sendiri dengan berlindung di sehelai daun saja. Mereka juga sulit diikuti, bisa berjalan miring, serta sangat cepat.

Orang suku Puan adalah orang yang sangat ditakuti oleh suku lainnya karena memilki keberanian dan ilmu yang tinggi. Mereka juga memiliki insting kuat dalam berburu. Mereka memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, bahkan perempuannya saja bisa mengangkat perahu 40 PK dengan mudah.

Yang lebih hebat lagi, mereka memiliki penciuman luar biasa. Mereka bisa mencium sesuatu dari angin yang bertium. Mereka juga bisa membedakan bau manusia dan binatang dengan jarak yang cukup jauh.

Baca juga:

10 Oleh-oleh Khas Korea Selatan Untuk Kenangan, Selain Foto

 

  1. Hebat Dalam Berperang

Katanya, mereka hebat dalam berperang sehingga ditakuti oleh orang lainnya. mereka bisa disebut sebagai pemburu kepala atau ngayau.

Ternyata, mereka termasuk suku kanibal yang bisa memenggal, memakan hati dan isi perut dari lawannya. Mereka juga memiliki kebiasaan untuk memakan bagian tubuh punggung kanan musuh yang telah tewas karena dianggap paling enak.

Mereka selalu bersedia dan siap untuk berkelahi dengan siapa saja termasuk dengan hewan buas. Tradisi ini sudah berlangsung sejak nenek moyang mereka. Ilmu bela diri dari suku ini sangat Tangguh dan berbeda karena dianggap berasal dari daratan Cina.

Baca juga:

Jangan Hanya Berkeliling Paris, Saatnya Jejakkan Langkah ke Kota Strasbourg

 

  1. Kehidupan Modern Suku Punan

Salah satu anak suku Dayak Punan adalah suku Dayak Berusu. Suku yang satu ini terlihat berbeda karena sudah bisa menerima kehidupan modern.

Mereka biasanya tinggal di daerah pesisir tepatnya daerah Sekatak, Kabupaten Bulungan. Mereka sangat berbeda dengan Dayak Punan yang sangat primitive.

Keseharian mereka adalah senang mengadakan pesta daging buruan serta pesta minuman keras buatan mereka sendiri dengan bahan beras ketan dan tetumbuhan. Mereka biasanya melakukan itu saat waktu panen, bahkan waktu ada yang meninggal dunia.

Namun, dalam sisi pergaulan, mereka tetap tidak berubah karena mereka tidak pernah menerima masyarakat lain dalam kehidupan keluarga meskipun ia adalah orang bersuku Dayak juga.

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.